Delicious Marriage - Indah Hanaco | Book Review


Judul: Delicious Marriage
Penulis: Indah Hanaco
Penerbit: Grasindo
Tebal Buku: 234 halaman
Buntelan dari @IndahHanaco
"Gaun pengantin itu mirip jodoh. Nggak bisa dipaksa. Apa yang kita lihat bagus saat dipajang, belum tentu memberi efek yang sama ketika dipakai."
Pekerjaan Milly Regitha dan kehidupannya sungguh kontras. Kesibukannya sebagai seorang bridal consultant, membuatnya harus berhadapan dengan para calon pengantin yang sibuk memilih gaun pengantinnya. Namun Milly tak meratapi kesedihannya, perempuan itu tetap bahagia melihat senyum kliennya, meski yang dia dalam pernikahannya sungguh berbanding terbalik.
Milly telah bercerai dari Adam, mantan suaminya. Pernikahannya yang dulu penuh cinta, mendadak hancur akibat perbuatan Adam yang mengkhianatinya. Keke, adik iparnya, adalah satu-satunya yang mendukung perpisahan Milly dengan Adam di saat Ibu Milly, keluarga Adam, dan Adam sendiri mati-matian menentangnya.
"Nggak ada jaminan bahwa kenal seseorang selama bertahun-tahun akan membuatmu aman dari rasa sakit."
Empat bulan terakhir, Milly kerap disibukkan oleh kehadiran seorang lelaki berdarah setengah Irlandia dan Indonesia. Keith Bertram, nama lelaki itu, yang tidak bosan-bosan terus mengejarnya meski selalu mendapat penolakan dari Milly. Perempuan itu sama sekali tidak berminat untuk menanggapi Keith dan tatapan matanya yang berbeda warna itu. Keith tidak menyerah, dia terus datang ke Maharani, kantor Milly, dan akhirnya bertemu dengan Keke hanya untuk mendengar sebuah kabar mengejutkan: Milly sudah menikah! Keith sempat berniat mundur, jika Keke tak segera meralat ucapannya. Milly ternyata sudah bercerai. Meski begitu, Keith tidak mundur. Lelaki itu tetap menginginkan mengubah tatapan murung dan penuh kesedihan yang dimiliki Milly, menjadi tatapan penuh kebahagiaan. Keith menemani Milly ke pernikahan Keke, hanya untuk bertemu kembali dengan Adam dan Kinanti yang tengah menggendong seorang bayi. Keith semakin ingin mendapatkan hati Milly. Hingga suatu hari, penolakan Milly membuat hatinya sakit, saat Milly tidak percaya terhadap apa yang dirasakan Keith kepadanya.
"Hidup ini terlalu singkat untuk diisi dengan trauma berkepanjangan."
Milly seharusnya senang ketika Keith tidak ada lagi didekatnya. Namun, kehadiran Keith yang selama ini selalu berada di lingkarannya, mau tak mau membuat Milly mulai memikirkan lelaki itu. Sebuah kisah dari Sisca, sang klien pun menginspirasi tindakan impulsif Milly untuk mengikuti kata hatinya, mendatangi Keith untuk kembali membicarakan tawaran berkencannya. Keith diluar tebakan, justru menolak. Tetapi lelaki itu tiba-tiba malah mencium Milly, dan mengutarakan niatnya untuk menjadikan Milly sebagai istrinya. Milly merasa itu terburu-buru, namun dia tahu, dirinya telah jatuh cinta terhadap pesona Keith. Mereka akhirnya merencanakan pernikahan yang sangat sederhana, bahkan menyerupai kawin lari. Hanya Rafe, Philip, Keke, dan Janna yang tahu bahwa mereka telah menikah. Sementara orang tua Milly yang tak setuju, juga Rachel, kakak Keith yang juga menyuarakan keberatannya, tidak tahu menahu.
"Ada kalanya kita memang harus mengikuti kata hati. Nggak usah mau selalu direpotkan dengan berbagai teori. Hidup ini cuma sebentar, nikmati dan manfaatkan selagi bisa."
"Menikah itu membuat seseorang jadi kreatif. Mencapai hal-hal hebat yang nggak pernah terpikir sebelumnya."
Rumah tangga Milly dan Keith awalnya dihujani kasih sayang dan cinta. Belum lagiberbagai eksperimen yang berhubungan dengan ranjang, yang selalu mereka lakukan, menambah kehangatan rumah tangga mereka. Tetapi, campur tangan Rachel yang masih tidak setuju, menghancurkan segalanya. Kesinisan Rachel saat bertemu dengan Milly, hampir mengugurkan semangat Milly. Keith tentu menguatkan istrinya, dan menjamin bahwa mereka akan baik-baik saja. Namun apa Milly sanggup percaya jika Rachel sudah berbuat terlalu jauh? Dengan kerap kali mencoba memasukkan berbagai tipe perempuan cantik ke dalam lingkaran kecil Milly dan Keith? Apa Keith akan mencoreng janji setia mereka, dan apakah pertahanan Milly akan gugur ketika rumah tangga mereka diintervensi oleh banyak orang termasuk mantan suaminya?
"Tidak ada yang bisa dilakukan manusia untuk mengubah hal-hal yang sudah terjadi. Pilihan cuma satu, melanjutkan hidup. Menjadi bahagia atau menderita, pilihan ada di tanganmu."
***

Meragukan kata hati? Meragukan spontanitas dalam kehidupan? Memang baiknya selalu berpikir menggunakan logika, tidak terburu-buru agar yang didapatkan bisa maksimal. But, sometimes best moment happens when they are unplanned. Dan dalam novel ini, kespontanan itu melibatkan pernikahan; ikatan sehidup semati. Milly dan kebanyakan orang di dunia ini, tentu akan ragu jika suatu pilihan datang tetapi mereka belum mengenalnya lama, belum mengetahui asal usulnya dengan baik. Tetapi jika menuruti kata hati, semua urusan perkenalan bisa dikesampingkan terlebih dahulu.

Merupakan keputusan yang berat bagi Milly untuk menerima lamaran Keith yang belum lama dikenalnya. Bahkan, Milly baru mengenal pasangannya itu setelah mereka menikah. Apa yang coba diangkat Indah Hanaco selaku penulis, sangatlah menarik. Kehidupan pernikahan tanpa diawali hubungan pacaran adalah sebuah tema yang di dalamnya terdapat banyak konflik yang siap digali. Entah itu dari latar belakang masing-masing, kepribadian yang baru diketahui, halangan dari orang-orang, dan masih banyak lagi. Novel ini memadukan seluruh konflik diatas menjadi satu kesatuan tulisan yang cukup baik.

Milly yang awalnya diliputi kesedihan, mendadak bisa tersenyum setelah pernikahan keduanya dengan Keith. Milly adalah sosok perempuan kuat yang mengandalkan logika, apa lagi setelah kepahitan yang dialaminya, dia begitu hati-hati menghadapi hal serupa. Sementara Keith, lelaki yang lebih mengikuti kata hatinya, nalurinya, untuk berkenalan dengan perempuan yang di kali pertama bertemu telah mengunci hatinya. Keith awalnya memang sering berganti pacar, tetapi setelah bertemu Milly, semua berubah. Nyatanya, agak mustahil jika dibayangkan, tetapi itu memang ada. Kembali lagi, karena cinta, yang selalu menjadi landasan Indah Hanaco setiap kali menulis karya. Awalnya, saya suka kegigihan Keith yang tidak mundur walau sudah ditolak berkali-kali. Dan reaksi Milly saat ditinggal Keith yang begitu realistis. Memang benar kabarnya, bahwa perempuan itu mudah terbawa perasaan, terbukti dengan apa yang dilakukan Milly. Cerita bergulir, dan akhirnya saya kembali menemukan sifat perempuan kebanyakan pada sosok Milly. Ya, pencemburu, selalu memakai logika terbalik, terlebih lagi jika sedang emosi. Sosok Milly terlalu baik, hingga masih bertahan meski rumah tangganya sedang diterpa angin kencang yang seringkali timbul akibat ulah Keith. Itu lagi, sifat perempuan yang di satu sisi terlihat buruk, namun di sisi lain sangat diperlukan untuk menjaga agar hubungan terus berjalan.

Sementara Keith, saya memperhatikan dia semakin menunjukkan karakter aslinya. Jika diawal dia terlihat seperti lelaki kalem, makin ke belakang sifat egoisnya muncul, akibat sulit menahan sifat pencemburunya. Tetapi di satu sisi, dia adalah sosok lelaki yang amat protektif bahkan sedikit posesif. Sekarang, sudah terlihat kesulitan menikah tanpa mengenal satu sama lain secara mendalam. Tetapi, nggak hanya pahit-pahitnya pernikahan yang diceritakan. Porsi kemesraan juga cukup banyak, yang digambarkan dengan kehidupan suami-istri yang menjurus kepada hal "itu". Yup, adegan intim ditulis Indah Hanaco dengan cukup eksplisit, dan mewarnai hampir setiap halaman. Meski begitu, novel ini masih masuk dalam tahap kewajaran. Dan jika kamu adalah pembaca di bawah umur, ada baiknya skip adegan-adegan itu. Tenang, nggak akan ketinggalan cerita, kok. Karena hal-hal itu diceritakan Indah Hanaco, hanya sebagai gambaran dari poin-poin menyenangkan dari pernikahan, juga sebagai representasi dari kata 'Delicious' dari judul Delicious Marriage.

Apa yang dihadapi Milly, yang berhubungan dengan keluarga Keith menjadi hal yang menyumbang konflik paling besar. Ke-over protective-an Rachel yang terlalu berlebihan, membuat masalah datang silih berganti. Menjadi ujian besar bagi Milly dan Keith, tentang kesetiaan dan juga kepercayaan satu sama lain yang sangat penting dimiliki dalam suatu hubungan. Mungkin, beberapa pembaca akan menilai konfliknya terlalu biasa, karena "orang ketiga" yang membuat hubungan menjadi rumit. Tetapi, bagi pembaca yang bisa relate dengan ceritanya, akan memahami hal ini dengan baik, bahkan saya sendiri pun dibuat gemas dengan pertengkaran Milly dan Keith. Lagi pula, apa lagi masalah mendasar yang mampu mengguncang hubungan selain yang berhubungan dengan kepercayaan dan kesetiaan? Hal sekecil itu bisa membawa ke masalah lebih besar jika dianggap remeh. Rasanya pengin menyadarkan mereka berdua agar segera berbaikan, pengin meneriakkan pada mereka tentang pentingnya komunikasi dan mendengar penjelasan tentang suatu hal. Mirip dengan yang dilakukan Rafe dan Philip.

Saya suka dengan peran Rafe dan Philip, yang sangat lugas mengutarakan pendapatnya perihal hubungan Milly dan Keith, meski terlihat terlalu ikut campur. Jika di novel lain, orang terdekat malah menjadi salah satu pemicu konflik, nyatanya, yang terjadi dalam novel ini justru sebaliknya. Masalah murni muncul dari dua orang tokoh utama, dan orang terdekat mereka yang menjadi gudang solusi dari apa yang mereka alami. Saya suka bagaimana Rafe dan Philip bisa berpikir jernih, dan mengatakan hal yang sangat benar tentang Milly dan Keith, terutama tentang sikap Keith. Karena itu juga, saya lebih menyukai mereka berdua dibandingkan Keith, terutama Philip, lelaki yang lumayan pendiam jika dibandingkan dengan Rafe yang ceplas ceplos. Tetapi respek saya terhadap mereka bertiga adalah sama, karena latar belakang Keith, Rafe, dan Philip yang mengejutkan dan jarang diangkat di novel serupa. Tiga laki-laki tampan dengan latar belakang yang tidak sempurna? Unik. 

Delicious Marriage mencoba mengangkat kisah tentang pernikahan dalam dua sisi; kebahagiaan dan kesedihan, yang mana cukup tergambar dengan baik. Hanya saja, alur novel ini terlalu cepat, apalagi di awal-awal halaman. Perpindahan cerita dibuat terlalu cepat, mungkin juga karena keterbatasan halaman. Lompatan dari adegan persiapan pernikahan, sampai dengan jalannya pernikahan sangat cepat. Saya juga kurang sreg dengan tindakan Keith yang cukup gegabah di malam dia mengutarakan niatnya untuk memperistri Milly. Dia sudah berani melakukan kontak fisik yang intim, yang membuat simpati saya kepada dia menurun drastis yang terbawa sampai ke akhir halaman. Entah Milly berpikir apa, menurut saya Keith kurang ajar. Kalau saya jadi Milly, saya memilih untuk mendorong Keith jauh-jauh, soalnya Keith terlihat seperti seorang maniak, terlepas dari kenyataan dimana sepertinya dia memang orang yang expert untuk urusan bed scene

Genre novel ini sangat berbeda dengan novel-novel Indah Hanaco sebelumnya. Adanya adegan-adegan panas yang bikin kipas-kipas lah yang membedakannya. Indah Hanaco sendiri bilang bahwa dia sedang mencoba menulis novel dewasa seperti ini. Tidak seperti novel romansanya yang lain, yang kebanyakan untuk para young-adult. Menurut saya, Indah Hanaco cukup sukses kali ini, meski memang tetap harus dipoles lagi agar semakin terlihat cantik. Kembali, saya rekomendasikan novel ini bagi yang menganggap bahwa memutuskan untuk bersama seseorang dengan perkenalan singkat itu kesalahan besar. Itu bisa jadi anggapan yang salah. ;)
"Hidup ini butuh keseimbangan, nggak cuma hal-hal manis melulu yang harus dialami. Kalau itu yang terjadi, kau akan lupa rasa bahagia iu seperti apa."

Share:

0 comments