Cinder (The Lunar Chronicles #1) - Marissa Meyer | Book Review


Judul: Cinder (The Lunar Chronicles #1)
Penulis: Marissa Meyer
Penerbit: Penerbit Spring
Tebal Buku: 384 halaman
Buntelan dari @penerbitspring
"Mereka mengambil gaun-gaunnya yang indah, menyuruhnya memakai baju kerja abu-abu tua, dan memberinya sepatu kayu."
Pada era setelah perang dunia keempat, dunia begitu berubah. Banyak orang yang dulu tinggal di bumi, bermigrasi ke bulan lalu menjadi Orang Bulan. Linh Cinder adalah seoranh cyborg yang menetap di bumi. Bekerja sebagai mekanik di New Beijing, Persemakmuran Timur, Cinder punya android yang menjadi teman setianya sejak dulu, bernama IkoSeperti Cinderella, dirinya memiliki ibu tiri, Linh Adri dan dua saudari tiri, Linh Peony dan Linh Pearl.
Cinder dahulu diselamatkan oleh ayah tirinya sebelum lelaki itu meninggal dunia, kemudian Adri mengurus Cinder dan membesarkannya meskipun seringkali wanita itu menunjukkan ketidaksukaannya terharap kehadiran Cinder. Pearl pun sama, tetapi tidak dengan Peony. Adik tirinya itu bersikap baik padanya, tidak seperti saudari tiri Cinderella dalam dunia dongeng. 
"Apa jenismu tahu apa itu cinta? Apakah kau bisa merasakan sesuatu, atau semua itu hanya... program?"
Sebagai salah satu mekanik terhebat, keahliannya telah menyebar ke segala penjuru, termasuk istana. Pangeran Kaito, sang Putra Mahkota pun mengetahuinya, karena itu-lah dia meminta bantuan Cinder untuk memperbaiki android-nya, Nainsi. Cinder pun memberitahu kabar itu kepada Peony, yang diketahuinya sangat mengagumi sang pangeran--seperti semua wanita di seluruh kota--menyebabkan ikutnya Peony ke tempat penampungan sampah, yang berujung kepada gejala Letumosis yang tiba-tiba ditunjukkan Peony. Letumosis adalah virus yang sudah menewaskan banyak orang; tidak ada obat, tidak ada penawar. Adri yang marah, memutuskan mengirim Cinder untuk menjadi relawan dalam pencarian vaksin penyembuh Letumosis. Cinder tentu tak mau, karena dirinya tahu bahwa tak ada orang yang selamat setelah menjadi kelinci percobaan itu.
"Banyak di antara mereka telah diberi kesempatan kedua untuk hidup atas kemurahan hati para ilmuwan. Dan karena itu, mereka berutang budi kepada para ilmuwan yang telah menciptakan mereka dan menjadikan mereka ada. Banyak orang berpikir bahwa para cyborg beruntung karena telah hidup selama ini. Akan adil jika mereka menjadi kelompok pertama yang harus menyerahkan hidup mereka demi menemukan vaksin."
Tetapi Cinder justru menemukan kenyataan yang mengejutkan; dirinya kebal terhadap virus Letumosis. Virus yang ada dalam tubuhnya perlahan-lahan menghilang. Dirinya pun menjadi objek penelitian paling berharga bagi Dokter Erland. Cinder membuat sang dokter berjanji menjadikan Peony orang kedua yang diberikan vaksin setelah Kaisar Rikan, ayah Pangeran Kai. Malang, Kaisar Rikan tak bisa bertahan lebih lama dari serangan wabah, menjadikan Pangeran Kai harus dinobatkan menjadi Kaisar pengganti di usianya yang masih sangat belia. Karena itu pun, tanggungan rakyat dan negeri berada di pundaknya. Terlebih lagi saat kedatangan Ratu Levana, ratu Bulan, ke bumi.
"Kekuatan mereka yang tidak alami membuat mereka menjadi ras yang serakah dan penuh kekerasan, dan Ratu Levana adalah yang terburuk dari mereka semua."
Ratu Levana adalah sosok diktator yang jahat. Wanita itu punya kemampuan luar biasa, dia dapat mengelabui siapapun yang melihatnya, mencuci otak orang-orang yang membencinya. Ratu Levana kembali menawarkan pernikahan aliansi kepada Pangeran Kai agar bumi dapat terus damai, agar Ratu Levana membatalkan rencana perangnya dengan bumi. Juga, sebagai kunci pemberian vaksin Letumosis yang dimilikinya. Pangeran Kai awalnya tentu tidak bersedia, namun dia tak lagi sanggup melihat rakyatnya menderita. Maka di pesta dansa, nantinya, dia akan mengumumkan pernikahannya dengan Ratu Levana. Cinder sudah bertekad akan kabur dari kehidupan lamanya; Adri, Pearl, Peony, dan juga Pangeran Kai. Namun, setelah apa yang ditemukannya pada Nainsi, Cinder mengetahui rahasia dari sesosok Ratu Levana dan bertekad untuk mengungkapnya. Berhasilkan Cinder menjalankan misinya?
"Dua ratus ribu gadis lajang, kenapa bukan kau?"
***

Cinder adalah buku pertama dari serial The Lunar Chronicles. Dilanjutkan oleh Scarlet, Cress, dan Winter. Berkisah tentang seorang cyborg yang menyukai manusia sesempurna pangeran, yang ditentang banyak orang, dihina banyak orang. Cinder harus belajar merupakan perasaannya karena merasa tidak pantas untuk pangeran Kai, menyebabkan selama ini dirinya selalu menyembunyikan identitas cyborg-nya. Unsur fantasi dalam novel ini sangat kental. Cinder adalah novel yang tepat bagi orang-orang dengan imajinasi tinggi.

Terjemahannya sangat mulus; saya sama sekali tidak tersendat saat membacanya. Setting waktu setelah perang dunia keempat begitu detail. Pembaca dihadapkan pada suasana yang benar-benar berbeda dari masa kini, diajak berimajinasi seperti apa masa tempat Cinder hidup; banyak puing-puing runtuhan dan benda jaman perang dunia sebelumnya. Berbagai negara di dunia melebur, hanya menyisakan 8 negara. Adanya hover yang menjadi kendaraan utama. Adanya android yang berkeliaran bebas. Semua teknologi sangat terasa nyata saat dibayangkan, berkat pendeskripsian Marissa Meyer yang patut diacungi jempol. 

Penceritaan virus Letumosis dan Ratu Levana yang menjadi momok menyeramkan berhasil menjadi part favorit saya. Virus mematikan yang diyakini dibawa oleh orang Bulan. Orang Bulan juga digambarkan sangat unik. Mereka kebanyakan mempunyai kekuatan sihir dan dapat memanipulasi orang yang melihat mereka. Seperti contohnya Ratu Levana, yang diyakini telah membuat orang-orang percaya akan kecantikannya padahal itu hanyalah tipuan. Karakter Ratu Levana menjadi sangat menarik untuk diikuti. Menyenangkan saat membaca bagian dimana Ratu Levana sedang mencuci otak massa yang menolaknya. Baru kali ini saya merasa semua karakter dalam sebuah buku, unforgettable. Cinder yang kuatPangeran Kai yang tampan, cerdas, dan pemimpin yang sangat peduli kepada rakyat. Semua mempunyai karakter yang unik dan like-able, nggak ada yang terlihat berlebihan atau terlalu lemah. Tidak ada satupun karakter yang terasa hanya menjadi penghias. Bahkan, kepala ahli sihir Bulan, Sybil Mira pun membuat saya tertarik. Begitu juga dengan Iko, android Cinder yang centil.

Misteri dalam novel ini terpecahkan satu persatu seiring halaman yang terus dibalik. Pembaca akan menemukan sejarah hubungan Bumi dan Bulan, masa lalu Cinder yang perlahan terungkap, rahasia yang ditemukan Cinder pada android Pangeran Kai, serta bagaimana akhirnya Ratu Levana dapat ditaklukkan. Mungkin di awal halaman, alurnya agak sedikit lambat, karena berkisar pada pekerjaan Cinder sebagai mekanik. Tetapi semakin ke belakang, keseruan novel ini semakin terasa. Saya semakin nggak bisa meninggalkan Cinder tanpa diselesaikan terlebih dahulu, meski ukuran novel ini cukup tebal dengan font nya yang lumayan kecil dan memenuhi seluruh halaman tanpa ilustrasi. Percaya saja, saya yang awalnya merasa capek mata, malah nggak bisa berhenti karena penasaran bagaimana kelanjutan ceritanya.

Meski sebagian cerita terinspirasi dari kisah Cinderella, jangan tertipu bahwa Cinder ini adalah gadis lugu dan kelewat baik seperti Cinderella di dongeng. Kesamaan antara Cinderella dan Cinder hanya terletak pada fakta bahwa Cinder punya ibu dan saudari tiri, serta adanya Pangeran dan pesta dansa yang diadakannya untuk mencari jodoh. Selebihnya, cerita bergulir tentang petualangan Cinder di dunia penuh robot. Twist yang ada dalam novel ini bisa saya tertebak, tapi nggak menghilangkan keseruan saat membacanya. Justru, apa pun yang pembaca temukan selama membaca itu-lah yang membuat kisah Cinder semakin unik. 

Salut dengan pemikiran, imajinasi, dan riset yang dilakukan Marissa Meyer, sangat matang, hingga saya merasa tidak menemukan keganjilan saat membacanya. Semua yang terjadi dilatarbelakangi alasan yang masuk akal, jadi tidak tampak kebetulan yang 'maksa'. Saya ingin sekali melihat visualisasi novel Cinder. Berharap sekali Cinder akan difilmkan, saya mau melihat sosok Cinder, Ratu Levana, apa lagi Pangeran Kai dalam dunia nyata. Karena ending-nya yang gantung, The Lunar Chronicles adalah serial yang wajib dikoleksi. Terlebih lagi setiap buku terinspirasi dari dongeng yang berbeda-beda. Pssst, di halaman akhir, akan ada sedikit potongan kisah dalam buku Scarlet, loh. Saya saja sudah nggak sabar menantikan Scarlet, bertanya-tanya apakah keseruan kisahnya sama dengan Cinder ataukah malah melebihi. Masa kamu malah belum membaca Cinder sama sekali? :p
"Kita memilih perdamaian daripada perang. Hidup daripada kematian. Kita memilih untuk memahkotai satu orang sebagai pemimpin, untuk membimbing kita, untuk menjunjung kita--bukan untuk memerintah, melainkan untuk melayani."
 (sebenarnya 4,5, tapi nggak ada pic-nya.)

Share:

28 comments

  1. Setuju sama pernyataan Terjemahannya sangat mulus; saya sama sekali tidak tersendat saat membacanya.

    ReplyDelete
  2. huwahhh jadi makin penasaran ^_^
    pengen membandingkan kisah Cinder dengan Cinderela :D

    ReplyDelete
  3. Wah, novel si-fic yg lg happening bgt nih. Jadi tambah ngiler euy,..

    ReplyDelete
  4. Suka deh mengetahui kalau Cinder tidak selugu dan kelewat baik seperti Cinderella di dongeng-dongeng biasanya, jadi tambah semangat bacanya :D

    ReplyDelete
  5. Ok aku sdh baca reviewnya sebagai salah satu syarat wajib giveaway :p btw reviewnya disampaikan dengan lugas, ga bertele tele, ya walaupun aku ga baca semua reviewnya takut kena spoiler hehe

    Sukses ya review berikut berikutnya, dan buat giveaway lainnya.

    ReplyDelete
  6. Sebenernya udah nyerah banget ngikutin blog tour Cinder, dikecewain mulu ;D. Tapi gapapa, mumpung ada kesempatan, kisahnya jg bagus banget.

    ReplyDelete
  7. setiap kali baca reviewnya cinder, semakin besar keinginan untuk mendapatkan buku ini ...wish me luck..

    ReplyDelete
  8. Masih menggebu-gebu ingin baca ( dan punya) novel Cinder ini. Belu kesampaian juga. Belum nyerah juga ikutan GA-nya. Hahaha..

    Setting Cinder perang dunia ke-4?
    Wow, yang ke-3 nya kapan ya? #eh #abaikan
    Hehehe..

    Review-nya cukup detail ya. Maaf baca agak lompat-lompat karena takut kena spoiler banyak. Aku pengen baca novel ini dengan penuh kejutan dan menikmati setiap detail ceritanya. Hehehe..

    ReplyDelete
  9. Awalnya karena Cinder terinspirasi dari cerita Cinderella, aku sempat menganggap kalau buku ini ceritanya terkesan klise dan membosankan.
    Tapi sepertinya tidak, beberapa bumbu bumbu lain turut dimasukkan untuk mempermanis cerita ini. Salah satu hal membuatku penasaran adalah latar waktunya.
    Setelah perang dunia keempat? Hmm.... akan seperti apa ya?
    Mungkin, ini akan menjadi fantasi yang luar biasa.
    Kerenn.. pengin baca.
    Oiya, biasanya kalau baca novel terjemahan, aku agak tersendat karena bahasanya yang kadang susah dicerna dalam sekali baca. Tapi, jika dilihat berdasarkan review di atas, sepertinya aku tak perlu meragukan hal seperti itu lagi di novel 'Cinder'.
    Semoga menaaannggggg, hehe.

    ReplyDelete
  10. Wah reviewnya bikin penasaran kak >< Buku ini benar-benar bikin penasaran kayaknya ini novel pertama bersetting sci-fi yang aku suka deh. Karena belum pernah membaca tentang genre itu jadi aku berharap banyak supaya Cinder sesuai dengan ekspektasiku. Aku takut spoiler makanya baca hanya setengah review T,T pengen punya semua serinya huhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dijamin Cinder bakal sesuai ekspektasi kok. Semangat berburu Cinder dan teman-temannya, ya! :)

      Delete
  11. "Saya saja sudah nggak sabar menantikan Scarlet, bertanya-tanya apakah keseruan kisahnya sama dengan Cinder ataukah malah melebihi. Masa kamu malah belum membaca Cinder sama sekali? :p "

    Iya. Maka dari itu pantang menyerah & selalu berjuang di setiap GA Cinder :D
    Scarlet? :'( usahain Cinder dulu :)

    ReplyDelete
  12. Banyak banget yang baca buku ini. aku jadi makin penasaran. ><
    Sering nemu novel-novel yang ada kaitannya dengan Cinderella. Tapi ini unik tentang cyborg.

    ReplyDelete
    Replies
    1. eh android maksudnya *salahketik* XD

      Delete
  13. Aku penasaran kenapa nama pangerannya Kaito~ so japanese xD

    ReplyDelete
  14. Well written review, Fab! ^^

    Aku paling suka sama quote: "Apa jenismu tahu apa itu cinta? Apakah kau bisa merasakan sesuatu, atau semua itu hanya... program?"

    Rasanya bener2 makjleb! T__T

    ReplyDelete
  15. aku salah satu orang yang suka banget sama novel genre fantasy ^^
    kutipan ini bikin penasaran banget loh..
    "Dua ratus ribu gadis lajang, kenapa bukan kau?" jadimakin penasaran sama novel ini

    ReplyDelete
  16. Pertama kali melihat buku ini aku udah fall in love . Aku udah ikutan GA disana sini tapi belum nyantol .Berharap banget bisa berjodoh disini .
    "Dua ratus ribu gadis lajang, kenapa bukan kau?

    ReplyDelete
  17. tiap baca review cinder, aku malah ngebayangin kalo ratu bulan itu seperti dark chibi usa, mengingat marrisa sendiri penggemar sailormoon. dan levana itu aslinya umur berapa sih?? kok suka sama berondong gitu :D

    semoga aku berjodoh sama cinder di blog kak lala ini ^^

    ReplyDelete
  18. Bikin penasaran banget..dari kmr ikut GAnya Cinder blm goal juga :(

    ReplyDelete
  19. Bikin penasaran banget..dari kmr ikut GAnya Cinder blm goal juga :(

    ReplyDelete
  20. Ya ampun, liat review-annya aku jadi tambah mupeng banget sama si Cinder,

    ReplyDelete
  21. Saya sudah membaca sedikit cuplikan novel Cinder dari penerbit Spring di wattpad, dan itu luar biasa! Saya sepakat bahwa terjemahannya yang mulus sangat mendukung alur ceritanya yang menarik. Hanya dengan dua bab yang saya baca, saya bisa merasakan atmosfer universe milik Cinder. Tidak sabar untuk membaca novel ini secara keseluruhan.

    ReplyDelete
  22. aduh riviewnya detail banget lebih detail dari pada review yang lain, disebutin tokoh tokohnya sampe nama androidnya si cinder sama pangeran kaito. tampah penasaran banget sama jalan ceritanya. udah bisa berimajinasi sedikit walaupun cuma baca riviewnya aja

    ReplyDelete
  23. Saya jadi penasaran sama novel nya. Apalagi peran utamanya adalah seorang cyborg. Cinderella versi marissa mayer:))

    ReplyDelete
  24. Sebenernya awalnya saya kurang tertarik tapi dapet rekomendasi dari teman katanya novel ini keren dan ketika melihat reviewnya memang bikin penasaran. Reviewnya lengkap tapi ga spoiler

    ReplyDelete
  25. Reviewnya sangat menarik. aku tak bisa berkata apa-apa lagi. :D

    ReplyDelete