Follow Us @soratemplates

Tuesday, 1 May 2018

Ask Author: Christian Simamora | Blog Tour

23:16 7 Comments


Aaaah! Serius aku bisa nanya ke Abang Christian Simamora? 
Well, pertama, salam kenal ya, Bang. Aku Lala, blogger buku sekaligus bookstagrammer. Aku suka karya Abang sejak baca All You Can Eat, menurutku karya Abang unik, rame, asyik, dan seru! Langsung aja ya aku nanya-nanya. (Oh ya, tbh, aku tertarik banget sama latarnya Jiro yang seorang pemimpin di perusahaan mainan Indonesia. Belum pernah kepikiran tentang bidang itu apalagi di Indonesia. Serius, abis baca langsung menyesal nggak beli plushie fox dan elephant di Miniso kemarin 😭Actually that’s the kind of regret I always have everytime I go to the mall, hahahaha
1. Dari sekian banyak karakter cowok maupun cewek yang udah Abang buat, kan semuanya memiliki latar yang berbeda. Nah, ada nggak sih yang kepengin banget Abang realisasikan dalam novel Abang nantinya, tetapi sampai sekarang belum terlaksana? Karakter yang seperti apa sih yang pengin Abang ciptakan?Belum kesampaian nulis novel tentang medical staff (dokter, suster, dsb). Udah berkali-kali pembaca nanya gini dan Abang selalu jawab belum ada narasumber yang pas. 
2. Ada keinginan nggak sih, untuk bikin buku dengan genre selain romance? Thriller, kriminal, misalnya?Ketimbang nantang diri dengan genre lain, Abang lebih suka nantang dengan tema-tema baru yang menurut Abang menarik. Karena genre crossing juga bukan sesuatu yang disarankan oleh editor kecuali dia yakin kalo penulis itu tertarik melakukannya. 
3. Mau mastiin aja sih, Chanrio, Wade Sidney, dst, itu plesetan bukan, sih? *pertanyaan nggak jelas tapi emang kepo beneran*The main theme of What A Boss Wants is about copyright. Jadi ketimbang menyinggung nama perusahaan yang sebenarnya, mending bikin versi fiktifnya aja. 
4. Seringnya, Abang emang meniatkan buat cari inspirasi, atau emang pas lagi baca-baca sesuatu tiba-tiba aja gitu ketemu ide cerita yang asyik untuk dieksekusi, sih?Biasanya sih plot dasarnya dulu, baru ngeriset untuk mematangkan cerita. 
5. Kan Abang kelihatan banget suka fashion. Nah sosok siapa sih yang menurut Abang cocok merepresentasikan Sol ataupun Jiro, baik secara fisik maupun cara berpakaian.Kalo liat paperdoll-nya, Sol maupun Jiro adalah kombinasi dari berbagai genre fashion. Hanya saja, kesan Sol didominasi elemen etnik sedangkan Jiro corporate formal. Jadi sulit untuk membayangkan mereka diwakili oleh public figure tertentu karena dari awal pun Abang nggak melakukan itu.
Segitu aja ya, Bang. Terima kasih banyak! 

Nah, segitu aja tanya jawabku dengan Abang Christian Simamora. Kesempatan yang bagus banget yaa :D Yang kepo dengan buku ini bisa langsung main ke postingan sebelumnya tentang ulasan buku dan giveaway yang akan dipost nanti. See yaaa!  

Tentang Penulis

Christian Simamora

What a Boss Wants - Christian Simamora | Book Review, Blog Tour

17:24 12 Comments
Judul: What a Boss Wants
Penulis: Christian Simamora
Penerbit: Roro Raya Sejahtera (Twigora)
SC; 14 x 20 cm
Jumlah Halaman: 436 hlm
Bookpaper 55 gr; 
ISBN : 978-602-61138-2-5
Harga: Rp 97.000,-
Rating: 3/5

Blurb:
SEDUCE ME LIKE YOU’RE TRYING TO GET A PROMOTION
Setelah cukup lama nyaman dengan status single-nya, akhirnya Soleram Anand jatuh cinta lagi. Kabar buruknya, dia jatuh cinta dengan bosnya sendiri. Tak hanya cerdas dan penuh semangat, Jiro Amadeus Vimana juga memiliki aura seksi yang membuat jantung Sol berdebar hebat. This is really unprofessional. Makanya, satu-satunya cara supaya tak kehilangan respek dari teman-teman sekantor adalah dengan mengubur perasaan itu dalam-dalam dan fokus dalam pekerjaan barunya.

TREAT ME LIKE I’M THE COMPANY’S BIGGEST CLIENT
Yang Jiro inginkan adalah menjalani jabatan sebagai direktur Toybox sebaik mungkin, sekaligus berharap suatu saat papanya akan berhenti memandangnya sebelah mata. Dia juga ingin Toybox rutin memproduksi plush toy dengan karakter orisinal, yang suatu saat bisa dijual lisensinya secara internasional. Ambisi besar itu membuatnya mengenal Sol. Jiro yakin sekali, potensi besar cewek itu sanggup membawa Toybox bergerak maju sesuai dengan visi barunya. 

KISS ME LIKE YOU WANT TO GET FIRED
Namun, setelah spontan berciuman dengan Sol—diikuti dengan malam-malam terpanas dalam hidupnya—Jiro sadar cewek itu tak lagi sekadar desainer baru di perusahaannya. Kini, bertambah satu hal lagi di daftar keinginannya: memastikan Sol jadi miliknya....

***

Jiro Amadeus Vimana adalah seorang cowok yang berasal dari keluarga Vimana yang terkenal itu. Kini cowok ganteng itu tengah berada dalam posisi puncak, memimpin perusahaan Toybox yang didirikan oleh ayahnya. Jiro sendiri sebenarnya tidak ingin berkecimpung dalam dunia bisnis, namun karena paksaan sang ayah, Jiro tidak lagi memiliki pilihan.

Toybox-lah yang akhirnya mempertemukan Jiro dengan Soleram Anand. Seorang cewek imut yang sangat menyukai Carousel Pony, tokoh animasi kuda poni yang terkenal itu. Impian Sol adalah bekerja di toko mainan, yang akhirnya terwujud ketika ia menjadi bagian dari tim desain mainan di Toybox. Sol berkenalan dengan Rahmat, partner-nya di divisi desain yang turns out merupakan sepupu Jiro, bosnya yang super ganteng. Sol sih tahu diri ya, menganggap kekagumannya kepada Jiro hanya sebatas office crush. Di masa awal-awal kerja Sol, cewek itu sudah dikejutkan dengan kasus yang menimpa Toybox. Namun, apa keadaan akan tetap lempeng-lempeng saja, ketika Sol dan Jiro terlibat dalam situasi berdua di tengah masalah besar yang telah melanda?



What a Boss Want mungkin novel kelima (atau keenam?) Abang Christian Simamora yang aku baca. Pembaca setia Abang pasti tahu sih ya, tipe tulisan Abang tuh ya rom-com dengan tokoh utama cowok dan cewek yang oke banget, dan mereka akhirnya terlibat kisah asmara (ya iyalah, kan romance). Kesukaanku nggak berubah terhadap karya-karya Abang: cara menulisnya. Meski aku pernah membaca beberapa orang agak sedikit terganggu dengan istilah gaul yang diperkenalkan Abang, aku malah cukup menikmati. Makanya juga salah satu interaksi antartokoh favoritku adalah Rahmat-Sol yang udah kayak sisterhood gitu deh. Sama kayak dulu karakter Char di Marry Now, Sorry Later yang bikin aku kepo banget sama dunia para gay dengan ketertarikan mereka kepada fashion dan hal-hal lainnya, aku juga suka sama Rahmat. 

Sementara hubungan Sol dan Jiro sendiri bisa dibilang cukup mulus ya, karena memang minim konflik. Aku cuma merasa pedekate mereka kurang tereksplor sih, kayak terlalu cepat untuk sampai ke bagian "itu". Dan marahnya Sol karena konflik kecil itu menurutku agak terlalu berlebihan karena mereka belum lama-lama banget loh official-nya. Tapi bukan berarti aku benci Sol. Justru aku gemes banget sama dia. Abang membangun karakter Sol dari lagu daerah Riau yang berjudul Soleram. Kalau yang tahu (masa sih ada yang nggak tahu?), kan ada lirik "Anak manis janganlah dicium sayang, kalau dicium merahlah pipinya." Aku kebayang Sol ini tipe-tipe cewek imut (apalagi dia suka animasi unyu macem Carousel Pony gitu), rada-rada pemalu, dan gampang blusing yang mudah banget bikin cowok geregetan sama dia pengen ngajak kenalan. Aku cukup dapet vibe itu. Cewek imut yang kelihatan polos, tapi aslinya mungkin nggak begitu. Dan untuk Jiro sendiri, dia nggak yang kayak sadar dengan pesonanya gitu dan tebar pesona sana-sini. Karena emang kedudukannya bos di cerita ini, jadi wajar kalau dia agak kalem dan kaku. Yang kusuka adalah relasi Jiro dan ayahnya, yang super penting sih buat bikin dinamika dalam cerita ini jadi nggak lempeng aja. Jiro dan ayahnya ini punya hubungan yang kurang enak, dan aku bisa merasakan gimana rasanya jadi Jiro. Dan aku suka adegan-adegan yang melibatkan Jiro dan ayahnya.

Perusahaan Jiro adalah perusahaan mainan, dan Abang juga bilang kalau idenya ini didapat dari artikel tentang bisnis orang lain dengan masalah serupa yang mengancam kestabilan bisnis orang tersebut. Kemudian Abang butuh waktu untuk menyusun plot dan riset-riset lain agar sempurna dan dapat dituangkan melalui What a Boss Want. Aku cukup suka sih idenya, karena mungkin pernah kepo juga tentang industri mainan terutama boneka, sebab aku sendiri juga bisa dibilang banyak koleksi boneka dengan berbagai karakter. Kalian penyuka boneka pasti seneng deh bacanya karena akan menemukan berbagai konsep desain boneka yang unyu-unyu kalau dibayangkan ada beneran, huhuhu. 

Aku cukup suka sama What a Boss Want. Hanya, aku rasa untuk halaman setebal ini, masih agak kurang untuk menjelaskan semuanya. Aku butuh interaksi Jiro dan Sol yang lebih lama. Aku butuh backstory yang panjang antara Jiro dan ayahnya supaya lebih mengena lagi. Aku butuh banjiran curhatannya Rahmat tentang pasangan-pasangan ngedate dia, hohohoho! Dan kupikir ada satu konflik yang melibatkan si karakter 'anu' yang sempat disebut-sebut, cuma ternyata nggak ada ya. Bersyukur sih, karena kalau ada malah agak bikin kesel, hehehe. Akhir kata, buku ini direkomendasikan untuk: 1. Penggemar Christian Simamora, 2. Cewek/cowok yang naksir sama bosnya sendiri, ataupun sebaliknya, 3. Kolektor boneka dan kepo sama industri boneka yang dijelaskan cukup oke di sini. Hmm, warning juga yah, buku ini masuk kategori dewasa karena ada 3 halaman lebih (seingetku) yang memuat adegan yang waw, hahaha. So, yang di bawah umur mungkin boleh baca tapi tolong skip adegan itu yaa 😂

Sunday, 22 April 2018

Aroma Karsa - Dee Lestari | Book Review

15:51 0 Comments


Judul: Aroma Karsa
Penulis: Dee Lestari
Penerbit: Bentang Pustaka
Jumlah Halaman: 724 halaman
Cetakan: Maret, 2018
ISBN: 9786022914631
Harga: 125.000
Rating: 4.7/5

Blurb:

Dari sebuah lontar kuno, Raras Prayagung mengetahui bahwa Puspa Karsa yang dikenalnya sebagai dongeng, ternyata tanaman sungguhan yang tersembunyi di tempat rahasia.
Obsesi Raras memburu Puspa Karsa, bunga sakti yang konon mampu mengendalikan kehendak dan cuma bisa diidentifikasi melalui aroma, mempertemukannya dengan Jati Wesi.
Jati memiliki penciuman luar biasa. Di TPA Bantar Gebang, tempatnya tumbuh besar, ia dijuluki si Hidung Tikus. Dari berbagai pekerjaan yang dilakoninya untuk bertahan hidup, satu yang paling Jati banggakan, yakni meracik parfum.
Kemampuan Jati memikat Raras. Bukan hanya mempekerjakan Jati di perusahaannya, Raras ikut mengundang Jati masuk ke dalam kehidupan pribadinya. Bertemulah Jati dengan Tanaya Suma, anak tunggal Raras, yang memiliki kemampuan serupa dengannya.
Semakin jauh Jati terlibat dengan keluarga Prayagung dan Puspa Karsa, semakin banyak misteri yang ia  temukan, tentang dirinya dan masa lalu yang tak pernah ia tahu
***

Sesuai judulnya, Aroma Karsa mengangkat indra penciuman manusia sebagai pesona utama. Meski dikatakan bahwa indra penciuman manusia masih kalah dengan hewan, namun ada pengecualian terhadap Jati Wesi. Bahkan lelaki itu dijuluki sebagai "Si Hidung Tikus" di tempat tinggalnya di Bantar Gebang. Untuk menyambung hidupnya, ia punya banyak pekerjaan, satu yang berhubungan dengan sampah, satu lagi tanaman, dan yang lainnya berhubungan dengan parfum. Ia bekerja di toko parfum Attarwalla milik Khalil Batarfi, bertugas untuk mereplikasi aroma dari wewangian kelas dunia. Khalil Batarfi bagi Jati Wesi adalah bapak yang ia harapkan namun tak bisa dimilikinya, sebab, selama ini ia hanya memiliki Nurdin Suroso, orang kuat di TPA yang mengklaim paling mengenai asal usul Jati yang dibuang sedari bayi dan hadir sebagai penyelamat hidup Jati, dan Anung Linglung, seorang yang dipercayainya sebagai bapak, yang tengah mendekam di penjara karena telah membunuh istrinya sendiri.

Mereplika parfum membawanya kepada permasalahan yang membuatnya berurusan dengan Raras Prayagung yang tidak terima parfum lokal produksi Kemara, perusahaan besar miliknya, dipalsukan oleh Attarwalla. Mengetahui kemampuan indra penciuman Jati, Raras tidak mau menyia-nyiakannya begitu saja, maka ia meminta Jati bekerja untuknya alih-alih mendekam di penjara. Hingga akhirnya Jati bertemu dengan Tanaya Suma, anak perempuan Raras yang tidak suka dengan keberadaannya dan terus berupaya mengibarkan bendera perang, yang ternyata juga memiliki indikasi kemampuan penciuman yang sama dengan Jati. Lambat laun Jati paham, ia ditampung untuk dimaksudkan menjadi salah satu tim ekspedisi untuk memenuhi hasrat seorang Raras Prayagung untuk membuktikan keabsahan dongeng Eyangnya, Junirah Prayagung, yang telah almarhum. Dongeng tentang Puspa Karsa, bunga yang aromanya mampu mengikat siapa saja. Yang Jati tidak sangka, perjalanannya menghidu aroma Puspa Karsa sejalan dengan perjalanannya membaui serpihan aroma masa lalu untuk menemukan siapa sebenarnya seorang Jati Wesi. 






Kemana saja saya selama ini? Baru membaca karya seorang Dee Lestari yang santer dibicarakan di mana-mana. Temanya unik sekali, olfaktori, reseptor indra penciuman, yang sudah pasti sangat memengaruhi kehidupan manusia. Bau enak, orang pasti mendekat, bau busuk, orang pasti bubar. Bau yang aneh, mungkin membuat penasaran, seperti yang dilakukan Jati Wesi yang terus mengidentifikasi bebauan yang selama ini dihidunya, membuatnya mampu menjadi salah satu perfumer dengan passion dan bakat yang patut diperhitungkan meski ia hanya tamatan SMA. Saya sangat mengapresiasi keapikan Dee Lestari dalam memadukan kompleksitas aroma dan menuturkannya dalam paragraf-paragraf cantik agar pembaca mengetahui dan dapat membayangkan seperti apa aroma tersebut, kemudian juga histori Jawa kuno, yang berhubungan dengan Kerajaan Majapahit, demit di Gunung Lawu, raja-raja jaman dahulu, tempat tersembunyi di hutan sebuah wilayah layaknya Wakanda (Black Panther) di tanah Afrika yang menyimpan harta karun yang jika diketahui mungkinakan diburu oleh seluruh manusia di dunia untuk tujuan masing-masing, juga arkeologi khususnya epigrafi dan segala macamnya yang juga menjadi unsur berpengaruh dalam cerita ini. Riset sudah tidak usah dipertanyakan, karena Dee Lestari memuat potongan-potongan informasi untuk Aroma Karsa melalui obrolannya dengan beberapa ahli (mulai dari sampah, sejarah, wewangian) yang dinyatakan dalam Ucapan Terima Kasih-nya.

Cerita dibagi dalam tiga babak: perkenalan Jati Wesi dan segala kerumitan hidupnya sebagai "anak hilang" di tengah-tengah gunungan sampah Bantar Gebang dan orang-orang di sekitar hidupnya, fase ketika ia diperkenalkan kepada orang baru, Raras Prayagung dan Tanaya Suma, yang juga membuatnya mampu terbungkus kulit baru, seakan-akan menjadi salah satu keluarga Prayagung meski dalam hatinya ia tetap orang TPA, sekaligus juga persiapannya di dunia produksi parfum dan masa pra-ekspedisi, yang terakhir adalah di mana kesemua tokoh yang berkepentingan tengah melakukan perburuan mencari Puspa Karsa yang dipenuhi oleh berbagai kejutan besar yang mampu mengarahkan pembaca untuk menemukan kunci-kunci yang berserakan demi membuka kotak misteri Puspa Karsa.

"Aroma adalah ketertarikanku sejak lama. Aku percaya pada kekuatan indra penciuman atas keputusan kita atas apa yang kita rasa, atas hidup mati kita. Ndilalah, penciuman juga indra yang paling sulit dipahami."

Apakah saya sudah menyebutkan bahwa buku ini sangat menarik, sampai-sampai dengan halaman sebanyak 700 halaman ini tidak mampu saya lepas dari mata meski sudah jam 3 pagi? Tiap lembarannya membawa saya untuk terus mencari dan mencari potongan puzzle yang selama ini membuat saya bertanya-tanya siapa sebenarnya Jati Wesi? Adakah Puspa Karsa itu nyata? Apa pengaruhnya? Dan siapa sebenarnya nama-nama yang terus menerus disebut Anung Linglung yang demensia? Saya mendapatkan semua jawabannya dan dapat tersenyum puas manakala cerita bergulir tetap dalam tempo yang pas, tidak makin cepat ataupun makin lambat menuju akhir cerita, membuat semangat saya dari mulai lembar awal hingga lembar akhir cerita rasanya tidak pernah mengendur.

Jalinan kata yang dibentuk oleh Dee Lestari sangat indah, bahkan adegan-adegan yang biasanya membuat pembaca belum cukup umur jengah kala membacanya, mungkin akan menangkapnya dengan nuansa yang berbeda, saking pilihan kata yang diambil memang benar-benar puitis. Untuk karakter-karakternya saya bisa bilang tidak semuanya dapat dinilai baik, karena kembali lagi tiap manusia punya sisi gelapnya tersendiri. Meskipun Jati Wesi orangnya tidak macam-macam, beberapa kali saya agak risi melihat lelaki itu tanpa sungkan menyuarakan pendapatnya yang bisa jadi menyinggung orang lain. Tanaya Suma yang cerdas namun penyakit hatinya membuat langkah yang diambilnya untuk menghadapi yang dianggapnya lawan tidak lagi mencerminkan kecerdasannya. Raras Prayagung yang telah memiliki hampir semua yang manusia lain ingin miliki namun masih terlena akan obsesi yang menghantuinya sejak dahulu. Seluruh tokohnya cukup kuat, beberapa punya tujuan tersendiri, punya obsesi yang ingin dipenuhi yang dapat membawa mereka menuju hal baik ataupun sebaliknya. 

Akhir yang dipilih juga tidak mencerminkan kebahagiaan maupun kesedihan, namun lebih terbuka kepada kemungkinan-kemungkinan selanjutnya yang saya harap (atau memang telah direncanakan tetapi saya tidak tahu) akan ada kelanjutannya. Adegan favorit saya sendiri adalah ketika saya diajak untuk mengetahui Jati Wesi serta pengalaman tim ekspedisi Puspa Karsa di pedalaman hutan yang ternyata sempat terjadi juga 26 tahun silam. Akhir kata, saya dengan senang hati menyatakan bahwa saya mendapatkan impresi yang luar biasa baik dari Aroma Karsa, dan mungkin juga akan menjadi penggemar baru Dee Lestari dengan karya beliau yang mendahului maupun di masa mendatang. 

"Dunia ini sesungguhnya dunia aroma. Penciuman adalah jendela pertama manusia mengenal dunia. Manusia lebih mudah dipengaruhi oleh yang tidak terlihat."

Monday, 12 March 2018

Blog Tour, Giveaway: Yes, Boss - Elektra Queen

21:37 1 Comments


Selamat malam semua! 🌙

Pada postingan ketiga dari rangkaian Blog Tour kali ini, aku berhak mengadakan giveaway yang berhadiah 1 (satu) eksemplar buku 'Yes, Boss' karya Elektra Queen persembahan Penerbit Twigora, yang bercerita tentang kisah romantis seorang bos dengan karyawannya di kantor tour & travel bernama Pelesiran. Bosnya, Ethan, dikenal sebagai 'Pemangsa Asisten', sedangkan Gaby, asistennya, sama sekali nggak masuk kriteria Ethan. Nah, loh, kok bisa mereka terlibat kisah romansa? Di Italia pula?

Sudah membaca review-ku tentang buku ini di blog readingvibes.blogspot.com? Kalau sudah, teman-teman berhak mengikuti giveaway ini. Langsung aja ya, persyaratannya adalah:

1. Follow IG @Twigora dan @lalabook.land
2. Baca review buku ini di readingvibes.blogspot.com (link lengkap ada di bio). Akan lebih baik jika meninggalkan komentar yang berhubungan dengan buku di sana 
3. Share postingan ini di IG story (tag aku saja) + timeline teman-teman. Gunakan hashtag #YesBossLalaBook. Tidak usah tag akun twigora ataupun aku.
4. Tag 3 orang di kolom komentar untuk ikutan giveaway ini.
5. Giveaway akan berlangsung selama 1 (satu) minggu dimulai dari hari ini, berakhir pada tanggal 19 Maret 2018.

Ingat ya, giveaway diadakan di Instagram. Jadi, good luck teman-teman! 💟

***


Jangan lupa juga ikutan juga rangkaian Blog Tour-nya di blog para host di bawah ini!


1– 2 Maret:Pertiwi Yuliana 


3– 4 Maret: Sri Sulistyowati

5– 6 Maret: Afiyatul Futhona

7-8 Maret:Farida Endah

9-10 Maret:Tasya Devi

11-12 Maret:Fabiola Izdihar

13-14 Maret:Pida Alandrian

Blog Tour, Book Review: Yes, Boss - Elektra Queen

17:29 7 Comments

Judul buku: Yes, Boss
Penulis: Elektra Queen
Penerbit: Penerbit Twigora
Jumlah Halaman: 410 halaman
Harga: Rp92.000

Blurb:
Ethan Alexander Fahim adalah masalah. Tak hanya ganteng setengah mati, direktur agen perjalanan Pelesiran itu juga punya reputasi memacari asistennya sendiri. Masalahnya, hubungan tak profesional itu biasanya tak bertahan lama dan berakhir tragis: si asisten memutuskan untuk berhenti ketimbang sering-sering bertemu dengan orang yang bertanggung jawab membuatnya patah hati.

Gabriella Rosleen telanjur mencintai pekerjaannya ini. Jadi ketika terpaksa menggantikan asisten lama Ethan yang baru saja berhenti, Gaby berjanji dalam hati untuk tak tergoda pesona bosnya itu. Secara teori, terdengar logis dan gampang—tapi praktiknya? 

Hidup Gaby bertambah sulit ketika Ethan meminta—no, menugasinya untuk mendampingi laki-laki itu mengetes paket perjalanan bulan madu yang akan jadi produk baru Pelesiran. Tak hanya selalu bersama bosnya setiap harinya, dia juga harus menikmati perjalanan itu sebagai ‘pasangan’ Ethan. Kalau sudah begini, bagaimana cara Gaby bertahan lebih lama? Perempuan mana yang sanggup melindungi hatinya dari Ethan selama perjalanan romantis di Italia?  

***

Yes, Boss ini adalah kisahnya Gaby dengan atasannya yang kelihatan sulit digapai, yaitu Ethan. Gaby bekerja di Pelesiran, perusahaan keluarga Fahim yang kini dikelola oleh Ethan dan kakak-kakaknya, Barry dan Ian, selepas kepergian orangtua mereka untuk selama-lamanya. Pelesiran menggeluti bidang travel, menyajikan paket-paket wisata kepada para konsumennya dengan pilihan tujuan di dalam maupun luar negeri. Di kantor, Ethan terkenal sebagai bos 'pemangsa asisten'. Coba hitung sudah berapa asisten pribadinya yang ia pacari, mungkin kamu langsung akan mengamini julukan itu. Yang terakhir adalah Vira, yang bernasib sama seperti perempuan-perempuan lainnya yang Ethan pacari terlebih dahulu--putus, kemudian mengundurkan diri dari jabatannya, sekaligus keluar dari Pelesiran. Hal ini makin membuat Gaby ngeri berhadapan dengan Ethan yang tidak berperilaku seperti Barry, kakaknya, sekaligus atasan Gaby sekarang.

Ethan memiliki perawakan dan fisik yang hampir sempurna, bahkan Gaby pun tidak bisa menghindar dari pesona Ethan dan mengakui ketampanannya. Tetapi Gaby tahu ua hanya bisa pasrah karena selera Ethan sangat tinggi, dan dirinya tidak masuk dalam kriteria Ethan yang mana pun. Sampai suatu hari, karena kinerja Gaby yang dinilai sangat baik oleh atasan-atasannya, ia direkrut sebagai asisten Ethan untuk menggantikan Vira, sekaligus sebagai teman seperjalanan Ethan ke Italia untuk melakukan survey tentang paket honeymoon ekonomis yang tengah disusun oleh Pelesiran! Entah apakah ini nasib buruk bagi Gaby, bepergian berdua dengan atasannya yang tampan namun terlihat angkuh ke salah satu negara yang paling romantis sedunia. 

***

Nama Elektra Queen mulai dikenal sebagai pemenang utama kompetisi menulis Penerbit Twigora tahun lalu. Genre yang diusung di buku ini sudah tentu adalah romance, namun diberikan bumbu-bumbu romansa yang terjadi di kantor. Interaksi antara bos dengan staf-nya yang seharusnya profesional, malah diwarnai dengan kisah cinta dan rasa sayang. Yang aku sukai adalah interaksi antar karyawan dan berbagai macam jenis pekerjaan yang dilakukan di sebuah kantor travel tergambar cukup baik dalam 'Yes, Boss'. Banyak sekali tempat-tempat indah dimention dalam novel ini sebagai bagian dari pekerjaan karyawan Pelesiran. Nah, yang paling menarik adalah ketika Italia dijadikan setting yang cukup mendominasi di buku ini beserta segala penggambaran suasana dan juga informasi mengenai berbagai tempat dan bangunan cantik yang dijadikan lokasi wisata hampir semua turis di dunia ini. Deksripsi tentang Italia sangatlah detail, mulai dari Roma, Florence, Napoli, Pompeii, dan Pulau Capri dituliskan dengan sangat baik. Aku sangat menikmati kisah Gaby dan Ethan selama berpetualang di kota-kota menawan di Italia. Padahal, sangat banyak deksripsi historis atau narasi-narasi tentang informasi tempat tersebut yang sangat mirip dengan buku panduan tur yang biasanya nggak begitu aku suka. Misalnya seperti penjelasan latar belakang bangunan itu didirikan dan sebagainya. Tetapi di novel ini perjalanan yang dilakukan dipandu oleh seorang tour guide, dan penulis sangat pintar menyiasatinya dengan memasukkan berbagai informasi tersebut sebagai dialog dari si pemandu wisata, bukan narasi penulis. Dan tempat-tempat tersebut dapat dimanfaatkan oleh penulis dengan baik sebagai latar tempat yang mampu membangun suasana romantis bagi Ethan dan Gaby dengan berbagai macam kegiatan yang mereka lakukan seperti minum wine bersama, makan di restauran bersama, sehingga tidak hanya menjadi tempelan. Sayangnya, buku setebal ini sama sekali tidak dilengkapi oleh ilustrasi yang dapat menambah nilai plus dan membantu pembaca dalam membayangkan suasana tempat tersebut. Mungkin dalam terbitan selanjutnya, hal ini dapat dipertimbangkan oleh penerbit.

Selanjutnya adalah mengenai alur ceritanya. Aku sangat menikmati alurnya, termausk interaksi antara Gaby dan Ethan serta kepada teman-teman kerja lainnya. Terlihat bahwa hubungan Gaby dan Ethan berkembang dari waktu ke waktu, proses pemupukan perasaan itu dijelaskan dengan baik diwarnai dengan berbagai peristiwa yang mengharuskan mereka berdua untuk selalu berbicara satu sama lain, intimasi yang membuat mereka berdua mulai menyadari ada 'sesuatu' yang mulai bertumbuh selama perjalanan mereka dari satu kota ke kota lainnya. Meskipun satu hal, aku kurang menyukai beberapa konflik yang dihadirkan. Namun, masalah tersebut dapat terbayarkan dengan interaksi lucu-romantis-mengesalkan yang terjadi antara Gaby dan Ethan. 

Untuk karakter dari tokoh-tokoh yang ada, aku paling menyukai Barry yang sangat supel meskipun ia adalah seorang bos, dan bisa dibilang lebih menawan daripada Ethan jika tidak hanya dibandingkan dari segi fisik. Tokoh yang tidak kusukai, mungkin bisa ditebak dan agak mengherankan--Ethan. Menurutku hanya di awal saja ia diperkenalkan sebagai lelaki rasional yang nggak mau ribet dan nggak kekanakan ketika pacaran, namun lama-kelamaan agak mengesalkan juga melihat tingkahnya kepada Gaby, meski tidak sedikit juga momen-momen di mana aku cukup menyukainya. Sementara Gaby, menurutku ia adalah gadis yang cukup profesional, dan lebih baik melupakan perlakuan tidak mengenakkan seseorang dibandingkan harus memikirkannya dan menjadikannya beban hidup. Gaby ini lepas, namun ia juga nggak bisa diperlakukan seenaknya, nanti ia bisa marah. Ia juga tipe yang makin ditantang, semakin berani. 

Selain itu, bagi teman-teman yang takut novel ini penuh adegan 'panas' karena dua tokohnya sama-sama dewasa dan ini novel romance, jangan takut, karena novel ini masih sangat sopan. Keintiman dan sentuhan-sentuhan fisiknya juga nggak se'ganas' novel-novelnya Christian Simamora (yang aku suka banget sih). Jadi masih cukup aman buat anak-anak 17 tahun ke bawah 😀 Overall, bagi kalian yang suka cerita romantis ditambah dengan latar luar negeri yang ciamik, novel ini bisa banget dijadikan pilihan!



Sunday, 11 March 2018

Blog Tour: Wawancara Bersama Elektra Queen, Penulis 'Yes, Boss'

10:06 3 Comments


Selamat pagi semuanya, apa kabar?

Aku berharap aku bisa membawa kabar gembira hari ini. Setelah sebelumnya aku menggembar-gemborkan akan menjadi salah satu host Blog Tour dari Penerbit Twigora, kini tibalah saatnya giliranku untuk menjadi host setelah sebelumnya sudah ada beberapa host yang mendahului. Sebelumnya, aku ingin berterima kasih kepada Penerbit Twigora karena telah memberikan kesempatan padaku untuk bekerja sama.

Nah, jadi langsung aja ya kepada mekanisme Blog Tour-nya. Hari ini aku akan mengepos hasil wawancaraku bersama Elektra Queen, penulis ‘Yes, Boss’ seputar proses kreatif saat menulis serta seputar isi buku ‘Yes, Boss’. Tanpa belama-lama lagi, langsung aja yuk cek jawabannya di bawah ini!
1. Bagaimana cara Elektra Queen meriset setting Italia yang cukup detail untuk dituliskan dalam Yes Boss? Misalnya penggambaran tempat-tempat yang hanya bisa dilihat melalui layar gadget. -->  Saya tidak cuma berselancar di dunia maya. Kebetulan, saya punya setumpuk buku dan majalah tentang Italia, mulai dari sejarah hingga kota-kotanya. Saya juga lumayan sering menonton tayangan bersetting di Italia (bukan film). Semua itu yang menjadi modal saat saya menulis Yes, Boss. Malah bisa dibilang pencarian data di internet lebih merupakan pelengkap karena memang saya sudah memiliki bahan-bahannya. 
2. Buku atau film apa saja yang menjadi referensi Elektra Queen ketika menulis Yes Boss? Karena buatku sendiri cukup menarik menyaksikan interaksi antara dua orang yang seharusnya hanya punya hubungan profesional. --> Ada banyak buku-buku tentang sejarah Italia, setumpuk majalah National Geographic, hingga buku-buku travel. Sementara untuk tayangannya sendiri saya banyak menonton acara memasaknya David Rocco yang mengambil tempat di berbagai kota Italia. Hingga tayangan seputar street food di negara tersebut. 
 3. Novel Elektra Queen yang sebelumnya (Wonderfall) juga lebih kurang menceritakan tema sama yaitu relasi romantis antar pekerja dan bosnya. Jika ada kerjasama lagi dengan Twigora, apakah tertarik untuk mengangkat romance jenis lain?
-->  Saya selalu tertarik mencoba tema-tema lain. Namun untuk saat ini masih akan berkutat pada hubungan asmara di antara rekan sekerja. 
4. Lagu apa yang direkomendasikan oleh Elektra Queen yang cocok untuk menemani pembaca ketika membaca Yes, Boss?
--> Lagu Secret Garden (Bruce Springsteen), Just A Kiss (Lady Antebellum), Wonderwall (Oasis), dan Something Stupid (Robbie Williams & Nicole Kidman)
[Aku tambahin link-nya supaya teman-teman pembaca bisa langsung dengar lagunya]Secret Garden - Bruce Springsteen: https://www.youtube.com/watch?v=WiLosOQP400, Just A Kiss – Lady Antebellum: https://www.youtube.com/watch?v=v_yTphvyiPU, Wonderwall – Oasis: https://www.youtube.com/watch?v=bx1Bh8ZvH84  
5. Siapa yang Elektra Queen bayangkan ketika mencipakan karakter Ethan, Gaby, Barry, Ian, dst?
-->  Kelemahan saya, tidak pernah bisa mengasosiasikan tokoh-tokoh utama novel saya pada sosok selebriti tertentu. Tapi ceritanya agak berbeda jika berkaitan dengan tokoh-tokoh pendukung.  Di kepala saya, Ethan adalah Ethan, dengan sederet ciri fisik yang saya sebutkan di novel. Begitu juga dengan Gaby.
Nah, udah menyimak jawabannya? Semoga teman-teman bisa lebih mengenal ceritanya ya sebelum membacanya, atau bahkan bagi yang sudah membaca, akan lebih mengetahui informasi tentang buku ini lewat jawaban penulis. Anyway, nantikan postingan-postingan selanjutnya tentang Review Buku dan Giveawa-nya ya. Cheerio!

***

Tentang penulis

ELEKTRA QUEEN:
Kolektor buku-bukunya Sidney Sheldon dan novel-novel bergenre paranormal romance. Sangat menyukai aroma petrichor, cokelat, durian, serta pisang goreng kipas. Fans Lionel Messi, Seal, The Script, dan Wet Wet Wet.
Susah bangun pagi, (kadang) agak malas mandi, kolektor foto kota-kota cantik di Eropa, suka makan tapi tidak bisa masak, nyaris tiada hari tanpa menyantap seafood, sangat ingin pindah ke lokasi syuting Midsummer Murders.
Menulis tanpa ambisi apa pun kecuali ingin berbagi kisah romantis yang (semoga) bisa membuat hati ikut berdenyut. Sengaja memilih genre romance karena setiap manusia selalu butuh cinta. 

***




Blog Tour akan diadakan selama 12  hari dengan jadwal sebagai berikut:

1– 2 Maret: Pertiwi Yuliana 

3– 4 Maret: Sri Sulistyowati


5– 6 Maret: Afiyatul Futhona

7-8 Maret: Farida Endah

9-10 Maret: Tasya Devi


11-12 Maret: Fabiola Izdihar

URL Blog: readingvibes.blogspot.com (you're here)

13-14 Maret: Pida Alandrian


Saturday, 10 February 2018

Book Review, Blog Tour, Giveaway: SIlence - Akiyoshi Rikako

11:41 22 Comments



Judul Buku: Silence

Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerbit: Penerbit Haru
Jumlah Halaman: 326 
ISBN: 9786026383389
Harga: 69.000
Rate: 3,5 out of 5

Blurb:
Kenapa aku tidak bisa keluar dari pulau ini?

Miyuki dibesarkan di Yuki-no- Shima, sebuah pulau terpencil yang konon dilindungi oleh Simatama-san, dewa penjaga pulau. Miyuki yang bermimpi menjadi artis akhirnya keluar dari pulau itu dan tinggal di Tokyo, meskipun ditentang oleh kedua orangtuanya.

Setelah lama tidak pulang, akhirnya tahun ini Miyuki akan pulang bersama dengan Toshiaki, kekasihnya. Meski awalnya Miyuki tidak menyadarinya, tapi sepertinya Simatama-san tahu ada yang tidak beres dengan Toshiaki.


Apa pun yang terjadi, Shimatama-san pasti melindunginya, kan?

***

Silence bercerita tentang kehidupan Miyuki, seorang gadis yang tinggal di desa kecil di sebuah pulau yang berpenghuni sedikit. Yuki-no-shima nama pulau tersebut, pulau misterius yang ditutupi salju tebal, namun kecantikannya terpancar dari mana-mana. Miyuki mempunyai mimpi besar menjadi seorang idola dan bisa pergi ke Mainland Jepang, namun keluarganya yang konservatif tidak merestui cita-cita Miyuki, terutama ayahnya. Miyuki akhirnya gagal mencapai cita-citanya, meski begitu ia dapat tetap bekerja di industri hiburan Jepang di Tokyo sebagai manajer idola, Kaori. Di Tokyo pula, ia dapat bertemu seorang laki-laki yang menjadi idamannya, yaitu Toshiaki, yang akhirnya ia ajak untuk menemui orangtuanya di pulau itu. Walaupun Miyuki juga sedikit enggan untuk kembali, mau tidak mau mereka harys kesana untuk mengurusi rencana pernikahan mereka. Akankah hubungan Miyuki dan Toshiaki diterima oleh orangtua Miyuki dan seluruh kerabatnya?


My Thoughts:
Mungkin kalau kalian hanya membaca tulisan diatas kalian akan berpikir bahwa Silence adalah kisah romansa biasa, atau bahkan malah cerita haru tentang kehidupan seseorang yang berusaha mencapai berbagai impiannya. Lantas, apa hubungannya dengan kovernya yang didominasi warna hitam, dan sosok seorang perempuan yang menampakkan ekspresi yang sulit ditebak?

Silence lebih dari itu semua.

Aku tahu bagi kalian penyuka Akiyoshi Rikako akan paham alur novel ini akan dibawa kemana dan setiap lembarnya akan bertabur nuansa apa. Misteri, thriller, yang seperti itu. 

Sebelum disuguhi hal-hal yang "Akiyoshi Rikako" banget, aku diajak menyelami kehidupan seorang gadis desa yang memiliki mimpi untuk keluar dari sana, merasa tidak ingin terjebak sampai akhir hayatnya untuk tinggal di pulau itu. Wajar ya, namanya remaja, pasti akan ngiler melihat hal-hal baru yang sama seklai belum pernah ia rasakan. Begitu juga dengan tokoh utama kita ini, Miyuki, gadis yang terkenal cantik seantero pulau, memiliki mimpi menjadi idol Jepang. Aku diberikan gambaran kehidupan Miyuki di desa, dan kemudian gambaran kehidupan Miyuki dewasa di Tokyo. Penulis dengan apik memberikan ilustrasi sangat baik perihal perbedaan hidup di desa dan kota besar, mulai dari budayanya, kepraktisannya, cara mereka bersosialisasi, tindak tanduk dan semua sikap mereka. Itu poin plus yang menjadi keseruan sendiri, aku sebagai pembaca jadi bisa menerka-nerka dan membayangkan, apa jadinya seperti itu jika aku tinggal di desa? Apakah memang seperti itulah perbedaannya? Dan apakah sekeras itu kehidupan seorang idol di kota? Penuh larangan ini dan itu.

Aku menyukai penceritaan kisah hidup Miyuki yang sedikit miris, yang mungkin kalian para pecinta kisah romansa akan geregetan melihat tingkah Miyuki dalam memperlakukan kekasihnya, Toshiaki, yang diterpa banyak masalah dan terlihat seperti tidak layak untuk gadis itu, terlepas dari ketampanan, nama besar, dan kekayaan yang ia miliki. Tetapi justru dari sinilah semua cerita Silence dimulai. 

Poin kedua yang kusukai dari Silence adalah banyaknya istilah yang bukan hanya ungkapan-ungkapan dalam bahasa Jepang, namun juga budaya Jepang, mulai dari perayaan, makanan, sampai kepercayaan dewa-dewa penjaga pulau yang disuguhkan oleh penulis disini. Dibantu juga dengan footnote yang cukup banyak tentang penjelasan-penjelasan istilah tersebut. Terjemahannya juga sangat baik, dan minim sekali kesalahan pengetikan, bahkan mungkin kalau aku tidak terlewat, aku tidak menemukan satu pun. Good job, Penerbit Haru!

Sudut pandang penceritaan Silence berpindah-pindah dari tokoh satu ke tokoh yang lain dan menceritakan segala macam hal melalui pikiran tokoh tersebut, mulai dari Miyuki, dan seterusnya. Hal ini membuat kita dapat melihat petunjuk-petunjuk untuk menjelaskan suatu kejadian yang kemungkinan didapatkan dari berbagai pengakuan para tokohnya. 

Hal ini pula yang membantu menjalankan alur cerita sampai menemui akhirnya, dan membawaku kepada twist yang disediakan oleh Akiyoshi Rikako. Jujur, kemungkinan beberapa dari kalian akan berpikir bahwa twistnya memang tidak se-menggelegar Girls in The Dark atau Holy Mother. Tetapi entah mengapa, meskipun sebenarnya twist dan ending-nya tidak benar-benar dijelaskan secara gamblang, tetapi mungkin beberapa orang masih dapat menarik kesimpulan pasti dari situ, justru itulah yang membuat menarik. Seakan-akan pembaca diharuskan untuk menebak sendiri, apakah benar akhir ceritanya terjadi seperti yang dipikirkan? Atau malah tidak? Selama membaca, aku hanya memikirkan satu jawaban yang seperti paling memungkinkan, namun ternyata penulis memberikan alternatif lain yang sepertinya lebih menjelaskan segalanya, termasuk kenapa ada tokoh ini dan itu yang ikut menjadi tokoh utama yang bercerita selain Miyuki. Yang paling aku sukai adalah halaman paling akhir yang benar-benar menegaskan bahwa memang ada "sesuatu" yang terjadi disana, meski sebenarnya sudah cukup jelas apa tujuan hal-hal tersebut terjadi dengan melihat berbagai interaksi dan kondisi yang ada di pulau tersebut. Dan aku menganggap akhir cerita ini adalah sesuatu yang sangat keren, inilah yang membuatku menyukai J-lit.

Akhir kata merekomendasikan novel ini kepada penggemar Akiyoshi Rikako, penyuka kisah-kisah berlatar Jepang, dan kepada siapapun yang simply menyukai tulisan keren!


Sebelumnya, aku mau berterima kasih kepada Penerbit Haru, yang telah berbaik hati memilihku menjadi salah satu host Blog Tour ini (yay!), memberiku kesempatan untuk membaca buku ini.

Nah, pada kesempatan kali ini, aku juga diberikan tugas untuk berbagi kebahagiaan dengan teman-teman semua melalui giveaway! Tugasku sebagai host disini hanyalah memberikan sebuah clue yang nanti akan kalian jadikan sebuah paragraf (minimal satu paragraf, maksimal empat paragraf), bersamaan dengan clues lain yang dapat kalian temukan di blog host lain. Nanti kalian bisa menyimpan jawaban tersebut dalam hati dan tulis jawabannya pada final giveaway di facebook page penerbit Haru yang akan digelar setelah event blog tour ini selesai. Wajib, loh! Hohoho.

Syarat lanjutannya dapat kalian simak di bawah ini ya:
1. Follow akun Instagram @penerbitharu (wajib) dan @lalabook.land (opsional)
2. Like fanpage Penerbit Haru (sangat wajib, karena giveaway final diadakan disana), follow twitter @penerbitharu
3. Mengumpulkan clues di setiap blog host, dan menyusunnya menjadi sebuah paragraf (maksimal 4 paragraf)
4. Meninggalkan komentar di blog ini dengan mencantumkan nama akun Facebook teman-teman.


Selain Silence, ada juga loh blog tour Hyouka dan Realize! Cek jadwal dan juga alamat blog-nya di bawah ini ya :D 

Semoga beruntung, teman-teman! ^^