Dae-Ho's Delivery Service - Pretty Angelia | Book Review



Judul: Dae Ho's Delivery Service
Penulis: Pretty Angelia
Penerbit: Grasindo
Tebal Buku: 226 halaman

Han Dae – Ho, memutuskan tinggal sendiri di Seoul setelah ia mengetahui bahwa ia bukanlah anak kandung dari kedua orang tua yang ia sayangi. Dua bulan setelah menetap di Seoul, Dae – Ho mendapatkan pekerjaan sebagai pengantar surat. Dae – Ho akhirnya tahu ia bukanlah pengantar surat biasa. Choi Hyun – Ki, bosnya, menyuruhnya menjamin bahwa si penerima surat membaca surat itu. Karena surat – surat itu adalah surat yang tidak pernah disangka akan didapatkan si penerima.

Dae – Ho sangat menikmati pekerjaannya. Meski begitu ia tetap sulit melupakan keluarganya yang selama ini menemani hari – harinya. Termasuk Hana, gadis blasteran Korea dan Amerika Serikat yang sangat disukainya. Semakin Dae – Ho lari dari masa lalunya, masa lalu itu justru tiba – tiba datang di hadapannya. Dae – Ho pun bertanya – tanya, mengapa ia memerankan sebuah drama yang tidak pernah ingin dilakoninya ini?
***
Penyesalan hanya akan hilang jika seseorang yang menyesal itu memaafkan dirinya sendiri.

Bagaimana caranya kau hidup di kota besar macam Seoul jika kau hanya lulusan SMA dan uang simpananmu hampir habis tak bersisa? Keputusan Han Dae-Ho sudah bulat, ia memilih untuk kabur dari rumahnya setelah mengetahui kenyataan bahwa ia bukanlah anak kandung dari kedua orangtuanya. Untuk menyambung hidup di kota metropolitan itu, Dae-Ho berinisiatif mencari pekerjaan. Maka, takdir mempertemukannya kepada sebuah pekerjaan sebagai pengantar pesan, dengan gaji pertama tiga juta won, dengan syarat si pelamar harus tahan banting dan seorang pekerja keras. 

Dae-Ho pun diterima secara baik di tempat itu oleh Choi Hyun-Ki, pemilik jasa pengantaran pesan tempat Dae-Ho bekerja--Wings Express. Dengan spontan, Hyun-Ki mengubah nama usahanya itu menjadi Dae-Ho's Delivery Service, merujuk kepada hanya Dae-Ho-lah satu-satunya kurir di sana. Ternyata, tugas Dae-Ho begitu unik. Tidak hanya sekadar mengantar pesan, namun laki-laki itu harus memastikan bahwa si penerima pesan membaca surat yang diantarkannya. 

"...tidak semua orang sudi membacakan pesan yang mereka terima karena berbagai macam alasan... Dan Dae-Ho's Delivery Service, membantu kalian mengantarkan pesan yang tak bisa kalian ucapkan langsung pada orang yag dituju..."

Dae-Ho awalnya mengira tugasnya akan berjalan lancar-lancar saja. Namun dirinya lupa memprediksi bahwa bisa saja surat yang diantarkannya itu berisi hal-hal yang dapat memicu emosi si penerima. Itu lah yang ia alami di hari pertamanya bekerja. Dae-Ho tidak menyerah. Berbekal pesan Hyun-Ki yang ingin Dae-Ho secara tidak langsung menjadi penyelesai masalah melalui surat yang dibawanya, Dae-Ho terus berusaha sebaik mungkin. Apalagi setelah penerima surat malah berbinar-binar setelah menerima surat darinya.

Mengelilingi tiap kota demi mengantar surat,  tak hanya jalan-jalan yang ia dapatkan. Berbagai kisah baru antara pengirim surat dan penerima ia dapatkan sebagai pelajaran, bahwa bukan hanya dirinya-lah satu-satunya orang yang punya permasalahan dalam hidup. Masa lalu memang sudah ditinggalkannya, termasuk pemilik hatinya, Hana. Apakah Dae-Ho pada akhirnya mampu memecahkan persoalan dirinya sendiri sebaik ia membantu para penerima pesan? Apakah Dae-Ho dapat berdamai dengan masa lalunya yang membawa luka mendalam di hatinya?

"Cinta yang terlambat disadari memang berbahaya. Jadi kalau kau punya orang yang sangat kau cintai, jangan pernah meninggalkannya, nanti malah kau yang ditinggalkan"

"Kau tahu mengapa banyak orang yang memilih tidak menyelesaikan masalahnya? Karena mereka lari dari kenyataan. Kenyataan memang menyakitkan untuk diketahui. Namun kenyataan membuat kita lebih manusiawi dan peduli pada diri sendiri, lalu kau pun jadi peduli dengan orang lain."
***

Jika sinopsis seharusnya membuat calon pembaca penasaran akan sebuah buku, maka Dae-Ho's Delivery Service berhasil pada poin itu. Saya sendiri langsung bertanya-tanya setelah membaca kalimat, "Karena surat-surat itu adalah surat yang tidak pernah disangka akan didapatkan si penerima." Memangnya surat yang seperti apa? Dan kenapa sih orang-orang malah mengirim surat? Padahal jaman sudah canggih, bisa mengirim pesan secara elektronik. Kalian akan menemukan jawabannya disini, dengan merasakannya secara langsung.

Pembaca tak hanya diajak berpetualang menyusuri kota-kota di Korea Selatan bersama Dae-Ho--bukan latar Korea Selatan yang menjadi daya tarik utama--tapi juga diajak untuk menyelami kisah pelik orang-orang di novel ini lalu 'membeli' sendiri buah tangan dari mereka berupa pelajaran yang berharga. Kisah-kisah tersebut tersampaikan lewat sebuah surat yang dibacakan Dae-Ho kepada penerima. Agak sulit menjelaskan bagaimana kisah-kisah tersebut agar menarik pembaca tanpa memberikan spoiler, karena salah satu kekuatan novel ini ada di beragamnya jenis kisah yang dituturkan. Ada yang romantis, ada yang menyedihkan, ada yang gembira, sampai kisah dark seperti pembunuhan dan teror. Kisah-kisah ini sukses membuat saya menitikkan air mata. Ada kisah milik Man Young, ada kisah milik Da-Hee, ada kisah milik Sang-Min, Favorit saya adalah kisah Man-Young.

Man-Young dengan kebersamaannya dengan anjing peliharaannya yang harus dipisahkan darinya karena menderita rabies. Sang anjing, Nicholas kemudian dirawat di rumah sakit tempat ayah Man-Young bekerja. 

"Meski kebohongan dilakukan demi kebaikan, kebohongan tetaplah kebohongan. Kebohongan akan membuat pedih hati yang dibohongi."

Da-Hee, seorang pebisnis sukses di Korea Selatan yang menderita kanker rahim, memanfaatkan waktu yang dipunya untuk menebus kesalahan masa lalunya dengan membantu seorang nenek pencuri.

"Bagaimanapun seorang anak tidak akan pernah lupa dengan wanita yang melahirkannya." 

Sang-Min, dengan usahanya untuk mendekati sahabat perempuannya yang mencintainya, Young-Soon yang sudah melupakan dirinya dan saat-saat mereka bersama dulu. Usaha-usahanya tidak membuahkan hasil maksimal sampai dirinya hampir menyerah atas 'penolakan' Young-Soon untuk mengingatnya.

"Aku baru menyadari ternyata dilupakan itu lebih menyakitkan dibanding ditinggalkan dan dikhianati."

Jin-Hee yang ditinggal mati oleh suami yang sangat mencintainya. Penyesalan datang menghantam dirinya layaknya ombak besar, tentang apa yang selama ini ia perbuat kepada Seun-Hun, suaminya, tentang betapa menyesalnya ia terlambat menyadari sesuatu yang paling berharga baginya.

"...mencintaimu membuatku tahu apa arti pengorbanan, mencintaimu membuatku paham akan arti penerimaan, mencintaimu membuatku sadar jika cinta sejati itu ada..."

Kisah Yun-Hee yang harus merelakan mimpinya, dan terpaksa berpisah dengan Sun-Hi, sahabatnya. Namun dua sahabat itu dipertemukan kembali lewat sebuah surat yang dikirim oleh Sun-Hi, yang berisi pengakuan terbesarnya kepada sahabatnya itu.

"Orang yang tiba-tiba menghilang dari kita lalu tiba-tiba muncul itu seperti orang mati yang bangkit dari kubur."

Joo-Eun dan suami yang terlalu memanjakan putra mereka satu-satunya, lalu menyesal karena secara tidak langsung telah menciptakan seorang 'monster' yang membahayakan dirinya, namun tetap disayangi sepanjang masa olehnya.

Boyband 6 Kings yang salah satu anggotanya tiba-tiba menghilang dan keluar dari grup mereka. Member lain seperti menaruh rasa benci terhadapnya yang selalu bermasalah dengan suaranya saat berlatih bernyanyi. Lalu suatu saat, ia kembali 'mendatangi' boyband itu melalui sebuah surat.

Serta permohonan maaf Hyun-Ki kepada putrinya, Mee-Yon yang punya hubungan kurang harmonis dengannya. 

Kak Pretty mengisahkan penyelesaian kisah Dae-Ho, dengan peran kisah-kisah orang lain tersebut sebagai reminder bagi Dae-Ho, mengingatkannya dengan beban hati miliknya sendiri yang tak sanggup ia hadapi, malah ia anggap sebagai hantu masa lalu yang harus ditinggalkan. 

Tanpa tambahan apa-apa lagi, sebenarnya konsep cerita yang ditawarkan Kak Pretty ini sudah sangat menarik dan unik. Bayangkan saja, ada pengantar surat yang membacakan surat kepada si penerima, dan malah jadi mengenal secara dekat lalu membantu mereka memecahkan masalah. Kak Pretty sepertinya memang sengaja memberikan petunjuk-petunjuk kecil setiap bab, sehingga beberapa ceritanya agak mudah tertebak--membaca novel ini bukanlah seperti memecahkan teka-teki. Tetapi dengan adanya twist yang tidak terduga, mau tidak mau jadi menambah daya tarik novel Dae-Ho's Delivery Service ini. Twist itu akan menjadi titik balik diri Dae-Ho yang baru. 

Dae-Ho memang karakter yang mudah disukai, terlepas dari sifatnya yang kurang pemaaf. Walaupun begitu, akhir kisah Dae-Ho dituliskan dengan apik, termasuk bagaimana kelanjutan hubungan antara Dae-Ho dan Hana yang tidak dijelaskan secara spesifik kemana ujungnya, namun pembaca diharapkan dapat menentukan sendiri mengingat kalimat yang diucapkan Dae-Ho dalam hatinya untuk Hana. 

Membaca Dae-Ho's Delivery, perasaan saya campur aduk, sempat tertawa sendiri karena lucu di halaman-halaman awal, hati saya sempat menghangat karena tersentuh kisah orang-orang pengirim pesan, kaget karena twist yang dihadirkan, dan yang paling sering adalah; menangis. Setelah membaca beberapa novel jebolan PSA 3 lain, bertambah lagi alasan saya untuk tidak meragukan keputusan dimahkotai-nya kisah Dae-Ho sebagai juara satu oleh Grasindo. :)

"Kau adalah pemeran di skenario yang Tuhan tuliskan, tapi kau bisa mengubah jalan yang telah ditentukan-Nya." 

Share:

0 comments