I Remember You - Stephanie Zen | Book Review


Judul: I Remember You
Penulis: Stephanie Zen
Penerbit: Gagas Media
Tebal Buku: 330 halaman
"To love means to give someone the chance to hurt you, but trusting them not to."
Sebagai seorang dresser, membuat Dea dan Aurelie setiap hari harus bertatap muka dengan model-model pucat dan jangkung bak boneka porselen dari seluruh belahan bumi. Demi membantu suksesnya acara fashion show, TVC, dan sebagainya, mereka membantu para model untuk berpakaian sesuai deck atau wardrobe reference yang telah disetujui. Betapa terkejutnya Dea, yang bukanlah lulusan fashion design, harus melihat pemandangan para model yang dengan santainya 'menelanjangi' diri di depan orang-orang sendiri setiap kali waktunya berganti pakaian. Tidak pernah terlintas di benak Dea, bahwa
pekerjaan sebagai seorang dresser itu ada, sampai akhirnya dia menerima tawaran pekerjaan housemate-nya yang seorang mahasiswa fashion design untuk menjadi seorang asisten fashion stylist daripada harus mati kebosanan menghabiskan hari-harinya di Singapura.
"Selama ini aku menganggap profesi model sebagai sesuatu yang glamor, tanpa pernah terpikir bahwa mereka juga manusia yang punya emosi dan terlibat dalam interaksi dengan pekerja-pekerja lain di dunia ini."
Lain halnya dengan Aurelie yang memang sudah bekerja tetap di sana, bersama Andrew dan Gillian--rekan kerja Dea juga. Pekerjaan itu juga-lah yang membawa mereka berdua tak sengaja bertemu dengan model yang mampu mencuri hati keduanya. Janes Cavalier, si model supertampan keturunan Jerman-Indonesia. Dia berbeda dengan para model kebanyakan yang identik dengan kehidupannya yang bebas, dia sama 'kolot'-nya dengan Dea yang menganggap merokok dan freesex adalah hal yang tabu. Tentu, mereka dengan mudahnya menjalin pertemanan. Kemudian ada Ruben Tan, model yang punya pekerjaan lain sebagai pengelola bisnis furnitur milik ayahnya. Menjadi model untuk tahu apakah dia masih menikmati pekerjaan itu seperti dulu, Berkenalan dengan Aurelie, setelah gadis itu membantunya fitting pakaian bartender untuk TVC, kemudian membeli satu set sofa untuk apartemen di Maxima Furniture miliknya. 
"Dia model catwalk supertampan, sedangkan aku hanya cewek dua puluh dua tahun yang kebetulan terdampar menjadi dresser di fashion show ini, tak mungkin dia suka kepadaku, kan? Get real!"
"...mengetahui bahwa ketika model lain sibuk main game untuk membunuh waktu, Ruben malah memutar otak untuk membangun bisnis orangtuanya. He is somewhat... different."
Janes dan Dea mengawali hubungan mereka dengan obrolan mengenai satu sama lain lalu dilanjutkan dengan acara makan bersama. Lama-lama Dea semakin menyadari bahwa perasaan yang dimilikinya bukanlah yang dimiliki oleh seorang teman. Dea menginginkan lebih. Namun, sepertinya Janes tidak sependapat dengannya. Dea begitu tergila-gila pada Janes sampai akhirnya lelaki blasteran itu merenggut sesuatu paling berharga yang dimilikinya. Aurelie dan Ruben; setelah Ruben membantu memasangkan sofa pesanan Aurelie lalu membantu gadis itu memasak, kedekatan mereka terus berlanjut. Namun batu yang mengganjal di hati Aurelie membuatnya tak mampu membuka hati untuk Ruben. Dia berjanji untuk tidak lagi menjalin hubungan lebih dengan model, aktor, dan mereka yang bekerja di industri hiburan, atas masa lalu yang terus menghantuinya. Apakah kejadian kelam membuat dua gadis itu tak lagi percaya akan cinta? Apakah mereka pada akhirnya bisa membuka hati kepada yang baru atas kesakitan yang pernah mereka terima dahulu?
"Namun, perlahan aku menyadari, like a switch has been flicked somewhere... aku tak bisa hanya menganggapnya sebagai teman. Sejak awal, aku tahu itu. Friends don't do what we do."
"Don't let your past rules over your future, Aurelie! Ada seorang pria baik hati yang kemungkinan besar sedang mendekatimu, tertarik kepadamu, tapi kau malah memilih berkubang dalam masa lalumu yang nggak akan pernah bisa kau ubah?"
***

I Remember You adalah novel Stephanie Zen pertama yang saya baca. Menggunakan POV 1, di tiap bab tokoh yang menjadi "Aku" berbeda, berganti-gantian diceritakan dari sudut pandang Dea lalu Aurelie. Sebelumnya saya benar-benar clueless dengan buku ini karena saya membelinya tanpa membaca sinopsis ataupun mencari tahu novel ini bercerita tentang apa. Yang saya tahu, profesi sang tokoh utama jarang diangkat di kebanyakan novel (sebelumnya saya pernah membaca sample-nya di google books), dan karena cover-nya yang cantik sekali, spontan saya beli. 

Benar saja, profesi dresser itu menarik banget. Kalau saya, belum pernah menemukan di novel lain. Pembaca bisa mengetahui bagaimana, sih, keadaan di backstage saat fashion show, bagaimana hectic-nya pergantian pakaian para model yang nggak bisa mengganti baju sendiri karena baju mereka superribet. Lalu bagaimana pekerjaan dresser yang kerjanya belanja baju kesana kemari tetapi bukan untuk mereka, melainkan untuk para model. Beberapa istilah dalam dunia modeling juga dijelaskan dalam novel ini, sedikit-sedikit bertambah pengetahuan saya tentang hal seperti ini. 

Awalnya saya begitu menikmati tenggelam dalam pekerjaan Dea dan Aurelie yang sama, dan rekan kerja mereka pun sama, sembari menebak-nebak apakah mereka berdua akan berhubungan nantinya di pertengahan maupun akhir cerita. Tetapi lama-lama saya cukup jenuh karena pekerjaan mereka berdua benar-benar mengambil porsi sangat banyak pada halaman awal, membuat saya malah bosan membaca hal yang sudah berulang kali dijelaskan. Yah, gimana sih, ibaratnya kalau kamu dikasih suatu pekerjaan tanpa diselingi hiburan atau jalan-jalan pasti jenuh, kan? Alur novel ini pada bagian awal cukup lambat. Pertemuan Dea dengan Janes dan Aurelie dengan Ruben dibuat perlahan-lahan, dengan beberapa kali adanya kebetulan mereka kerja bareng lagi dan lagi. Tapi di bagian mereka berdua sudah mulai dekat dengan pasangannya, kembali, semangat saya memuncak lagi. Apalagi dengan banyaknya nama makanan yang bertaburan, poin plus-nya. Satu quote dalam novel ini yang paling saya sukai: A good look may make a man fall. A good cook make him stay. Lalu saat mereka sudah mulai so called nge-date alias jalan bareng, lalu ngobrol tentang satu sama lain, sudah kembali membuat saya tertarik.

Dea digambarkan sebagai orang yang tekun dalam pekerjaannya, karakternya sepertinya juga agak lebih "berwarna" dibandingkan Aurelie yang lebih "gelap" karena masa lalunya. Janes, karakternya ini agak membingungkan, dia seperti orang yang lurus, tetapi malah berani melakukan hal yang diluar batas kewajaran para orang kolot. Ruben Tan, saya nggak mau berkomentar banyak, dia tokoh favorit saya dalam novel ini juga salah satu kriteria cowok idaman saya dalam novel. He's such a sweet!

Saya cukup sabar menunggu kapan Dea dan Aurelie akhirnya dipertemukan, dan akan membawa pesan apa kepada pembaca. Serta apa peran Janes dan Ruben terhadap mereka berdua jika memang mereka ada dalam novel yang sama. Akhirnya saya sampai juga pada bagian itu, dan saya sangat suka. Sebuah konsep yang unik dimana penulis menceritakan kisah tokoh-tokoh utama secara terpisah, yang sama-sama trauma, lalu 'mempertemukan' mereka di akhir cerita dengan apik. 

Singapura menjadi latar tempat dalam novel ini. Namun sayangnya karena tokoh dalam novel ini diceritakan sudah tinggal cukup lama di Singapura, membuat tempat-tempat wisata di negara ini nggak dapat porsi untuk unjuk gigi. Berbeda dengan kebanyakan novel lokal ber-setting luar negeri yang mendeskripsikan hampir seluruh tempat wisata terkenal wilayah itu. 

I Remember You nggak hanya berkisah tentang cinta, tetapi lebih dari itu. Ada unsur kekeluargaan dan pertemanan juga yang cukup kental. Pokoknya apapun yang dirasakan saat awal membaca novel ini, jangan kecewa dan berhenti membaca dulu, hal-hal menyenangkan ternyata sudah disimpan penulis di bagian menuju akhir. Serius, novel ini benar-benar recommended bagi pembaca yang suka kejutan. Two thumbs up for Stephanie Zen! :)
"Kejadian buruk memang hanya akan membuat dua dampak pada kehidupan seseorang. Make them bitter, or better."

Share:

1 comments

  1. Mantap, mbak, review-nya. Jelas juga ya hehehe :)
    Tapi, mungkinkah buku saya juga bisa mbak review hehehe? Semoga bisa, sila diliat di blog saya www.lengaindonesia.blogspot.co.id atau kunjungi situs penerbitnya, LeutikaPrio, www.leutikaprio.com

    ReplyDelete