Angel of Morning Star Club - Lim Se Hyuk | Book Review


Judul: Angel of Morning Star Club
Penulis: Lim Se Hyuk
Penerbit: Penerbit Haru
Tebal Buku: 370 halaman
"Apakah mantan narapidana itu bukan manusia? Apa mantan narapidana itu sudah pasti orang yang jahat? Pantas saja orang-orang yang mantan narapidana seperti saya ini selalu ingin menghilang dari dunia ini karena dianggap buruk oleh semua orang. Orang berpendidikan seperti Anda saja memperlakukan kami seperti ini."
Lim Hwi Chan kembali lagi berurusan dengan polisi atas kesalahan yang tak pernah dilakukannya. Dulu, berkat ulah seorang gadis yang membuat dia terpesona, Hwi Chan malah dituduh sebagai pencuri saat ingin menyelamatkan gadis itu dari tangan seorang penjahat bertopeng hitam.
Karenanya, Hwi Chan harus menanggung kesalahan orang lain dengan menjadi penghuni jeruji besi selama tiga tahun. Waktu itu, tak ada orang yang percaya bahwa itu hanyalah salah paham, karena di saat itu, dia berada di tempat dan waktu yang salah. 
"Bertahun-tahun dan bermusim-musim terpaksa kuhabiskan di penjara karena kesalahan yang tidak kulakukan. Masa gemilang umur dua puluh hancur lebur begitu saja bak disiram larutan asam. Bahkan, diriku sendiri tidak mampu mengekang semua kenangan dan rasa pahit itu."
"Aku juga tidak tahu harus berbuat apa lagi. Hanya satu hal yang terlintas di pikiranku saat ini. Aku ingin lari dan menghilang dari situasi ini. Lari adalah satu-satunya jalan untuk hidup."
Kini, Hwi Chan harus menghadapi masalah serupa, akibat tuduhan seorang bocah sombong yang memfitnahnya melakukan pemukulan, saat dirinya sedang bertugas sebagai kasir di Gajeok Mart milik kakak perempuannya. Tetapi tetap saja, stigma masyarakat tentang citra para narapidana, membuat Hwi Chan selalu menanggung akibatnya. Dia tak bisa diterima kerja di perusahaan mana pun, karena tak ada perusahaan yang mau menerima karyawan dengan catatan kriminal. Berkali-kali penolakan diterimanya. Sampai suatu hari, seorang laki-laki tanpa sengaja menaruh koran berisikan iklan tentang "Morning Star Academy."
"...aku sadar bahwa semua perusahaan akan melakukan tahap final yang menyebabkan mantan narapidana akan langsung dibuang tanpa pikir panjang lagi. Tak peduli seberapa banyak surat lamaran yang kukirimkan dan tes wawancara yang kulalui, alasan mengapa aku selalu gagal di tahap akhir pun kini sudah kuketahui dengan jelas."
"Ketika sinar bulan redup sebelum matahari terbit, morning star-lah yang bersinar paling terang di langit malam. Jadi, tak peduli kejahatan yang telah kita lakukan, kita harus menjadi orang-pran berguna seperti morning star tadi. Itulah arti nama klub ini."
Di sana, dia bertemu dengan Sung Cheol HyeongnimChil Su (Paman Kang), dan Paman Park. Ternyata, hanya mereka-lah anggota tetap Morning Star Academy. Hwi Chan serta para paman sering menghabiskan waktu bercanda bersama. Para paman sangat baik dan sering memberi dorongan Hwi Chan untuk tidak putus asa meskipun semua orang yang memandangnya sebelah mata. Bertekad untuk menambah jumlah anggota baru untuk membantu mereka mengejarkan kegiatan sosial, Morning Star Academy sepakat untuk membuat artikel di koran, yang berujung pada kesempatan akan diliputnya kegiatan mereka di stasiun televisi. 
"...jangan cepat emosi dan jangan merasa kalau kau diperlakukan tidak adil. Berusahalah untuk bisa menerimanya. Akui saja bahwa dirimu dan orang lain itu berbeda. Lalu, berusahalah hidup untuk mengimbangi jarak perbedaan antara dirimu dan orang lain itu."
Anggota Morning Star Club pun semakin bertambah, masa-masa kejayaan hampir di depan mata. Hwi Chan bahkan dapat bertemu dengan pujaan hatinya, Oh Sujeong, seorang gadis dari panti asuhan. Tetapi kembali, badai menerpa Hwi Chan dan Morning Star Club. Salah seorang anggota baru Morning Star Club, mengingatkan Hwi Chan akan masa lalunya yang menyakitkan, yang berusaha dia lupakan. Pemuda itu dicurigai Hwi Chan sebagai orang yang bertanggung jawab membuat dirinya masuk penjara. Sementara itu, Ketua Morning Star Club memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya dan kembali ke kampung halaman, menyerahkan posisi Ketua kepada Hwi Chan. Sanggupkah Hwi Chan membawa nama Morning Star Club bersinar seterang bintang pagi?
"Untuk beberapa waktu, aku berpikir bahwa Kau benar-benar tidak ada di dunia ini. Ya, yang kumaksud adalah Engkau, Tuhan. Engkau selalu memberiku beban yang berat, bukan? Engkau bahkan membawa pergi kedua orangtuaku dari aku yang tidak punya apa-apa ini, kemudian kebebasanku, kemudian harapanku, dan yang terakhir senyumanku."
***

Angel of Morning Star Club adalah terbitan Penerbit Haru yang berlini K-Iyagi. Fokus permasalahan yang diangkat novel ini cukup berat. Berkisah tentang seorang mantan narapidana yang sebenarnya tidak bersalah atas tuduhan apa pun, tetapi harus menanggung akibatnya. Narapidana, di novel ini, digambarkan sebagai sampah masyarakat yang benar-benar patut dihina dan tidak dihargai. Ironis mengetahui memang itu-lah realita yang ada, itu-lah sanksi sosial yang berlaku. Meski mereka sudah terbebas dari penjara, label "narapidana" itu akan tetap melekat, sebaik apa pun hal yang coba mereka lakukan, tetap saja masyarakat akan memandang berbeda.

Miris melihat betapa Hwi Chan dan teman-teman sesama mantan narapidana-nya dengan mudahnya dicurigai sebagai otak lagi tindakan kriminal, kembali lagi, karena status yang mereka sandang itu. Novel ini mampu membuat saya terbawa emosi saat Hwi Chan dituduh polisi melakukan kekerasan terhadap seorang bocah. Kesal rasanya melihat polisi membantah habis-habisan pembelaan dari Hwi Chan. Juga, saat adanya acara amal Morning Star Club dengan para polisi dan istrinya, masih ada anggapan bahwa mantan narapidana itu lebih rendah derajatnya daripada mereka, dan pantas menerima celaan jika melakukan kesalahan sekecil apa pun. 

Dengan POV 1 dari sisi Hwi Chan, pembaca tetapakan disuguhi latar belakang mengapa para mantan narapidana ini bisa berakhir di penjara. Kisah-kisah yang dituturkan sangat mengharukan. Betapa sebenarnya, mereka melakukannya bukan karena sengaja, tetapi tuntutan kehidupan-lah yang menyebabkannya. Saya diajak untuk menaruh simpati kepada para anggota Morning Star Club, meski sebelumnya sudah menaruh respek terlebih dahulu atas kegiatan sosial yang mereka lakukan tanpa pamrih. Tetapi, dengan adanya kisah masa lalu itu, saya jadi tahu bahwa tidak baik menilai orang hanya dari apa yang telah dilakukannya, kadang kala kita juga perlu mengetahui mengapa mereka sampai berbuat hal seperti itu, meskipun salah. Tujuannya hanya untuk mengerti, bukan menghakimi.

Banyak sekali karakter yang ditulis dalam novel ini, namun favorit saya adalah Sung Cheol. Dulunya, dia adalah seorang kriminal yang sering melalukan kekerasan bahkan pembunuhan, tetapi kini dia sudah berubah 100% menjadi orang yang lebih baik dengan mendirikan Morning Star Club. Salut sekali! Lalu, Hwi Chan yang meski masih muda, semangatnya perlu diacungi jempol. Pikirannya memang masih kekanakan, saat dia terus mengikuti ego-nya yang nggak mau mengaku salah (meski memang nggak salah), hanya karena menjaga harga dirinya, yang mengakibatkan kesialan bagi dirinya sendiri. Tapi itu sangat wajar, karakternya jadi terasa realistis. Kurangnya, saya hanya agak 'geli' membaca dialognya saat menyatakan perasaannya kepada Oh Sujeong, agak berlebihan. >.<

Rasa persaudaraan dan kepedulian yang terjalin di novel ini menghangatkan hati. Adegan kegiatan sosial di panti jompo menurut saya yang paling ingin menguras air mata, nggak kebayang nenek-kakek yang udah nggak punya siapa-siapa harus tinggal di gereja yang bangunannya sudah nggak layak. Terjemahan novel ini terasa lancar, nggak membingungkan saat membacanya. Tetapi tentu novel ini ada kurangnya. Menurut saya, di bagian awal sampai pertengahan halaman, cara berceritanya sedikit terasa membosankan, mungkin karena belum ada konflik yang berarti. Cerita kebanyakan hanya bergulir pada kegiatan sosial yang dilakukan klub. Tetapi pada bagian setelah pertengahan menuju akhir, baru terlihat bahwa novel ini tipe page turner. Kejutan dan konflik yang bermunculan membuat saya terus semangat untuk memgetahui bagaimana kelanjutannya. Bagian favorit saya adalah konflik bersama polisi di acara amal.

Angel of Morning Star Club adalah tipe novel tentang kehidupan yang sangat wajib untuk dibaca, apa lagi bagi orang-orang yang putus asa pada hidupnya. Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari novel ini. Bacalah, bagi yang sedang mencari novel yang kadang membawa emosi, kadang membuat miris, kadang membuat ingin menangis, dan kadang merasakan kehangatan!
"Aku sudah melewatkan banyak waktu di tempat itu. Aku sadar waktu yang kulewatkan di sana itu adalah waktu penantian hingga aku dipertemukan denganmu. Tempat permulaan semua itu adalah di sini, di penjara ini.Karena itulah aku berniat untuk kembali memulai hidupku yang baru dihadapan tembok penjara ini. Bersama denganmu, Su Jeong."

Share:

2 comments

  1. wah ngga nyangka kalau novel ini tentang narapidana..
    baca reviewnya bikin hati terenyuh :'(
    jadi pengen baca juga :D
    makasih udah sharing :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama Hana, bikin geregetan juga novel ini pas kita ngebayangin jadi Hwi Chan. Baca aja, bagus banget loh. :D

      Delete