I Need You; I Just Can't Show You - Yoana Dianika | Book Review


Judul: I Need You; I Just Can't Show You
Penulis: Yoana Dianika
Penerbit: Gagas Media
Tebal Buku:328 halaman
"Pasangan bisa terbentuk saat ada cewek dan cowok yang saling menyukai; mempunyai perasaan yang sama. Perasaan seperti itu disebut perasaan bersambut."
Seseorang dari masa lalu muncul kembali di kehidupan Amalia Oktora. Ivanov Odessa, teman masa kecil Amal, kini bersekolah di SMA yang sama dengan Amal, setelah tak pernah berkabar semenjak kepergiannya dulu ke Jakarta. Tak disangka, Ivan telah bertransformasi menjadi sesosok pemuda tinggi dan tampan yang mempesona para siswi di sekolahnya. Sementara, dulu Ivan adalah bocah laki-laki bertubuh kecil dan seringkali dianggap lemah oleh bocah lelaki lain karena kulitnya yang putih dan mudah memerah.
Amalia tentu merasakan apa yang dirasakan kebanyakan gadis seusianya saat melihat Ivan; gadis itu mulai menaruh ketertarikan kepada pemuda itu.
"Amalia anak perempuan pertama yang membuat Ivan nyaman berbagi cerita. Dia satu-satunya anak perempuan yang mau berteman tulus dengannya. Melindunginya tanpa meminta apa pun sebagai gantinya."
Ivan dan Amal kembali berteman dekat, menjalin hubungan persahabatan yang dulu sempat terputus. Mereka sama-sama masuk klub catur, dimana Amal adalah ketua-nya. Selain Amal, ada Dhamar dan juga Isabella, yang biasa dipanggil Izz. Semenjak pertemuan pertama dengan Izz, Ivan sangat memperlihatkan ketertarikannya terhadap gadis anggun dan cantik itu, membuat hati Amal sakit. Apa lagi, setelah Izz menanggapi sinyal Ivan, dengan seringkali terlihat berjalan bersama. Berkali-kali Amal melihat kepedulian Ivan terhadap Izz melebihi kepedulian pemuda itu terhadap dirinya. Ivan seringkali membatalkan janji dengan Amal untuk menemani Izz. Kenyataan itu hanya membuat Amal semakin sakit.
"Aku sedang tidak baik-baik saja, Ivan. Aku terlalu banyak memikirkan perubahan yang terjadi pada kita, juga hubungan akrabmu dengan Izz. Aku hanya berharap tidak ada yang berubah di antara kita--agar kita bisa mengisi kekosongan saat kamu pindah tanpa pamit beberapa tahun lalu."
Selain catur, kecintaan Amal jatuh pada musik. Gadis itu hobi menulis lagu, yang biasanya terinspirasi dari perasaannya sendiri. Amal sangat menyukai The Dusk, band beraliran heavy rock, terutama Sev, sang vokalis. Gadis itu senang bukan kepalang saat mengetahui dirinya mendapat kesempatan di-followback oleh Sev, mendapatkan kardigan hitam pemuda itu saat konser, terlebih lagi mendapat kesempatan diantar pulang oleh seluruh personil The Dusk! Sampai suatu hari, Ellen, salah satu personil The Dusk mengundurkan diri dari band. The Dusk pun mengadakan audisi untuk mencari penghanti Ellen, dan Amal masuk menjadi salah satu dari tujuh kandidat yang lolos.
"Mungkin, hidup itu pada dasarnya seperti permainan catur. Kalau sejak asal langkah yang diambil bagus, ke belakang pastinya juga akan mulus--walaupun terkadang mengalami rintangan di tengah permainan."
Dirinya semakin dekat dengan para personil The Dusk, semenjak dikarantina di studio musik band itu. Diantara enam kandidat, Amal-lah yang paling berpotensi menurut Adrian, sang gitaris. Bahkan, saking dekatnya Amal dengan Sev dan Adrian, muncul banyak gosip tentang dirinya. Sementara itu, Ivan dan Izz semakin menunjukkan kedekatan keduanya saat tertangkap mata Amal. Meski Ivan terlihat sangat mempedulikan Izz, pemuda itu tetap mendekati Amal, memberi gadis itu harapan yang berlebih. Membuat hati gadis itu kembali berbunga setelah sebelumnya sempat layu. Ivan seakan menahan Amal agar tak pergi, sementara ironisnya, di sisi pemuda itu, sudah ada gadis sesempurna Izz yang tak mungkin disingkirkan. Apakah Amal harus mempertahankan perasannya, atau menguburnya demi membuka hati terhadap orang baru?
"Terkadang, cinta memang tidak mudah untuk diraih. Tapi, untuk cinta yang tidak mudah diraih itulah manusia rela berkorban."
***

Ini adalah entah buku keberapa Yoana Dianika yang saya baca. Kak Yoana termasuk dalam daftar penulis favorit saya yang karyanya selalu wajib baca, begitu novel ini keluar, tentu langsung saya beli tanpa search terlebih dahulu ini cerita tentang apa. Berkisah tentang kehidupan Amalia, yang sewaktu kecil supertomboy sampai menjadi pemimpin kelompok yang menentang kekuasaan si Bos. Amalia ini semacam malaikat penjaga bagi Ivan jaman dulu, saat cowok itu selalu diganggu oleh si Bos dkk. Setelah besar nanti, Ivan bertekad akan menjaga Amalia seperti gadis itu menjaganya dulu.

Menggunakan POV ketiga, alur novel ini adalah maju-mundur. Diawali dengan sepenggal kisah masa lalu Amalia-Ivan, diteruskan dengan kisah masa kini Amal (masa SMA), lalu diselipkan kisah masa lalu lagi, begitu seterusnya. Tempat yang menjadi setting novel ini juga cukup unik; Ponorogo, yang mungkin jarang dijadikan latar oleh penulis romance lain. Beberapa kali disebutkan tentang budaya Reog Ponorogo dan tradisi kultural di daerah daerah itu, seperti Grebeg Suro.

Di awal membaca I Need You, saya sempat tersendat-sendat, karena fokusnya penceritaan kegiatan Amal di sekolah dan Amal yang baru mulai menyadari perasaannya terhadap Ivan. Tetapi mood saya mulai bangkit lagi setelah Ivan yang begitu mempedulikan Amal, tetapi matanya nggak lepas dari Izz. Ivan ini semacam cowok yang nggak ngerti kalau kebaikannya dan keramahannya bisa diartikan salah oleh banyak lawan jenis. Saya nggak begitu menyukai karakternya, seakan dia cowok playboy dan php banget. Deket sama ini, deket sama itu, meski dia nggak bermaksud begitu.

Feel nyaman membaca buku ini juga semakin timbul di saat-saat Amal mulai berinteraksi dengan para personil The Dusk. Di bagian ini mulai kelihatan keseruannya; bayangkan saja kamu bisa tinggal satu atap dengan idolamu, malah jadi kandidat pengganti personil band yang keluar sekaligus menjadi salah satu teman mereka. Yang saya sukai adalah, beberapa kali Kak Yoana menuliskan lirik lagu buatan Amal dan lirik lagu The Dusk yang saya ingin sekali mendengarnya jika dibawakan menjadi sebuah lagu asli. Apa lagi saya penasaran dengan aliran The Dusk yang diceritakan heavy rock tapi lebih sedikit 'ramah' terdengar ditelinga dibandingkan band luar yang serupa. 

Bagi saya, karakter Amal, si pemeran utama cewek, nggak begitu spesial, meski digambarkan dia adalah cewek mandiri dan kuat, nggak seperti Izz, sahabatnya. Justru yang saya sukai adalah para personil The Dusk, yang punya karakter berbeda satu sama lainnya. Ada Adrian yang sangat menyadari ketampanannya, hobi menggoda orang dan usil; Olivia, satu-satunya cewek setelah Ellen keluar, yang karakternya nggak terlalu banyak diceritakan; ada Leo, sang leader yang sifatnya paling dewasa; Sev, si The King of Ice Kingdom, sifatnya cuek dan expressionless. Kebersamaan dan keseruan mereka sangat terasa. 

I Need You juga seringkali menyisipkan trivia tentang banyak hal, yang bisa menjadi pengetahuan baru bagi pembacanya, membuat buku ini menjadi tambah menarik. Sayangnya, saya merasa tokoh dalam novel ini terlalu banyak. Saya saja merasa kisah Amal dikelilingi dengan banyak cowok yang kelihatan sangat perhatian terhadapnya; Ivan, Sev, Adrian, dan Dhamar. Malah mulanya saya merasa Amal akan terlibat kisah cinta dengan mereka semua, membuat semua terasa makin rumit. 

Ada twist di akhir yang cukup mengagetkan, mungkin beberapa pendapat pembaca lain berbeda, tetapi bagi saya, twist-nya nggak begitu menarik hati. Novel ini diwarnai dengan kisah cinta, persahabatan, persaingan, serta mimpi. Kalau kita mau dan bekerja keras, apa yang kita inginkan mungkin saja akan tercapai meski terlihat mustahil. Meskipun di novel ini cara untuk mendapatkan hal itu karena berbagai faktor, tetapi pesan itu tetap sampai pada saya. Mungkin tagline I Need You; I Just Can't Show You itu tidak hanya berlaku bagi Amalia, tetapi juga bagi Sev.

"Mungkin kau tak sadar. Saat sibuk memikirkan orang yang tak memikirkanmu, ada orang lain yang memikirkanmu dengan tulus."

Share:

2 comments

  1. Tertarik dengan settingnya yang mengambil kota Ponorogo. Secara tidak langsung buku ini juga mengangkat unsur lokalitas. Aku suka!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap! Emang itu juga salah satu kelebihan buku ini :)

      Delete