P.S. I Still Love You - Jenny Han | Book Review




Judul: P.S. I Still Love You
Penulis: Jenny Han
Penerbit: Penerbit Spring
Tebal Buku: 356 halaman
Buntelan dari @penerbitspring
"Tidak seorang pun bisa menyukai siapa pun dengan kadar sama persis."
Kali ini Lara Jean dan Peter Kavinsky punya kesempatan untuk benar-benar merasakan kencan yang sesungguhnya. Berawal dari permintaan maaf Lara Jean karena telah mengusir Peter dan menuduh cowok itu yang tidak-tidak, menjadikan mereka berdua lebih dekat daripada sebelumnya, ditandai dengan kontrak baru yang mereka buat.
Sekarang aku sadar, bahwa hal-hal kecil, usaha-usaha kecil, adalah sesuatu yang bisa membuat hubungan kami terus berjalan.

Tetapi tidak halnya dengan Margot. Hubungannya dengan Josh tidak membaik seperti Lara Jean & Peter. Margot yang jarang menangis akhirnya menyerah juga karena usaha untuk mengembalikan hubungannya dengan Josh yang tidak berhasil.
"Kalau begitu kurasa Josh tidak punya alasan rahasia untuk tidak mau pacaran denganku lagi. Kurasa dia hanya tidak mau lagi bersamaku, sesederhana itu."
Lara Jean dan Peter melewati hari-hari mereka dengan cinta yang masih merona. Peter begitu romantis dalam memperlakukan pacarnya. Tetapi semua tentu tidak berjalan semulus itu. Ada saja kerikil yang menjadi batu sandungan mereka. Insiden video 'panas' Lara Jean dan Peter di pemandian air panas sewaktu karya wisata meteka menjadi viral di internet, setelah sebelumnya diunggah pertama kali oleh akun Instagram Anonybitch. Lara Jean sangat malu karena kejadian itu, namun adanya Margot, Kitty, dan Chris, serta Peter yang menjadi penyemangatnya dapat membuatnya tenang. Bahkan Peter berjanji untuk segera membereskan masalah itu. Kecurigaan Lara Jean timbul kepada Genevieve--mantan pacar Peter--bahwa cewek itulah yang menyebarkan video dari momen yang seharusnya hanya menjadi milik dirinya dan Peter.
"Masyarakat terlalu sibuk menghakimi dan mempermalukan pihak wanita dan justru memberi semangat pihak pria. Maksudku, semu mengomentari kalau Lara Jean adalah cewek jalang, tapi tidak ada yang berkomentar apa pun tentang Peter. Ini standar ganda yang konyol."
Kemunculan John Ambrose McClaren juga menjadi salah satu masalah dalam hubungan Lara Jean dan Peter. John adalah salah satu teman masa kecil Lara bersama Peter, Genevieve, Allie, Trevor, dan Chris. Balasan surat John atas surat cinta Lara Jean yang tidak sengaja terkirim padanya (karena Kitty), membuat mereka sering berkirim surat dan bertukar nomor telepon. Belum lagi Peter yang masih berteman dengan Gen, dan kerap menemani cewek itu dengan dalih Gen butuh teman karena sedang dilanda masalah keluarga. Lara Jean dan Peter mulai meragukan kontrak mereka, dimana ditulis perjanjian keduanya harus jujur dan tidak boleh menyakiti satu sama lain.
Di dalam kontrak tertulis kalau kami akan selalu jujur pada satu sama lain. Kami tidak akan pernah menyakiti hati masing-masing. Jadi kurasa sekarang Peter sudah dua kali melanggar janjinya. 
"Kau sudah janji tidak akan membuatku patah hati. Di dalam kontrak kau bilang tidak akan membuatku patah hati, tapi kau sudah melakukannya, Covey."
***

Walaupun belum membaca seri sebelumnya yaitu To All the Boys I've Loved Before, membaca P.S. I Still Love You sudah sangat membuat saya iri. Kehidupan Lara Jean terlihat sempurna dan menyenangkan. Bahkan, saat ada masalah dia tetap bisa melanjutkan hidupnya dengan baik-baik saja. 

Satu hal yang paling membuat saya iri adalah kehangatan keluarga Lara Jean. Ayah Lara Jean adalah pria yang lembut dan kebapakan, sangat menyayangi mendiang istrinya dan anak-anak gadisnya. Saya sekain ingin sekali punya saudara perempuan setelah membaca buku ini. Kakak Lara Jean, Margot, adalah cewek yang sangat mempunyai kualitas sebagai kakak yang baik dan perhatian. Kalau saya jadi Lara Jean, tidak heran saya juga akan menjadikan Margot sebagai panutan dan idola saya. Margot terlihat pintar dan dewasa serta sangat menyayangi dan peduli terhadap Lara Jean dan adik kecilnya Kitty. Berbeda dengan kedua gadis itu, Kitty si bungsu, agak terlihat lebih 'liar', kritis, dan menurut Lara Jean menyebalkan. Gadis itu satu-satunya yang menurut saya lumayan berbeda dari kedua kakaknya. Walaupun begitu, Kitty tetap menjadi seorang anak kecil yang punya pesona untuk menarik hati orang dewasa. Saya suka tingkahnya saat bercanda dengan Lara Jean. Kitty juga cukup 'dewasa', terlihat saat dia mencoba menjodohkan ayahnya dengan Ms. Rothschild. Kitty digambarkan sebagai anak kecil yang mudah menjalin kedekatan dengan orang  ketika dia mengagumi orang itu. Keluarga Lara Jean lebih kurang mendekati sempurna. Saya menyukai bagaimana Lara Jean saling berbagi cerita dengan Margot dan Kitty dalam hal apapun. 
"Kau bukan sahabatku. Kau adikku. Dan itu lebih dari sahabat."
"Persahabatan bisa jadi hal yang sulit. Kalian sama-sama tumbuh dan berubah. Sulit untuk tumbuh dan berubah di waktu yang sama."
Belum lagi kehidupan cinta Lara Jean. Dapat memacari cowok setampan Peter Kavinsky saja sudah membuat orang lain menilai bahwa dia gadis yang sangat beruntung. Peter Kavinsky, si cowok yang harus selalu menjadi bintang. Rasa percaya diri cowok itu sangat tinggi. Dia seperti memahami bahwa dia punya banyak kelebihan. Ditambah lagi perlakuannya terhadap pacarnya yang mampu membuat siapapun meleleh. Serius, saya sangat menikmati semua hal yang Peter lakukan untuk Lara Jean. Saat Peter mencium dan memeluk Lara Jean, membela gadis itu, apalagi saat dia saat dia kesal tidak bisa melindungi gadis itu dari menyebarkan berita buruk tentang mereka berdua. Peter ini cowok yang super manis dan (sangat) boyfriend-able, dan mungkin terlalu sempurna sehingga sangat langka, bahkan mungkin di jaman sekarang tidak ada. Tetapi ada saja satu cela dalam diri Peter, mungkin hanya menurut saya. Tapi saya tidak suka saat dia bertanya kepada Lara Jean bahwa apa mereka tidak akan pernah melalukan hubungan intim. Mungkin cowok luar memang seperti itu, tapi tetap saja saya luar biasa risih saat membacanya.
"Apa seperti, misalnya, kalau aku tidak pernah makan es krim sundae jadi aku tidak tahu seberapa enak rasanya, tapi waktu akhirnya aku mencicipinya aku jadi ingin makan es krim sundae setiap waktu? Apa kau... menginginkannya sepanjang waktu?"
Mungkin banyak yang sangsi saat melihat Lara Jean yang kehidupan sosialnya tidak pernah disorot oleh orang-orang--tidak seperti Peter yang populer dan selalu menjadi pusat perhatian. Siapapun akan menilai bahwa Peter sangat cocok dengan Genevieve. Tidak dengan Lara Jean yang sangat polos dan tidak menyukai PDA (Public Display Affection), pokoknya Lara Jean ini adalah gadis yang 'sangat baik-baik'. Entahlah, walau sesempurna itu hidupnya, saya malah semakin menikmati ceritanya karena ikut merasakan senangnya menjadi Lara Jean yang dikelilingi kasih sayang. Saya belum merasa hidupnya too good to be true karena saya sendiri memiliki teman yang tidak jauh berbeda dengan Lara, malah dia cewek yang populer.

Jika banyak pembaca yang menyukai John Ambrose McClaren, mungkin saya satu-satunya yang tidak sedikitpun. Menurut saya John tidak se-mempesona Peter. Dari deskripsinya sepertinya cowok itu tidak terlalu ganteng, entahlah Robert Redford muda menurut saya tidak setampan itu. Walaupun begitu kelebihannya adalah punya otak yang sangat encer. Dia sopan dan tipe good boy. Dia tidak seperti Peter yang senang menjadi bintang utama. Saya pikir dia setampan dan sepopuler Peter sehingga bisa menjadi rival yang seimbang. Walau begitu tetap saja dia punya banyak fans, entah karena kelebihannya atau karena dia adalah teman Peter. Bahkan, gadis-gadis menilai gagapnya sebagai sesuatu yang manis. Saat John berdansa bersama Lara Jean saja tidak lebih manis daripada saat Peter berkata bahwa dia mau menghapus video panas itu demi hubungan mereka. Entahlah, sepertinya saya sudah teracuni dan sudah menjadi #TeamPeter dengan senang hati.

Sehubungan dengan kehidupan remaja Amerika yang bebas, apalagi gaya berpacarannya (bahkan Genevieve saat kelas 9 sudah mengonsumsi pil kontrasepsi!), ada kutipan yang dapat diambil ketika Lara Jean menghabiskan masa liburan musim panasnya dengan bekerja secara sukarela di di panti jompo Belleview, yang disampaikan oleh Stormy (salah satu nenek penghuni Belleview, karakternya yang tidak kolot dan masa mudanya yang seru menjadikan Stormy sebagai karakter yang mudah disukai pembaca) kepada Lara Jean, yaitu:
"Tubuhmu adalah milikmu, untuk kau lindungi dan kau nikmati. Siapapun yang akan kau pilih untuk ambil bagian dalam kenikmatan itu, itu hakmu memilih. Pilihlah dengan bijak. Bisa memuja kuil ini--tubuhmu--adalah hak istimewa. Tidak semua pemuda bodoh boleh mendekat ke singgasana. Kau yang memutuskan siapa, seberapa jauh, dan seberapa sering, kalau kau memang akan melakukannya."
Karena para gadis Song memiliki darah Korea dari sang ibu, beberapa tradisi Korea juga diselipkan dalam buku ini, malah menjadi adegan pembuka. Bertaburnya nama kue-kue kering dan makanan juga menjadi salah satu pemikat pembaca (baca: membuat pembaca lapar). Saya langsung googling beberapa nama tersebut. Lara Jean ini benar-benar gadis yang manis, direpresentasikan oleh hobinya yaitu membuat kue
.

Saran saya, terjemahannya sudah cukup baik. Namun di halaman-halaman awal masih sedikit kaku, saya harap di buku Spring selanjutnya lebih diperhatikan pemilihan kata di halaman-halaman awal yang dapat membuat pembaca semakin tertarik atau justru enggan untuk membalik ke halaman selanjutnya, karena di halaman awal saya termasuk pembaca yang kedua.

Secara keseluruhan, buku ini sepertinya hanya menceritakan kelanjutan cerita yang ada di To All the Boys I've Loved Before dan perjalanan cinta Lara Jean-Peter, tanpa menambahkan hal-hal baru yang menjadi pemicu konflik atau apapun yang dapat membuat buku ini punya kisah yang lebih 'menantang' daripada buku pertamanya, selain adanya insiden video pemandian air panas dan kemunculan John. Memang biasanya buku kedua dan seterusnya tidak akan semenarik kisah buku pertama, tetapi sepertinya buku ini sama menariknya. Kehangatan keluarga Lara dan lika-liku hubungan Lara Jean dan Peter-lah yang paling mempengaruhinya. Saya akan membuktikannya dengan membaca To All the Boys I've Loved Before sesegera mungkin. 
"Semua terasa seolah akan berlangsung selamanya, tapi sebenarnya tidak. Cinta bisa pergi atau orang-orang bisa pergi, bahkan tanpa bermaksud untuk pergi. Tidak ada yang dijamin tidak akan berubah."
Banyak orang yang keluar masuk hidupmu. Untuk satu masa, mereka adalah duniamu, mereka segalanya. Lalu suatu hari mereka bukan lagi apa-apa bagimu. 
Sebagian besar dari cinta adalah kemungkinan. Ada sesuatu yang menakutkan dan indah tentang itu.

Share:

1 comments