Follow Us @soratemplates

Tuesday, 17 July 2018

Blog Tour: Book Review Contract Partner - MrsMathrange

19:39 6 Comments
Judul: Contract Partner
Penulis: MrsMathrange
Penerbit: Penerbit Twigora
Jumlah Halaman: 368 halaman
Sc: 14 x 20 cm
Bookpaper 55 Gr
ISBN: 978-602-51290-4-9
Harga: Rp86.000

Tagline:
BAHAGIA TAK PERNAH SEDERHANA

Blurb:

MUNGKIN SUATU HARI NANTI KAU AKAN MENGERTI,
KALAU HATI TIDAK DICIPTAKAN UNTUK MENGHANCURKAN HATI ORANG LAIN.

Benar-benar sulit dipercaya, seorang CEO tampan dan muda seperti Julian Reed melamar Jane Fisher, salah satu pegawai di perusahaannya.
Sayangnya, ini sungguh berbeda dengan plot cerita romantis yang selama ini dia dengar dan baca. Malah, ketika dilamar, Jane merasa itu adalah kali pertama bosnya itu berbicara padanya.
Kejadiannya pun sangat cepat dan blak-blakan. Di ruang kerjanya, Julian menyodorkan sebuah amplop cokelat berisi dokumen ke arah Jane. Perempuan itu benar-benar terkejut ketika membaca tulisan bold di halaman pertamanya

KONTRAK PERNIKAHAN
ANTARA JULIAN REED DAN JANE FISHER

Meskipun terasa ganjil, Jane akhirnya mengambil risiko dengan menandatanganinya.
Sesuatu yang belakangan dia sesali ketika akhirnya tahu alasan sebenarnya Julian mau menikahinya....


Kisah Contact Parner adalah tentang Jane Fisher yang merupakan seorang karyawati di sebuah perusahaan yang dipimpin oleh Julian Reed. Siapa sih Julian Reed itu? Kabarnya dia adalah bos yang "ganas", buktinya bisa dilihat dari karyawannya yang satu per satu ia pecat hanya karena hal sepele. Karena itulah, Jane tidak bisa membuang pikiran buruknya ketika ia dipanggil oleh sang bos ke ruangannya. Bisa saja ia langsung dipecat dengan tidak hormat dan membuat dirinya jadi pengangguran hanya dalam waktu sekian detik.


Ternyata, Julian Reed tiba-tiba menyodorkan kontrak pernikahan untuknya yang menyatakan bahwa Jane harus menjadi istrinya. Mulanya Jane memang ragu dan takut, tetapi ketika mengetahui sifat asli Julian dari Robert Coleman, orang kepercayaan Julian, Jane mulai luluh. Ia pada akhirnya mulai mempertimbangkan untuk menyetujui kontrak tersebut. Jane mulai terbayang-bayang akan impian masa kecilnya untuk menjadi seorang pengantin, ia yakin ayah dan ibunya di surga akan bahagia untuknya. 



Hal tersebut semakin dikuatkan oleh sikap manis Julian yang perlahan-lahan ditunjukkan padanya hingga mereka akhirnya mengucapkan janji pernikahan. Namun setelah itu, Julian tiba-tiba bersikap dingin dan ketus kepada Jane, membuat Jane kembali mempertanyakan apa tujuan Julian memintanya untuk menikah dengannya? Apa rahasia di balik kontrak pernikahan tersebut?





Contract Partner itu sudah ramai di Wattpad sebelum diterbitkan, jadi mungkin buku ini udah banyak fans-nya duluan, ya. Sebagai info, kabarnya cerita ini sudah dibaca 2,9 juta kali di Wattpad!


Contract Partner ditulis dengan bahasa kaku gaya novel terjemahan. Setting-nya pun dipilih penulis berada di New York, Amerika Serikat. Covernya dominan warna lembut, biru dan merah muda. Seakan-akan menggambarkan kebahagiaan. Namun cerita yang dialami tokoh utama kita ini dalam hidupnya, tidak merepresentasikan ilustrasi manis yang ada di sampulnya. Sesuai tagline novel ini: "Bahagia tak pernah sederhana". 



Novel ini adalah tentang office romance, memuat kisah cinta bos dan karyawannya. Novel ini memang cukup didominasi oleh perlakuan manis Julian kepada Jane, tidak terkecuali adegan-adegan intim yang harus dihindari para pembaca di bawah umur. Lumayan eksplisit penggambarannya, jadi ini masuk kategori novel dewasa menurutku. Bahkan adegan-adegan tersebut dituliskan beberapa kali.
Aku punya beberapa catatan yang harus kusampaikan mengenai buku ini. Aku merasa ada beberapa plot holes yang perlu dijelaskan, ada beberapa cerita yang perlu ditulis lebih dalam dan disampaikan lebih detail kepada pembaca. Ada banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang tidak terjawab dan tidak diungkap oleh penulis. Sengaja atau tidak sengaja. Aku menilai masih terdapat beberapa kekurangan dari novel ini, yang jika terpenuhi, menurutku bisa lebih baik. 



Mungkin saja, ketika pembaca membaca novel ini dengan sudut pandang lain, mereka akan memandang novel ini dengan kacamata yang sama denganku ketika telah selesai membacanya. Aku merasa ada sesuatu yang baik, yang coba disampaikan penulis melalui novel ini. Begitu banyak kalimat tertuang untuk menggambarkan kehidupan Jane selepas menikah. Jane yang awalnya merupakan seorang pekerja, lulusan terbaik Universitas Columbia, mengubah aktivitasnya menjadi seratus persen istri yang baik yang selalu melayani suami. Seburuk apapun perangai suaminya terhadap dirinya. Di sinilah mulai terlihat "keseruannya".

Aku menilai fenomena ini cukup banyak ditemui di kalangan masyarakat, toxic relationship yang terus dipertahankan orang-orang yang belum tahu bagaimana caranya untuk terbebas dari "perangkap setan" tersebut, atau sudah tahu caranya namun belum rela untuk melepaskan semua. Masih memiliki harapan akan adanya kebahagiaan yang datang menjemput mereka secepatnya, harapan mengenai perubahan ke arah lebih baik yang akan terjadi jika mereka terus bertahan. Aku merupakan tipe yang menilai pasangan merupakan partner, bukan orang yang bertugas untuk mengamini segala perintah dan keinginan kita ketika meski sendiri masih mampu melakukannya. Makanya aku terus terang selalu mengerutkan dahi melihat cara Julian memperlakukan Jane. Mungkin bagian ini yang akan berhasil membuat pembaca baper dan geregetan.

Aku tidak tahu apa pesan yang dicoba disampaikan oleh penulis sebenarnya, tetapi jika aku boleh menilai, sesuatu yang dapat diperoleh dari cerita ini cukup deep. Mungkin saja ini juga merupakan bentuk kritik dan protes dari penulis mengenai fenomena yang sering ia temui dalam hubungan percintaan? atau mungkin konflik yang diciptakan memang seperti itu tanpa ada maksud untuk menyampaikan pesan seperti itu kepada pembaca. Apa pun itu aku cukup menyukai akhir yang dipilih penulis. Untuk ending, aku agak kaget sedikit ya tentang pilihan penulis, namun aku bisa memahami jika backstory karakter lebih diperkuat lagi.



Monday, 16 July 2018

Blog Tour: Ask Author (MrsMathrange, Penulis 'Contract Partner')

21:54 3 Comments

Selamat malam semuanya, apa kabar?

Aku berharap aku bisa membawa kabar gembira hari ini. Setelah sebelumnya aku membuat video unboxing Special Box dari Twigora dan 'menawarkan' giveaway kepada teman-teman, kini tibalah saatnya giliranku untuk menjadi host dan membuat tiga postingan terkait buku Contract Partner yang akan diakhiri dengan postingam giveaway. Sebelumnya, aku ingin berterima kasih kepada Penerbit Twigora karena telah memberikan kesempatan padaku untuk bekerja sama.

Nah, jadi langsung aja ya kepada mekanisme Blog Tour-nya. Hari ini aku akan mengepos hasil wawancaraku bersama MrsMathrange, penulis ‘Contract Partner’ seputar proses kreatif saat menulis serta seputar isi buku ‘Contract Partner’. Tanpa belama-lama lagi, langsung aja yuk cek jawabannya di bawah ini!
1. Bagaimana kisah MrsMathrange memulai karir menulis di Wattpad? 
Kisah aku menulis di Wattpad bermula pada saat awal tahun 2016, waktu itu aku baru aja pindah ke sebuah kantor yang ada di pusat Jakarta. Dari rumahku ke kantor, aku memerlukan waktu yang cukup lama di perjalanan (aku pakai kereta sebagai public transport, Jakarta maceeet booo hehehehe). Ditambah lagi  terkadang aku suka datang kepagian dimana kantornya masih digembok alias belum buka. Nah disana aku ngerasa waktuku ketika di kereta dan waktu menunggu kantor buka akan terasa sangat sia-sia kalau aku cuma untuk entertain diriku dengan ponsel (nonton video, main game, chatting dll). Dari sana aku coba untuk cari hal yang bisa buat aku lebih produktif, dan ketemulah wattpad. Terus nulis, nulis dan nulis. Akhirnya, karena kebiasaan, menulis tuh jadi kaya kewajiban.

2. Apa saja tips untuk penulis pemula yang ingin mulai menulis lewat Wattpad? Aku rasa banyak pembaca yang ingin juga menulis dan butuh "pencerahan" dari penulis dari Wattpad yang telah menerbitkan sebuah buku. 
Kalo dari aku pribadi sih, tentukan goals kalian. Itu paling penting! Tapi bukan Goals yang seperti: Aku pengen punya karya yang dibaca sekian juta pasang mata, atau Aku pengen karyaku diterbitin. Jangan result oriented gitu, tapi process oriented. Goalsnya seperti : Aku harus nulis tiap hari, atau chapter sekian aku harus selesai dalam waktu berapa hari. Nikmati proses menulisnya, kalo lagi malas nulis, paksakan! Walaupun hasilnya jelek, but that’s better dibandingkan nggak menulis sama sekali. Dari sana, lama kelamaan kualitas hasil karya kalian akan terus lebih baik. Nah untuk teknis menulisnya, perbanyak baca atau nonton film. Aku sih lebih suka nonton film, soalnya aku ga terlalu suka baca (eh :p)

3. Apa inspirasi dan apa dorongan dari MrsMathrange untuk menulis Contract Partner ini? Karena jujur aku menemukan sesuatu yang berbeda yang ada di novel ini. Aku ingin mengetahui juga apa sebenarnya pesan yang ingin disampaikan penulis, apakah sesuai dengan caraku dalam menyimpulkan pesan novel ini.
Aku sudah lupa inspirasinya dari mana, karena plot Contract Partner ini udah kubuat sejak aku SMA, tapi dulu plot ini kubuat untuk naskah komik (dulu aku sempet punya cita-cita sebagai komikus)). Ketika ketemu wattpad, aku memutuskan untuk memakai plot Contract Partner ini, tapi tentunya dengan beberapa perubahan tentunya. Pesan utamanya sih 'Jangan terlalu mudah menyimpulkan'.

4. Aku mengetahui profil MrsMathrange yang bekerja sebagai arsitek & desainer interior. Apakah ada keinginan di novel selanjutnya untuk menjadikan salah satu dari pekerjaan tsb sebagai pekerjaan utama tokoh? Atau memasukkan unsur-unsur arsitektur dalam cerita.
Sebenarnya sih aku sudah pernah memasukkan unsur-unsur pekerjaan arsitek ke dalam cerita yang pernah aku buat, tapi hanya minor. Sempat kepikiran mau bikin tokoh utama yang punya pekerjaan sepertiku, tapi untuk sekarang sih belum pengen-pengen banget. Karena, yang ada nanti aku akan keingetan terus kerjaan asliku yang masih numpuk. hahahah.


5. Apakah ada keinginan untuk membuat sekuel novel Contract Partner ini? Atau spin-off nya?
Tunggu aja surprise-nya :)
Nah, udah menyimak jawabannya? Semoga teman-teman bisa lebih mengenal penulisnya ya sebelum membaca bukunya, atau bahkan bagi yang sudah membaca, akan lebih mengetahui informasi tentang buku ini lewat jawaban penulis. Anyway, nantikan postingan-postingan selanjutnya tentang Review Buku dan Giveaway-nya ya. Cheerio!

***


Profil Penulis
Mrsmathrange,
Wanita yang lahir di Jakarta pada bulan Januari 1993 ini merupakan pengidap Atelophobia. Ia masih bergerilya dalam dunia penulisan dengan bersembunyi di balik nama penanya dan tetap bersandar pada pekerjaan utamanya sebagai Arsitek dan Desainer Interior yang telah ia geluti semenjak tahun 2014.
Social media :
Wattpad: @mrsmathrange

Instagram : @mrs.mathrange

***



Blog tour akan diadakan selama 14  hari dengan jadwal sebagai berikut:

14 – 15 Juli 2018: CAROLINA TEDJAPRANATA
URL Blog: www.wolfcxreads.wordpress.com

16 – 17 Juli 2018 : FABIOLA IZDIHAR
URL Blog:
readingvibes.blogspot.com (you're here!)

18 – 19 Juli 2018: ASRI RAHAYU MS
URL Blog: www.peekthebook.com

20 – 21 Juli 2018: AgINA PUSPANURANI
URL Blog: http://nuranipuspa.blogspot.com/

22 – 23 Juli 2018: ADE DELINA PUTRI
URL blog: delinabook.wordpress.com

24 – 25 Juli 2018: ADYTA DHEA PURBAYA
Url Blog : www.adytapurbaya.blogspot.com

26 – 27 Juli 2018: PIDA ALANDRIAN

Saturday, 30 June 2018

Kilovegram - Mega Shofani | Book Review

23:57 0 Comments
 Judul: Kilovegram
Penulis: Mega Shofani
Penerbit: GPU
Jumlah Halaman: 272
Terbit: Januari 2018
Harga: 65.000
Rating: 3,4 stars out of 5

Blurb:

Kata orang, Aruna itu sebenarnya cantik, tapi…. gendut.


Iya, Aruna tahu ia gemuk. Ia pun kenyang dan tidak mempan lagi diejek. Habisnya bagaimana? Ia paling sulit menolak makanan, apalagi yang enak. Masakan Mama, misalnya. Atau traktiran Raka, sahabatnya.

Tetapi sikap cuek Aruna mulai berubah setelah Nada, sepupunya yang cantik dan serbabisa, masuk ke SMA
yang sama dengannya. Bukan itu saja, Raka terangterangan memuja dan mendekati Nada sehingga membuat Aruna merasa tersisih dan minder. Apa yang harus ia lakukan agar bisa seperti Nada?

Aruna pun memutuskan mulai berdiet. Bagaimanapun caranya, ia harus langsing, langsing, langsing! Ia tidak akan kalah dengan cewek-cewek lain di sekolah dan akan mendapatkan kembali perhatian Raka.



Kilovegram bercerita tentang Aruna Mega yang memiliki bobot berlebih di usianya yang masih remaja. Alhasil ia sering menjadi sasaran ledekan dan hinaan karena postur tubuhnya, bahkan tindakan yang sebenarnya kurang pantas juga datang dari Raka, sahabat Aruna sendiri yang, meskipun mungkin maksud Raka hanya bercanda. Awalnya Aruna dan Raka selalu bersama-bersama. Raka suka mentraktir Aruna, suka mencubit pipi Aruna, suka tertawa-tawa bersama Aruna. Keduanya bak adik kakak yang sulit terpisah karena mereka memang telah mengenal satu sama lain sejak masih kecil. 


Tetapi semua berubah ketika Nada, sepupu Aruna dari Tasikmalaya pindah ke Jakarta, ke rumah Aruna dan sekolah di SMA yang sama dengan Aruna dan Raka. Ketika Raka mengenal Nada, perhatian Raka mulai teralih ke sosok Nada yang jauh berbeda dengan Aruna. Nada begitu cantik dan langsing. Aruna mulai merasa kehilangan sosok Raka, bahkan Raka sempat mematung ketika melihat Aruna diganggu oleh seniornya yang notabene adalah teman Raka. Di satu sisi, Aruna semakin giat mencoba untuk melakukan diet, meski menggunakan cara-cara instan yang kurang sehat. Bagaimana kelanjutan kisah Aruna?




Pertama kalinya aku membaca karya Mega Shofani, dan aku mesti bilang, setengah halaman awal aku sangat puas. Kilovegram memuat hampir semua hal yang aku inginkan untuk ada dalam sebuah kisah Teenlit. Kelucuan, dialog yang mengalir, dan permasalahan yang kurasa juga banyak dialami remaja sekarang. Aku menyukai cara Kak Mega bercerita.

Aku cukup menyukai karakter Aruna pada awalnya, yang meski ditindas, ia tidak serta merta murung. Ia punya keberanian untuk membuktikan bahwa ia bisa berprestasi, bisa lebih baik, dan orang harus mengenal hal lain dari dirinya selain tubuh gemuknya. Aruna itu tipe yang 'savage'. Kalau diganggu orang, dihina-hina, ia punya seribu jurus dari mulutnya yang siap ia lontarkan, alias kata-kata pedas untuk membungkam orang-orang yang suka membuat lelucon darinya. Itu yang membuat dia kelihatan mandiri, badass, dan lovable. Selain itu aku juga suka dengan karakter mama Aruna yang baik banget, penyayang, dan super keibuan. Dan juga karakter Vio yang penuh motivasi. Kita butuh lebih banyak orang-orang seperti mama Aruna dan Vio di dunia ini. Tetapi tidak untuk Raka.

Raka itu deserves all the hate in this whole world! Emang awalnya super lucu, asik orangnya, tapi lama-lama kelihatan busuknya. Gimana coba plinplan-nya dia, nggak tahu dirinya dia waktu bolak balik mainin hati orang lain, entah memang sengaja atau tidak sengaja. Tapi kalaupun tidak sengaja itu bodoh banget, sih. Pokoknya kalau aku disuruh milih satu karakter untuk ditinju dari novel ini, pilihan pertama adalah Raka, bukan dua pasang mean girls yaitu Diana dan Imey.


Yang aku suka juga dari buku ini adalah pesannya. Aku bisa melihat bahwa Kak Mega Shofani sepertinya orang yang sangat berpikiran positif, terlihat dari beberapa pesan yang coba disampaikan. Terutama mengenai inti dari Kilovegram ini sendiri, bahwa orang gemuk pun berhak merasakan mencintai dan dicintai, berhak mendapatkan kehidupan sosial yang lebih layak daripada sekadar hanya disamakan dengan arem-arem atau karung atau benda lainnya yang seharusnya nggak disamakan dengan manusia. Kak Mega juga membuka mata kita betapa candaan yang selama ini kita anggap biasa saja dan lucu, bahkan ketika dilontarkan kepada sahabat sendiri belum tentu dia menerima dengan ikhlas dijadikan bahan candaan. Meskipun yang terlihat di luar dia hanya mesem-mesem dan ketawa-ketawa, tetapi hatinya bisa menyimpan rasa sakit, dan itu bisa berefek besar kepada mentalnya. Kak Mega ingin kita lebih sensitif dalam memahami perasaan orang lain.

Namun, masih terdapat beberapa kritik dariku atas hal-hal yang kurang aku sukai. Seperti misalnya, mungkin awal perubahan bobot tubuh Aruna bisa dijelaskan lebih rinci, supaya pembaca dapat lebih banyak gambaran, lebih bisa "masuk" ke dalam tokoh Aruna, bisa merasakan betapa Aruna semakin hari semakin senang atas perubahannya. Kedua, aku juga merasa penyelesaian konflik Diana-Aruna agak terlalu cepat. Masalah Diana datang tiba-tiba dan menurutku Diana dan Valen kurang mendapatkan spotlight. Aku masih tidak bisa mengamini penjelasan tentang alasan Diana mem-bully Arun. Lalu, ketika Aruna mulai "jatuh", mulai merasakan efek buruk dari langkah diet yang ditempuhnya, tidak dijelaskan lewat sudut pandang Aruna, seharusnya bisa dijelaskan lewat narasi rinci mengenai kejadian sebelum Aruna drop itu. Yang terakhir, aku kurang puas dengan ending-nya. Kupikir Aruna pantas mendapatkan sesuatu yang lebih baik daripada yang ia dapatkan di akhir buku ini. Namun secara keseluruhan, aku dapat menikmati dengan baik karya Kak Mega ini, terutama setengah halaman awal yang bagus!

Friday, 1 June 2018

Another Heart - Mala Shantii | Book Review

18:42 0 Comments

Judul: Another Heart
Penulis: Mala Shantii
Penerbit: Elex Media
Jumlah Halaman: 292
Rating: 3,4 out of 5 stars

Blurb:

Elle tak mau membiarkan hatinya terbuka pada laki-laki mana pun. Dia tahu cinta hanyalah omong kosong yang membuat perempuan menjadi lemah. Maka Elle tak ambil pusing saat menjalin hubungan yang rumit dengan Raffi. Buatnya, cinta hanya untuk sementara. Untuknya, hidup sepahit kopi hitam tanpa gula. Raffi tak habis pikir mengapa Elle begitu keras hati.

Dia telah menunggu Elle sekian lama dan belum juga melihat titik terang. Raffi pun bingung: apakah Elle memang pantas untuk dikejar dan dipertahankan? Kehadiran sosok lain yang membuat masa lalu Elle terasa pahit, membuat hati Elle semakin membatu. Akankah Elle bertahan dengan hatinya, atau membiarkannya mendapat hati yang baru?





Another Heart berkisah tentang kehidupa Gracelle Ariadna atau yang akrab disapa dengan nama Elle. Elle adalah seorang celebrity chef yang udah banting setir dari dunia hiburan. Semua orang tentu tahu dong tentang kehidupan seorang publik figur. Tapi ada satu yang nggak diketahui semua orang, termasuk orang terdekatnya. Bahwa Elle merupakan "selingkuhan" dari Raffi, teman semasa SMA-nya yang sudah lama menaruh rasa dengannya. Kenapa selingkuhan? Karena Raffi posisinya sudah mau bertunangan dengan Naura di sini. 

Elle itu tipe orang yang nggak mau ambil pusing, nggak mau kebawa baper dengan perasaan. Dia dingin sekali terhadap Raffi yang kelihatan memuja dia banget. Sampai akhirnya dia memutuskan untuk pergi dari kehidupan Raffi yang mau tunangan. Tetapi kemudian sesuatu yang tak ia harapkan sebelumnya terjadi dan membuat Elle terpaksa harus menerima kehadiran Raffi kembali meski saat itu Elle tengah bersama dengan laki-laki lain. Dan tidak sampai situ saja, Elle mulai mengetahui sedikit demi sedikit perihal masa lalu ibunya.







Aku sebenarnya agak sulit untuk mengingat-ingat urutan alurnya karena ceritanya cukup kompleks. Halaman pertama kupikir ini teenlit SMA tapi kok labelnya citylite? Tahu-tahunya itu potongan cerita mengenai awal pertemuan antara Raffi dan Elle. Berlanjut kepada masa kini di mana Elle itu jadi orang ketiga di hubungan Raffi-Naura. Sebenarnya nggak bisa disebut juga orang ketiga karena seperti yang kubilang, ceritanya kompleks. 

Elle ini karakternya dingin banget, seperti nggak punya perasaan, dan sedikit egois juga menurutku. Dan ini merupakan salah satu upaya dia untuk membuat tameng agar dia tidak disakiti, karena dia tidak ingin percaya dengan orang lain. Elle semacam punya trauma. Yang mau kubilang itu Elle ini agak ajaib ya. Aku jarang baca buku romance yang tokoh ceweknya tuh sifatnya kayak Elle. Biasanya yang cewek yang model-modelan dengan sikap agak "bitchy" dan nggak lembek tuh dimiliki musuh peran utama, dan peran utama kan biasanya lemah lembut, penyayang, kalau nggak ya standarnya kelihatan urakan tapi hatinya baik deh. Nah, Elle ini agak tinggi pride-nya, itu cukup kelihatan. Dan dia juga agak "berani", mulai dari cara dia berpakaian dan menghadapi orang-orang yang dia tahu nggak suka sama kehadiran dia. Entah classy atau bitchy, aku agak nangkep aura-aura negatif dari si Elle ini, sih. Ya meski seharusnya memang dia protagonis ya, tapi namanya manusia pasti punya dark side.

Sebenarnya aku suka ada karena ada konflik lain mengenai keluarga Elle yang ikut mengisi cerita dan cukup mencuri perhatian. Dan konflik ini pun mampu menjelaskan dan melatarbelakangi apa-apa saja langkah dan sikap yang diambil Elle selama ini dalam menjalani hidupnya. Aku awalnya ngerti banget dan cukup menaruh simpati, namun kelama-lamaan agak sedikit kesal karena Elle sendiri yang sepertinya nggak mau move on dari masalahnya. Nggak mau nyoba gitu. Meski ujung-ujungnya mau juga sih, cuma sifat dia nggak totally berubah, masih gengsi kayaknya.

Yang aku suka lagi adalah pesan Kak Mala tentang memaafkan apa pun kesalahan yang ada di masa lalu, baik kesalahan diri sendiri maupun orang lain yang mereka perbuat terhadap kamu. Kamu nggak akan bisa hidup tenang dan bahagia jika beban di pundak masih belum kamu lepaskan. Aku juga suka gimana pembaca harus bercermin dari kisah Elle dan tokoh-tokoh di dalam buku ini. Kalau mau bertingkah pikirkan dulu matang-matang apa konsekuensinya dan apa kamu sanggup menanggungnya? Aku juga suka gimana Kak Mala bercerita dari kehidupan orang yang mungkin sikapnya nggak bisa dimaklumi, ada hubungan sama pasangan orang. Meskipun aku rasa masih eksplisit, tapi mungkin ada maksud Kak Mala untuk tidak menghakimi satu pihak aja kalau ada kejadian seperti ini. (Mungkin, loh, mungkin. Karena persepsi pembaca kan berbeda-beda dalam menyikapi sebuah karya, tergantung perspektif mereka) Because it takes two to tango

Cerita ini berdinamika banget deh. Dan saking banyaknya hubungan antara Elle dengan orang-orang yang ada di kehidupannya, dalam beberapa bagian Kak Mala jadi kurang mendalam untuk membahasnya. Seperti misalnya urusan Elle dengan si laki-laki pengganti Raffi yang menurutku kalau dia nggak ada juga nggak ngaruh apa-apa. Karena dia hampir sama dengan beberapa tokoh lainnya, muncul, lalu menghilang dan menurutku nggak mendapat penyelesaian yang pas sebagai penutup kehadiran mereka di buku ini. Terus kelanjutan cerita si Bayu yang terputus begitu saja. Cerita Elle selama menghadapi masalah yang membuat dia terpaksa menerima Raffi kembali yang kuharap banget bisa mengubah sikap dia sedikit. Emang sih ada perubahan, cuma kok masih bebal, gitu. Dan juga tentang Alma, yang terakhirnya nggak kupahami juga nasib perempuan itu gimana. 

Aku sering nggak suka sama tokoh utama, tapi sama si Elle ini dari awal sampai akhir aku kebanyakan kesalnya sama dia dalam menghadapi masalah. Jadi Elle udah pasti kucoret dari daftar karaker favorit. Kalau Raffi, aku cukup suka karena dia cukup dewasa dan kupikir sangat sabar menghadapi Elle yang dinginnya keterlaluan :") Tapi dia nggak bisa masuk ke daftar karakter favorit karena satu dan lain hal yang nggak bisa kusebutkan. Jadi, yang jadi juaranya di buku adalah Ibu Hasna! Siapa sih dia, kok tiba-tiba muncul? Baca sendiri yaaa 😜 Pokoknya aku salut sama ibu itu 😭😭😭 Dan juga Tante Inggrid atau mama angkat Elle, punya karir luar biasa dan independent woman, deh, pokoknya.

Overall, aku nggak masalah dengan alur ceritanya, cukup seru, memberikan pelajaran dengan kutipan-kutipan di buku ini yang cukup menohok, dan edukatif banget untuk perempuan-perempuan yang baru aja menikah atau mau menikah. Dan juga cara penulisan Kak Mala enak, dialog-dialognya mengalir seperti percakapan sehari-hari. Cuma, aku agak menekankan kepada rumitnya dan cukup banyaknya tokoh di cerita ini yang membuat fokusku agak terpecah dan bergeser-geser, membuatku nggak yakin cerita mana yang perlu mendapatkan perhatian khusus dan simpati dariku. Tetapi kalau disuruh memilih, aku akan memilih Another Heart dibandingkan Heart Decor, karya Kak Mala yang juga yang belum lama kubaca kisahnya. :)

Dan tolong, ending-nya itu loh..... Pokoknya buku ini wajib dibaca sama semua orang deh, terutama yang udah punya pasangan, suami atau istri. Terutama bapak-bapak yaa, tolong dibaca~~~

Tuesday, 1 May 2018

Ask Author: Christian Simamora | Blog Tour

23:16 7 Comments


Aaaah! Serius aku bisa nanya ke Abang Christian Simamora? 
Well, pertama, salam kenal ya, Bang. Aku Lala, blogger buku sekaligus bookstagrammer. Aku suka karya Abang sejak baca All You Can Eat, menurutku karya Abang unik, rame, asyik, dan seru! Langsung aja ya aku nanya-nanya. (Oh ya, tbh, aku tertarik banget sama latarnya Jiro yang seorang pemimpin di perusahaan mainan Indonesia. Belum pernah kepikiran tentang bidang itu apalagi di Indonesia. Serius, abis baca langsung menyesal nggak beli plushie fox dan elephant di Miniso kemarin 😭Actually that’s the kind of regret I always have everytime I go to the mall, hahahaha
1. Dari sekian banyak karakter cowok maupun cewek yang udah Abang buat, kan semuanya memiliki latar yang berbeda. Nah, ada nggak sih yang kepengin banget Abang realisasikan dalam novel Abang nantinya, tetapi sampai sekarang belum terlaksana? Karakter yang seperti apa sih yang pengin Abang ciptakan?Belum kesampaian nulis novel tentang medical staff (dokter, suster, dsb). Udah berkali-kali pembaca nanya gini dan Abang selalu jawab belum ada narasumber yang pas. 
2. Ada keinginan nggak sih, untuk bikin buku dengan genre selain romance? Thriller, kriminal, misalnya?Ketimbang nantang diri dengan genre lain, Abang lebih suka nantang dengan tema-tema baru yang menurut Abang menarik. Karena genre crossing juga bukan sesuatu yang disarankan oleh editor kecuali dia yakin kalo penulis itu tertarik melakukannya. 
3. Mau mastiin aja sih, Chanrio, Wade Sidney, dst, itu plesetan bukan, sih? *pertanyaan nggak jelas tapi emang kepo beneran*The main theme of What A Boss Wants is about copyright. Jadi ketimbang menyinggung nama perusahaan yang sebenarnya, mending bikin versi fiktifnya aja. 
4. Seringnya, Abang emang meniatkan buat cari inspirasi, atau emang pas lagi baca-baca sesuatu tiba-tiba aja gitu ketemu ide cerita yang asyik untuk dieksekusi, sih?Biasanya sih plot dasarnya dulu, baru ngeriset untuk mematangkan cerita. 
5. Kan Abang kelihatan banget suka fashion. Nah sosok siapa sih yang menurut Abang cocok merepresentasikan Sol ataupun Jiro, baik secara fisik maupun cara berpakaian.Kalo liat paperdoll-nya, Sol maupun Jiro adalah kombinasi dari berbagai genre fashion. Hanya saja, kesan Sol didominasi elemen etnik sedangkan Jiro corporate formal. Jadi sulit untuk membayangkan mereka diwakili oleh public figure tertentu karena dari awal pun Abang nggak melakukan itu.
Segitu aja ya, Bang. Terima kasih banyak! 

Nah, segitu aja tanya jawabku dengan Abang Christian Simamora. Kesempatan yang bagus banget yaa :D Yang kepo dengan buku ini bisa langsung main ke postingan sebelumnya tentang ulasan buku dan giveaway yang akan dipost nanti. See yaaa!  

Tentang Penulis

Christian Simamora

What a Boss Wants - Christian Simamora | Book Review, Blog Tour

17:24 12 Comments
Judul: What a Boss Wants
Penulis: Christian Simamora
Penerbit: Roro Raya Sejahtera (Twigora)
SC; 14 x 20 cm
Jumlah Halaman: 436 hlm
Bookpaper 55 gr; 
ISBN : 978-602-61138-2-5
Harga: Rp 97.000,-
Rating: 3/5

Blurb:
SEDUCE ME LIKE YOU’RE TRYING TO GET A PROMOTION
Setelah cukup lama nyaman dengan status single-nya, akhirnya Soleram Anand jatuh cinta lagi. Kabar buruknya, dia jatuh cinta dengan bosnya sendiri. Tak hanya cerdas dan penuh semangat, Jiro Amadeus Vimana juga memiliki aura seksi yang membuat jantung Sol berdebar hebat. This is really unprofessional. Makanya, satu-satunya cara supaya tak kehilangan respek dari teman-teman sekantor adalah dengan mengubur perasaan itu dalam-dalam dan fokus dalam pekerjaan barunya.

TREAT ME LIKE I’M THE COMPANY’S BIGGEST CLIENT
Yang Jiro inginkan adalah menjalani jabatan sebagai direktur Toybox sebaik mungkin, sekaligus berharap suatu saat papanya akan berhenti memandangnya sebelah mata. Dia juga ingin Toybox rutin memproduksi plush toy dengan karakter orisinal, yang suatu saat bisa dijual lisensinya secara internasional. Ambisi besar itu membuatnya mengenal Sol. Jiro yakin sekali, potensi besar cewek itu sanggup membawa Toybox bergerak maju sesuai dengan visi barunya. 

KISS ME LIKE YOU WANT TO GET FIRED
Namun, setelah spontan berciuman dengan Sol—diikuti dengan malam-malam terpanas dalam hidupnya—Jiro sadar cewek itu tak lagi sekadar desainer baru di perusahaannya. Kini, bertambah satu hal lagi di daftar keinginannya: memastikan Sol jadi miliknya....

***

Jiro Amadeus Vimana adalah seorang cowok yang berasal dari keluarga Vimana yang terkenal itu. Kini cowok ganteng itu tengah berada dalam posisi puncak, memimpin perusahaan Toybox yang didirikan oleh ayahnya. Jiro sendiri sebenarnya tidak ingin berkecimpung dalam dunia bisnis, namun karena paksaan sang ayah, Jiro tidak lagi memiliki pilihan.

Toybox-lah yang akhirnya mempertemukan Jiro dengan Soleram Anand. Seorang cewek imut yang sangat menyukai Carousel Pony, tokoh animasi kuda poni yang terkenal itu. Impian Sol adalah bekerja di toko mainan, yang akhirnya terwujud ketika ia menjadi bagian dari tim desain mainan di Toybox. Sol berkenalan dengan Rahmat, partner-nya di divisi desain yang turns out merupakan sepupu Jiro, bosnya yang super ganteng. Sol sih tahu diri ya, menganggap kekagumannya kepada Jiro hanya sebatas office crush. Di masa awal-awal kerja Sol, cewek itu sudah dikejutkan dengan kasus yang menimpa Toybox. Namun, apa keadaan akan tetap lempeng-lempeng saja, ketika Sol dan Jiro terlibat dalam situasi berdua di tengah masalah besar yang telah melanda?



What a Boss Want mungkin novel kelima (atau keenam?) Abang Christian Simamora yang aku baca. Pembaca setia Abang pasti tahu sih ya, tipe tulisan Abang tuh ya rom-com dengan tokoh utama cowok dan cewek yang oke banget, dan mereka akhirnya terlibat kisah asmara (ya iyalah, kan romance). Kesukaanku nggak berubah terhadap karya-karya Abang: cara menulisnya. Meski aku pernah membaca beberapa orang agak sedikit terganggu dengan istilah gaul yang diperkenalkan Abang, aku malah cukup menikmati. Makanya juga salah satu interaksi antartokoh favoritku adalah Rahmat-Sol yang udah kayak sisterhood gitu deh. Sama kayak dulu karakter Char di Marry Now, Sorry Later yang bikin aku kepo banget sama dunia para gay dengan ketertarikan mereka kepada fashion dan hal-hal lainnya, aku juga suka sama Rahmat. 

Sementara hubungan Sol dan Jiro sendiri bisa dibilang cukup mulus ya, karena memang minim konflik. Aku cuma merasa pedekate mereka kurang tereksplor sih, kayak terlalu cepat untuk sampai ke bagian "itu". Dan marahnya Sol karena konflik kecil itu menurutku agak terlalu berlebihan karena mereka belum lama-lama banget loh official-nya. Tapi bukan berarti aku benci Sol. Justru aku gemes banget sama dia. Abang membangun karakter Sol dari lagu daerah Riau yang berjudul Soleram. Kalau yang tahu (masa sih ada yang nggak tahu?), kan ada lirik "Anak manis janganlah dicium sayang, kalau dicium merahlah pipinya." Aku kebayang Sol ini tipe-tipe cewek imut (apalagi dia suka animasi unyu macem Carousel Pony gitu), rada-rada pemalu, dan gampang blusing yang mudah banget bikin cowok geregetan sama dia pengen ngajak kenalan. Aku cukup dapet vibe itu. Cewek imut yang kelihatan polos, tapi aslinya mungkin nggak begitu. Dan untuk Jiro sendiri, dia nggak yang kayak sadar dengan pesonanya gitu dan tebar pesona sana-sini. Karena emang kedudukannya bos di cerita ini, jadi wajar kalau dia agak kalem dan kaku. Yang kusuka adalah relasi Jiro dan ayahnya, yang super penting sih buat bikin dinamika dalam cerita ini jadi nggak lempeng aja. Jiro dan ayahnya ini punya hubungan yang kurang enak, dan aku bisa merasakan gimana rasanya jadi Jiro. Dan aku suka adegan-adegan yang melibatkan Jiro dan ayahnya.

Perusahaan Jiro adalah perusahaan mainan, dan Abang juga bilang kalau idenya ini didapat dari artikel tentang bisnis orang lain dengan masalah serupa yang mengancam kestabilan bisnis orang tersebut. Kemudian Abang butuh waktu untuk menyusun plot dan riset-riset lain agar sempurna dan dapat dituangkan melalui What a Boss Want. Aku cukup suka sih idenya, karena mungkin pernah kepo juga tentang industri mainan terutama boneka, sebab aku sendiri juga bisa dibilang banyak koleksi boneka dengan berbagai karakter. Kalian penyuka boneka pasti seneng deh bacanya karena akan menemukan berbagai konsep desain boneka yang unyu-unyu kalau dibayangkan ada beneran, huhuhu. 

Aku cukup suka sama What a Boss Want. Hanya, aku rasa untuk halaman setebal ini, masih agak kurang untuk menjelaskan semuanya. Aku butuh interaksi Jiro dan Sol yang lebih lama. Aku butuh backstory yang panjang antara Jiro dan ayahnya supaya lebih mengena lagi. Aku butuh banjiran curhatannya Rahmat tentang pasangan-pasangan ngedate dia, hohohoho! Dan kupikir ada satu konflik yang melibatkan si karakter 'anu' yang sempat disebut-sebut, cuma ternyata nggak ada ya. Bersyukur sih, karena kalau ada malah agak bikin kesel, hehehe. Akhir kata, buku ini direkomendasikan untuk: 1. Penggemar Christian Simamora, 2. Cewek/cowok yang naksir sama bosnya sendiri, ataupun sebaliknya, 3. Kolektor boneka dan kepo sama industri boneka yang dijelaskan cukup oke di sini. Hmm, warning juga yah, buku ini masuk kategori dewasa karena ada 3 halaman lebih (seingetku) yang memuat adegan yang waw, hahaha. So, yang di bawah umur mungkin boleh baca tapi tolong skip adegan itu yaa 😂

Sunday, 22 April 2018

Aroma Karsa - Dee Lestari | Book Review

15:51 0 Comments


Judul: Aroma Karsa
Penulis: Dee Lestari
Penerbit: Bentang Pustaka
Jumlah Halaman: 724 halaman
Cetakan: Maret, 2018
ISBN: 9786022914631
Harga: 125.000
Rating: 4.7/5

Blurb:

Dari sebuah lontar kuno, Raras Prayagung mengetahui bahwa Puspa Karsa yang dikenalnya sebagai dongeng, ternyata tanaman sungguhan yang tersembunyi di tempat rahasia.
Obsesi Raras memburu Puspa Karsa, bunga sakti yang konon mampu mengendalikan kehendak dan cuma bisa diidentifikasi melalui aroma, mempertemukannya dengan Jati Wesi.
Jati memiliki penciuman luar biasa. Di TPA Bantar Gebang, tempatnya tumbuh besar, ia dijuluki si Hidung Tikus. Dari berbagai pekerjaan yang dilakoninya untuk bertahan hidup, satu yang paling Jati banggakan, yakni meracik parfum.
Kemampuan Jati memikat Raras. Bukan hanya mempekerjakan Jati di perusahaannya, Raras ikut mengundang Jati masuk ke dalam kehidupan pribadinya. Bertemulah Jati dengan Tanaya Suma, anak tunggal Raras, yang memiliki kemampuan serupa dengannya.
Semakin jauh Jati terlibat dengan keluarga Prayagung dan Puspa Karsa, semakin banyak misteri yang ia  temukan, tentang dirinya dan masa lalu yang tak pernah ia tahu
***

Sesuai judulnya, Aroma Karsa mengangkat indra penciuman manusia sebagai pesona utama. Meski dikatakan bahwa indra penciuman manusia masih kalah dengan hewan, namun ada pengecualian terhadap Jati Wesi. Bahkan lelaki itu dijuluki sebagai "Si Hidung Tikus" di tempat tinggalnya di Bantar Gebang. Untuk menyambung hidupnya, ia punya banyak pekerjaan, satu yang berhubungan dengan sampah, satu lagi tanaman, dan yang lainnya berhubungan dengan parfum. Ia bekerja di toko parfum Attarwalla milik Khalil Batarfi, bertugas untuk mereplikasi aroma dari wewangian kelas dunia. Khalil Batarfi bagi Jati Wesi adalah bapak yang ia harapkan namun tak bisa dimilikinya, sebab, selama ini ia hanya memiliki Nurdin Suroso, orang kuat di TPA yang mengklaim paling mengenai asal usul Jati yang dibuang sedari bayi dan hadir sebagai penyelamat hidup Jati, dan Anung Linglung, seorang yang dipercayainya sebagai bapak, yang tengah mendekam di penjara karena telah membunuh istrinya sendiri.

Mereplika parfum membawanya kepada permasalahan yang membuatnya berurusan dengan Raras Prayagung yang tidak terima parfum lokal produksi Kemara, perusahaan besar miliknya, dipalsukan oleh Attarwalla. Mengetahui kemampuan indra penciuman Jati, Raras tidak mau menyia-nyiakannya begitu saja, maka ia meminta Jati bekerja untuknya alih-alih mendekam di penjara. Hingga akhirnya Jati bertemu dengan Tanaya Suma, anak perempuan Raras yang tidak suka dengan keberadaannya dan terus berupaya mengibarkan bendera perang, yang ternyata juga memiliki indikasi kemampuan penciuman yang sama dengan Jati. Lambat laun Jati paham, ia ditampung untuk dimaksudkan menjadi salah satu tim ekspedisi untuk memenuhi hasrat seorang Raras Prayagung untuk membuktikan keabsahan dongeng Eyangnya, Junirah Prayagung, yang telah almarhum. Dongeng tentang Puspa Karsa, bunga yang aromanya mampu mengikat siapa saja. Yang Jati tidak sangka, perjalanannya menghidu aroma Puspa Karsa sejalan dengan perjalanannya membaui serpihan aroma masa lalu untuk menemukan siapa sebenarnya seorang Jati Wesi. 






Kemana saja saya selama ini? Baru membaca karya seorang Dee Lestari yang santer dibicarakan di mana-mana. Temanya unik sekali, olfaktori, reseptor indra penciuman, yang sudah pasti sangat memengaruhi kehidupan manusia. Bau enak, orang pasti mendekat, bau busuk, orang pasti bubar. Bau yang aneh, mungkin membuat penasaran, seperti yang dilakukan Jati Wesi yang terus mengidentifikasi bebauan yang selama ini dihidunya, membuatnya mampu menjadi salah satu perfumer dengan passion dan bakat yang patut diperhitungkan meski ia hanya tamatan SMA. Saya sangat mengapresiasi keapikan Dee Lestari dalam memadukan kompleksitas aroma dan menuturkannya dalam paragraf-paragraf cantik agar pembaca mengetahui dan dapat membayangkan seperti apa aroma tersebut, kemudian juga histori Jawa kuno, yang berhubungan dengan Kerajaan Majapahit, demit di Gunung Lawu, raja-raja jaman dahulu, tempat tersembunyi di hutan sebuah wilayah layaknya Wakanda (Black Panther) di tanah Afrika yang menyimpan harta karun yang jika diketahui mungkinakan diburu oleh seluruh manusia di dunia untuk tujuan masing-masing, juga arkeologi khususnya epigrafi dan segala macamnya yang juga menjadi unsur berpengaruh dalam cerita ini. Riset sudah tidak usah dipertanyakan, karena Dee Lestari memuat potongan-potongan informasi untuk Aroma Karsa melalui obrolannya dengan beberapa ahli (mulai dari sampah, sejarah, wewangian) yang dinyatakan dalam Ucapan Terima Kasih-nya.

Cerita dibagi dalam tiga babak: perkenalan Jati Wesi dan segala kerumitan hidupnya sebagai "anak hilang" di tengah-tengah gunungan sampah Bantar Gebang dan orang-orang di sekitar hidupnya, fase ketika ia diperkenalkan kepada orang baru, Raras Prayagung dan Tanaya Suma, yang juga membuatnya mampu terbungkus kulit baru, seakan-akan menjadi salah satu keluarga Prayagung meski dalam hatinya ia tetap orang TPA, sekaligus juga persiapannya di dunia produksi parfum dan masa pra-ekspedisi, yang terakhir adalah di mana kesemua tokoh yang berkepentingan tengah melakukan perburuan mencari Puspa Karsa yang dipenuhi oleh berbagai kejutan besar yang mampu mengarahkan pembaca untuk menemukan kunci-kunci yang berserakan demi membuka kotak misteri Puspa Karsa.

"Aroma adalah ketertarikanku sejak lama. Aku percaya pada kekuatan indra penciuman atas keputusan kita atas apa yang kita rasa, atas hidup mati kita. Ndilalah, penciuman juga indra yang paling sulit dipahami."

Apakah saya sudah menyebutkan bahwa buku ini sangat menarik, sampai-sampai dengan halaman sebanyak 700 halaman ini tidak mampu saya lepas dari mata meski sudah jam 3 pagi? Tiap lembarannya membawa saya untuk terus mencari dan mencari potongan puzzle yang selama ini membuat saya bertanya-tanya siapa sebenarnya Jati Wesi? Adakah Puspa Karsa itu nyata? Apa pengaruhnya? Dan siapa sebenarnya nama-nama yang terus menerus disebut Anung Linglung yang demensia? Saya mendapatkan semua jawabannya dan dapat tersenyum puas manakala cerita bergulir tetap dalam tempo yang pas, tidak makin cepat ataupun makin lambat menuju akhir cerita, membuat semangat saya dari mulai lembar awal hingga lembar akhir cerita rasanya tidak pernah mengendur.

Jalinan kata yang dibentuk oleh Dee Lestari sangat indah, bahkan adegan-adegan yang biasanya membuat pembaca belum cukup umur jengah kala membacanya, mungkin akan menangkapnya dengan nuansa yang berbeda, saking pilihan kata yang diambil memang benar-benar puitis. Untuk karakter-karakternya saya bisa bilang tidak semuanya dapat dinilai baik, karena kembali lagi tiap manusia punya sisi gelapnya tersendiri. Meskipun Jati Wesi orangnya tidak macam-macam, beberapa kali saya agak risi melihat lelaki itu tanpa sungkan menyuarakan pendapatnya yang bisa jadi menyinggung orang lain. Tanaya Suma yang cerdas namun penyakit hatinya membuat langkah yang diambilnya untuk menghadapi yang dianggapnya lawan tidak lagi mencerminkan kecerdasannya. Raras Prayagung yang telah memiliki hampir semua yang manusia lain ingin miliki namun masih terlena akan obsesi yang menghantuinya sejak dahulu. Seluruh tokohnya cukup kuat, beberapa punya tujuan tersendiri, punya obsesi yang ingin dipenuhi yang dapat membawa mereka menuju hal baik ataupun sebaliknya. 

Akhir yang dipilih juga tidak mencerminkan kebahagiaan maupun kesedihan, namun lebih terbuka kepada kemungkinan-kemungkinan selanjutnya yang saya harap (atau memang telah direncanakan tetapi saya tidak tahu) akan ada kelanjutannya. Adegan favorit saya sendiri adalah ketika saya diajak untuk mengetahui Jati Wesi serta pengalaman tim ekspedisi Puspa Karsa di pedalaman hutan yang ternyata sempat terjadi juga 26 tahun silam. Akhir kata, saya dengan senang hati menyatakan bahwa saya mendapatkan impresi yang luar biasa baik dari Aroma Karsa, dan mungkin juga akan menjadi penggemar baru Dee Lestari dengan karya beliau yang mendahului maupun di masa mendatang. 

"Dunia ini sesungguhnya dunia aroma. Penciuman adalah jendela pertama manusia mengenal dunia. Manusia lebih mudah dipengaruhi oleh yang tidak terlihat."