Endless Love - Wu Xiao Yue | Book Review



Judul: Endless Love 
Penulis: Wu Xiao Yue
Penerbit: Penerbit Haru
Tebal Buku: 278 halaman
Harga: Rp55.000
Buntelan dari @penerbitharu

Liang Jing Hao adalah seorang perwakilan perusahaan Red Line Soft Tech. Kesuksesannya tidak ia dapatkan secara mudah, ia harus terlebih dahulu melalui lika-liku kehidupan. Jika tidak bertemu dengan Song Rui En, seorang pelukis jalanan, mungkin saja jalan hidupnya akan berbeda. Tetapi, Tuhan menakdirkan mereka bertemu, tiga tahun lalu, oleh literally, seutas benang merah. Jing Hao mulanya adalah seorang penjual pakaian di pasar malam bersama sahabatnya NoQ. Jing Hao bekerja serabutan untuk menghidupi dirinya dan ayahnya, setelah ibunya meninggal dunia sewaktu ia kecil yang menyebabkan ayahnya mengalami depresi yang berujung pada gangguan kejiwaan. Suatu malam, tragedi kejar-kejaran dengan polisi membawanya bertemu dengan Rui En--wanita kaya yang berprofesi sebagai pelukis. Rok merah Rui En tanpa sengaja tersangkut pada troli baju yang ditarik Jing Hao. Mulai saat itu, Jing Hao dan Rui En kerap berurusan masalah ganti rugi dan permintaan maaf serta mulai tertarik dengan satu sama lain.

Jing Hao mengetahui telah ada seseorang dalam hati Rui En, yaitu Min Shuo, seorang dokter yang pertama ditemuinya saat pameran lukisan Rui En. Rui En bertekad memutuskan benang merahnya terhadap Min Shuo karena selama ini Min Shuo hanya menganggapnya sebagai seorang adik. Lambat laun Rui En menyadari bahwa Jing Hao adalah satu-satunya pria yang dicintainya. Tetapi, kisah cinta mereka berdua tidak semulus itu. Peristiwa masa lalu membawa perpisahan di antara keduanya, menyebabkan Jing Hao meninggalkan Rui En ke Jepang, selama tiga tahun tanpa kembali. Demi pengorbanannya untuk Jing Hao, Rui En rela meninggalkan ayahnya dan kehidupan mewahnya, serta melanjutkan sekolah di Paris, untuk tinggal di tempat dimana ia bertemu dengan Jing Hao. Ia terus menunggu Jing Hao, menumbuhkan harapan di hatinya bahwa Jing Hao akan kembali untuk menemuinya. Namun, harapannya hampir pupus saat ia melihat Xu Xin Jie--seorang aktris terkenal--mencium Jing Hao di depan matanya. Juga, sikap Jing Hao yang sangat dingin dan seperti tak lagi mencintainya. 

***

Ini kali kedua saya membaca M-novel, setelah yang pertama yaitu You are the Apple of My Eye. Jika dulu You are the Apple of My Eye berhasil membuat saya menitikkan air mata, kali ini Endless Love tidak 'sesukses' pendahulunya itu. Meskipun begitu, novel ini tetap punya kisah yang sama menariknya.

Pemicu konfliknya unik sekali. Saat membaca sinopsisnya tentang benang merah, saya pikir benang merah yang berarti ungkapan, tetapi yang terjadi malah sebaliknya, yaitu benang merah secara harfiah. Saya menyukai bagaimana kisah berjalan. Di awali dengan kisah di masa kini, saat Jing Hao sedang dalam perjalanan kembali ke Taiwan, kilas balik peristiwa tiga tahun lalu kembali terulang di benaknya. Kilas balik itu lah yang menjadi kunci terungkapnya masa lalu mereka berdua. Saya menyukai bagaimana penulis membuat saya penasaran dengan mengungkap secara satu persatu apa saja yang Jing Hao dan Rui En lalui, kenangan apa saja yang terbentuk, mengapa bisa sampai seperti sekarang. Meskipun di awal kisah penceritaannya kurang mudah saya pahami (karena kilas balik yang campur-campur itu), tetapi dengan membalik halamannya sedikit-sedikit saya mulai mengetahui titik permasalahannya. Saya gemas dengan Jing Hao dan Rui En yang terkadang denial dengan perasaan mereka, sehingga seringkali menimbulkan kesalahpahaman dan konflik kecil.

Dalam membaca novel Asia, salah satu keahlian yang dibutuhkan adalah menghafal nama tokohnya, dan saya tidak memilikinya. Jika hanya sekali dua kali disebut pasti saya langsung lupa. Terkadang harus membalik ke halaman sebelumnya untuk mencari siapa sih Xue Zhe ini? Siapa sih Fu Cheng ini? Kadang saya masih harus membuka novel lagi untuk memastikan apakah namanya itu Jing Hao atau Jiang Ho, hahaha. Susah memang. Tetapi font tulisan dan terjemahannya juara! Kalimatnya cukup luwes, tidak kaku, dan tidak membuat saya berpikir dua kali untuk memahami maksudnya. Font-nya juga tidak membuat mata capek saat membacanya.

Saya salut dengan Rui En, kalau benar-benar ada orang sepertinya, ia cantik, berbakat, dari keluarga berada, namun begitu saja melepaskan segalanya demi cinta yang ditunggunya. Seharusnya dengan semua modal itu Rui En bisa melanjutkan kehidupannya. Tapi kalau melihat sifatnya, Rui En itu memang kalau bicara suka pedas dan asal, tetapi sebenarnya ia punya hati yang baik. Jing Hao, dengan ketampanan dan segala pesonanya yang mampu memikat hati wanita, tetapi punya kekurangan juga. Ia tipe orang yang kurang bisa mengatur emosinya. Ia bisa tega menyakiti hati orang lain demi menjaga harga dirinya. Tetapi lebih dari itu, Jing Hao adalah seorang pria tangguh dan penuh kasih sayang, apalagi untuk ayahnya, yang kepentingannya ia nomorsatukan melebihi siapapun. 

Saya juga ingin menyinggung sedikit tentang Min Shuo dan Xin Jie, dua tokoh lain yang punya peran cukup penting. Min Shuo ini tipe orang yang sepertinya plinplan atau memang dia hanya sulit memahami isi hatinya. Tetapi, kelebihannya adalah ia tipe pria yang brother-able. Sedangkan Xin Jie, wanita ini tidak seperti artis kebanyakan yang anggun sekaligus angkuh. Karena kurang kasih sayang, ia menjadi wanita manja dan suka bertingkah semaunya. Ia sangat mencintai Jing Hao karena pria itu adalah satu-satunya sandarannya, saat selalu mendapatkan kekerasan fisik dan mental dari ibunya. Sebenarnya langka ini terjadi dengan saya, tapi saya lebih memilih menjadi Jing Hao-Xin Jie shipper, yang notabene nya karakter wanita bukan tokoh utama. Saya simpati dengan Xin Jie dan apa yang wanita itu rasa kurang lebih sedang saya rasakan juga. *curhat* 

Terlepas dengan kisah dan penulisan yang menarik, serta tokoh-tokoh yang-walau-namanya-susah-diingat-tetapi-karakternya-membekas-di-otak, saya tidak begitu menyukai rahasia dibalik alasan mengapa Jing Hao meninggalkan Rui En. Tetapi di ending, saya kembali menyukai Jing Hao walau tidak sepenuhnya.

Endless Love adalah tipe novel bittersweet yang membuat pembaca ketagihan untuk terus membalik halamannya. Tidak hanya soal cinta, kekeluargaan, dan usaha serta kerja keras untuk mencapai kebahagiaan juga diangkat dalam novel ini. Saya tidak sabar untuk segera menonton versi dramanya. Semoga sebagus novelnya. 


Share:

0 comments