You Are Invited - Kezia Evi Wiadji | Book Review


Judul: You Are Invited
Penulis: Kezia Evi Wiadji
Penerbit: Grasindo
Tebal Buku: 211 halaman
"Aku pengin pernikahan kita sempurna. Aku pengin teman-teman dan seluruh kerabat hadir. Ini pernikahan satu kali seumur hidup."
John Edward serta Stacy Tanu, dipertemukan di sebuah pesawat menuju Bali, oleh tragedi air liur yang menetes ke baju John. Sejak saat itu, John dan Stacy berkenalan, dan tak lama, resmilah hubungan mereka menjadi sepasang kekasih, didasari perasaan menenangkan yang didapat John dari Stacy, mengingat gadis itu telah berhasil menghapus rasa yang dulu berkutat di hatinya terhadap Dina,
mantan kekasihnya. 
Penyesalan selalu datang terlambat.
Move on. Dunia belum kiamat, hidup kamu juga.
You Are Invited berkisah tentang pernikahan bahagia mereka yang berencana mengundang ratusan orang, termasuk enam orang yang punya peran besar dalam hidup mereka, ada Dina, Ben--mantan Stacy, Lyla--teman semasa kuliah Stacy, Sonia--adik kandung John, Edo--teman baik John, tak terkecuali James--kakak Stacy. Namun banyak halang merintang menuju hari pernikahan Stacy dan John. Masalah-masalah mulai bermunculan dalam hidup orang-orang yang berarti bagi kedua pasangan itu. 
Mungkin seorang ibu memang diciptakan Tuhan dengan kepekaan lebih, terutama jika berhadapan dengan anak-anaknya.
Dina, rasa enggannya untuk menghadiri pernikahan John tak dapat mengubur rasa cintanya terhadap lelaki itu. Tetapi, mengingat apa yang pernah dilakukannya terhadap lelaki itu, Dina tak punya cukup keberanian untuk meninggalkan Bali menuju Jakarta, untuk bertemu John, menghadapi kenyataan, menemukan bahwa bukan dirinyalah yang akan berada di sisi lelaki itu.
Cinta kadang berlabuh di tempat yang salah, sementara aku sendiri tidak kuasa menolaknya.
Ben, si pecandu petualangan, dengan pikirannya yang terus terpaku pada seorang gadis 'spesial' di Pekanbaru yang mampu menawannya, rasanya tiada hari tanpa memikirkan gadis itu, sampai-sampai dirinya seakan menggila. 
"Apakah karena Princille terlihat rapuh sehingga menggedor hati nurani gue untuk melindunginya?"
Lyla, musibah yang menimpa dirinya dapat menyebabkan keabsenan dirinya pada pernikahan sahabatnya. Sesuatu yang mencuri perhatiannya, malah membuatnya celaka. 

Sedangkan suami Sonia yang sedang dalam keadaan di antara hidup dan mati, menyebabkan pikiran gadis itu silih berganti antara hidup suaminya, hatinya, juga masa lalu yang terus membayanginya seperti bayangan hitam. 
Aku tersenyum melihat kebahagiaan kedua kakakku. Sementara di dalam hati, aku menjerit sedih karena tidak bisa merasakan kebahagiaan seperti mereka.
Sementara Edo, yang sedang tekun mengejar mimpinya, mimpi ibunya. Dia berusaha membuktikan bahwa dirinya dapat berguna, berharga, bahwa dirinya bisa menjadi lebih baik daripada orang-orang yang mengelilingi hidupnya. Karena itu pula, Edo harus kehilangan cintanya, karena tekad kuatnya untuk menyatakan cinta setelah dirinya menjadi seseorang yang pantas. Edo bergulat dengan kebimbangan, kesedihan, mendapati semuanya telah terlambat, menyadari bahwa semua terjadi karena salahnya. 
Aku ingin kuliah kedokteran. Aku ingin menyembuhkan ibu.
Serta hati James yang kembali bergejolak setelah bertemu seorang wanita yang mampu menghangatkan hidupnya, serta membayarkan rasa bersalahnya pada seseorang dalam kenangannya. Tetapi semua itu malah menuntunnya terhadap sebuah peristiwa yang membahayakan nyawanya. 

***

Konsep yang ditawarkan You Are Invited sangat unik. Dengan kover berbentuk layout undangan pernikahan, dan pembuka setiap bab yang mencerminkan isi undangan, saya dibuat terkagum-kagum. Ilustrasinya memang cantik sekali, salah satu kelebihan mutlak novel ini. Karena You Are Invited diikutkan pada lomba menulis dengan cita rasa Indonesia, maka novel ini mengambil setting banyak tempat, mulai dari Jakarta, Bali, Pekanbaru, Solo, Bandung, Batam, juga Medan, sesuai tempat masing-masing tamu John dan Stacy. Disamping dijelaskan sedikit keindahan tempat-tempat tersebut, yang paling dominan adalah sisipan nama-nama makanan tradisional khas daerah itu. Lumayan, saya jadi tahu dan mungkin nggak akan cari mal dan restoran cepat saji lagi jika bertandang ke salah satu daerah tersebut.

Tidak berhenti sampai disitu, keunikan You Are Invited juga dapat ditemukan pada ceritanya. Berawal dari sibuknya persiapan pernikahan Stacy dan John, pembaca diajak untuk menyelami kisah hidup Stacy, John, dan orang-orang terdekat mereka. Beda bab, berbeda pula tokoh utamanya. Seakan kita sedang membaca kumpulan cerpen, namun tokoh-tokohnya saling terkait. Semua dipicu oleh undangan Stacy agar mereka dapat hadir di pesta pernikahannya, setelah itu dimulailah kilas balik kisah mereka dengan Stacy maupun John, serta cerita pribadi milik mereka sendiri, yang melibatkan seluruh perasaan. 

Emosi, air mata, senyum, kekecewaan, semua tersaji dalam kisah enam orang ini. Menariknya, novel ini menawarkan kisah yang nano-nano, karena banyaknya tokoh, sehingga banyak pula jenis konfliknya. Kebanyakan, permasalahn yang diangkat adalah fenomena yang erat kaitannya dengan kehidupan remaja jaman sekarang. Seks bebas, terjerat omong kosong lelaki, sampai lembah hitam bernama narkoba, juga hal-hal yang seharusnya dimiliki oleh seluruh individu di masa yang makin bebas ini, seperti tekad kuat dalam mewujudkan mimpi, menghargai kekurangan orang lain, membantu orang lain di saat-saat tersulitnya, dan menikmati kebebasan hidup dengan cara yang lebih bijak dibandingkan hanya dengan berfoya-foya. Tetapi semuanya tetap diselipi dengan kisah cinta, yang nggak monoton. Ada yang meet cute--bertemu dengan cara yang manis dan lucu, siapapun akan bersemu malu saat mengingatnya, ada yang dipertemukan oleh masa lalu, ada yang meet lame--dipertemukan dengan jalan yang payah, sudah biasa bahkan ada yang dipertemukan karena kecerobohan (atau kebodohan?) dirinya sendiri. 

Favorit saya adalah kisah Lyla, salah satunya karena menyinggung pendakian gunung, serta menurut saya salah satu kisah yang realistis, nggak tiba-tiba bahagia sesuai keinginan kayak cerita dongeng. Saya juga suka kisah Sonia dan Edo yang cukup menyentuh. Yang paling saya suka adalah kisah James, karena Maria, sang tokoh wanita dalam hidup James. Dia berbeda, nggak lemah lembut, jadi nggak membosankan. Mendekatinya membutuhkan tantangan tersendiri. Kutipan yang saya sukai juga diambil dari kisah James ini. Salah satunya adalah filosofi tentang masa hidup burung rajawali, yang dikaitkan dengan kehidupan Maria, perumpamaan yang pas dan mengena. 
"Saat inilah Rajawali menentukan pilihannya. Melewatkan transformasi yang menyakitkan itu atau melewati sisa hidup yang tidak menyakitkan namun singkat menuju kematian."
Saya nggak akan banyak berkomentar tentang karakter dalam buku ini, karena saya mau pembaca yang penasaran, merasakan sendiri simpati atau tidaknya mereka terhadap tiap tokoh. (Sebenarnya juga karena Kak Kezia bilang beliau nggak suka spoiler, sih ><). Jadi saya hanya mau menyinggung sedikit tentang Ben dan Edo. Dua karakter tersebut mampu mencuri perhatian saya. Ben dengan maskulinitasnya, hanya saja sikapnya terlalu pemaksa jadi agak 'menyeramkan' bagi saya. Edo, yang.. aah.. idaman, lah, pokoknya. Dia ini tipe laki-laki yang mau berjuang, nggak mau mengumbar janji manis sebelum dia dapat membuktikannya. Yang kayak Edo ini, yang seharusnya lebih banyak 'beredar', karena mereka akan serius dan setia terhadap pasangannya. Bekerja keras demi mewujudkan rumah tangga impian bersama wanita idamannya. 

Yang saya sayangkan hanya kasus 'cinta tiba-tiba' dalam novel ini yang cukup mendominasi. Saya merasa bahwa hampir semua tokoh di novel ini mudah sekali jatuh cinta. Sepertinya mereka menginterpretasikan rasa kagum, ketertarikan fisik, intensitas bertemu, rasa penasaran terhadap lawan jenis, sebagai rasa cinta. Pendekatan mereka pun nggak begitu lama, rata-rata sebentar. Istilahnya seperti terpesona sedikit, ngobrol sedikit, dekat sedikit, lalu langsung ada status. Saya tahu bahwa ada keterbatasan dalam novel ini, sehingga ceritanya nggak dapat digambarkan secara keseluruhan. Tapi beberapa kali mengecek, saya mendapati lompatan waktu hanya besok, minggu depan, malah ada yang nggak dijelaskan. Mungkin jangka waktu pendekatan mereka bisa dibuat lebih lama, agar saya dapat merasa bahwa mereka benar-benar sudah dewasa. Nggak seperti anak remaja yang mudah sekali jatuh cinta. 
"Hidup itu berawal dari huruf B dan berakhir di huruf D. Huruf B artinya Birth dan D artinya Death. Tapi diantara huruf B dan D ada juga huruf C, yang artinya Choice. Artinya, hidup selalu menawarkan pilihan."

Share:

0 comments