Perfect Wedding - Putu Felisia, Catz Link Tristan, Achi Narahashi | Book Review


Judul: Perfect Wedding
Penulis: Putu Felisia, Catz Link Tristan, Achi Narahashi
Penerbit: Grasindo
Tebal Buku: 220 halaman
"Bagiku, janji cinta melewati semua batas-batas yang diciptakan manusia. Karena ini menyangkut perasaan. Hati. Dan tanggung jawab seumur hidup."
Julia Mandala memimpikan pernikahan yang sempurna, dengan seorang pangeran tampan yang akan membuatnya bahagia selamanya. Sesuai dengan sifatnya yang dreamy, J sangat menyukai kisah-kisah putri negeri dongeng, membuat dirinya sangat terobsesi dengan kecantikan. J kini bekerja sebagai sekretaris di sebuah perusahaan yang bergerak si bidang properti, bernama Tandayu Property. Seperti mimpi yang mewujud kenyataan, tiba-tiba saja Dixon Tandayu, sang Direktur Utama, tiba-tiba melamar J, dan meminta gadis itu menjadi istrinya.
Kontan, J langsung menerima, gadis itu sangat bahagia dengan rencana pernikahannya dengan lelaki sesempurna Dixon yang akan digelar enam bulan lagi. Selama itu, J menyibukkan diri mengurus segala tetek-bengek pernikahan, tetapi hanya J yang terlihat semangat. Dixon seperti menyerahkan segala sesuatunya untuk diurus J. 

Kekecewaan mulai memendam di hati J, gadis itu bahkan berspekulasi bahwa Dixon melamarnya hanya untuk memenuhi tuntutan sang Ibu, atau bahkan hanya untuk menutupi status gay-nya. Baru kali ini, J mendapat kesempatan untuk mengenal Dixon lebih jauh, dan ternyata apa yang dia dapatkan tak sesuai dengan harapan. Saat waktu pernikahan semakin dekat, tiba-tiba saja J bertemu kembali dengan lelaki yang pernah mencuri hatinya pertama kali, Joshua Cahyadi, lelaki serampangan yang berperan sebagai sahabat Dixon dan fotografer pernikahan J! J kini dirundung kegelisahan, kala Joshua kembali berusaha untuk mendekatinya. Di satu sisi, J merasa hatinya masih tertambat dengan Joshua, tetapi di sisi lain, dia tidak bisa begitu saja membatalkan pernikahannya. Apa yang akan dilakukan J selanjutnya?
"Menikah itu mengenai dua orang yang akan membina kehidupan baru. Bukan seperti pacaran. Kamu harus sudah benar-benar mengenalnya, karena bisa saja dia manis saat pacaran tapi baru terlihat belangnya ketika menikah."
Adik J, Meisha, juga punya masalah tentang cinta. Gadis itu mendeklamasikan dirinya sebagai perempuan yang seksi, bebas, dan single. Tidak ada niatan untuk menjalin hubungan yang serius. Karirnya sebagai model pun, mendukung prinsipnya itu. Meisha mengenal dan berhubungan dengan banyak lelaki, tanpa pernah berkomitmen. Kini, selain dengan karir modelling-nya, Meisha harus disibukkan dengan urusan persiapan pernikahan J. Gadis itu ditunjuk J sebagai salah satu bridesmaid, yang akan berpasangan dengan groomaid dari keluarga Dixon. Terpilihnya dia, membuat Meisha harus mengenal siapa sosok calon "pasangannya", yang ternyata adalah seorang dokter. Ken Tandayu. Sosoknya sangat pendiam, berbanding terbalik dengan Meisha yang terbuka. Ken berwajah imut, tidak sesuai dengan umurnya, meski dia setahun lebih muda dibanding Meisha. Sikap Meisha yang suka menggoda Ken, membuat hubungan mereka berdua menjadi lebih dekat. Apa lagi, saat Meisha membawa Ken menuju klub malam, dimana Meisha akhirnya memunculkan sikap protektifnya terhadap lelaki itu, meski akhirnya muncul banyak berita tak sedap tentang dirinya. Ken perlahan mulai mengubah sikapnya, bahasa tubuhnya kini menunjukkan bahwa lelaki itu telah menaruh hati terhadap Meisha. Tetapi, apakah Meisha punya perasaan yang sama? Mengingat keinginan gadis itu untuk tetap sendiri, setidaknya sampai kedua kakaknya benar-benar telah menikah?
"Poin pentingnya adalah pernikahan itu bukan akhir, tapi awal yang baru. Pernikahan itu melindungi. Masa lalu kamu yang memenjarakanmu."
Kisah ketiga, datang dari Octarina, anak tertua keluarga Mandala. Perempuan ini sudah memasuki usia lebih dari cukup untuk menikah, tapi tak terbesit sedikitpun keinginannya untuk berumah tangga. Meski Liliana, ibunya, J dan Meisha, adiknya, terus menginginkan Octarina untuk menjalin hubungan dengan Wenard Kalangi, seorang chef profesional yang tampan. Ibunya bahkan terus mendesak Octa untuk menerima lamaran Wenard yang berkali-kali ditolaknya. Tetapi Octa tak bisa menerimanya, dia tidak menyukai sikap Wenard, segala hal yang ada pada diri lelaki itu. Meski segala pesonanya telah membuat banyak wanita tunduk, Octa tak terpengaruh. Octa merasa sudah cukup bahagia, dengan karirnya sebagai salah satu pegawai Ever After, wedding organizer yang juga menjadi penanggung jawab pernikahan J. Octa dirundung masalah yang semakin berat, saat Arjun Singh, artis sekaligus pendiri Ever After, tak pernah menyerah untuk mendapatkan hatinya. Arjun dan Wenard kini bersaing untuk mendapatkan perhatian Octa, membuat Octa akhirnya harus membagi rahasia terbesarnya, tentang mengapa dia tidak bisa menerima satu diantara dua lelaki itu. Apakah Wenard dan Arjun masih bersedia untuk menjadi pendamping Octa?
"Aku selalu berpikir, pernikahan itu hanya tanda tangan diatas kertas perjanjian. Laki-laki memberi nafkah. Perempuan melayani seumur hidupnya. Mungkin akan ada hal-hal lain dalam perjanjian itu, aku tak tahu. Tapi, dengan semua yang terjadi, aku..."
***

Ini kisah tentang cinta milik tiga perempuan dengan karakter berbeda, latar belakang berbeda, meski dalam tubuh mereka mengalir darah yang sama. Mengesankan, ketika penulis menawarkan kisah cinta dari berbagai sudut pandang. Melihat apa arti cinta dari sudut pandang orang yang begitu mendewakan cinta dan kebahagiaan; melihat apa arti cinta dari sudut pandang orang yang lebih menginginkan kebebasan; melihat apa arti cinta dari sudut pandang orang yang harus menghapus kata cinta dari kamus sepanjang hidupnya.

Kisah tersebut dibawakan cukup apik oleh tiga penulis yang berbeda. Ada Catz Link Tristan yang berperan sebagai Julia. Ada Achi Narahashi yang berperan sebagai Meisha. Dan ada Putu Felisia yang berperan menjadi Octarina. Tiap penulis punya karakter yang berbeda, menjadikan kisah ketiga perempuan itu terasa seperti nyata dengan pola pikir dan sikap masing-masing yang begitu berkebalikan. Aura yang menguar terasa tidak sama dengan gaya penulisan yang beragam. Catz Link memilih menulis dengan gaya tulisan yang santai namun mengalir, Achi Narahashi menulis dengan gaya tulisan sedikit kaku namun tetap dapat dinikmati, sedangkan Putu Felisia, menulis dengan gaya yang paling menyerupai penulis-penulis novel romance kebanyakan; manis dan cukup kaya akan diksi. 

Saya pribadi mem-favoritkan tulisan Catz Link, karena menurut saya, penuturannya mampu membawa cerita menjadi berlipat-lipat lebih manis. Tempat kedua diduduki oleh Putu Felisia, sedangkan tempat ketiga diduduki oleh Achi Narahashi. Saya menangkap kesan bahwa tulisan Achi Narahashi menyerupai gaya tulisan dalam fiksi Korea. Kisah yang dibawakannya memiliki plot yang mirip sekali dengan fiksi berlatar Korea, begitu juga dengan karakter tokoh-tokohnya, khususnya Ken. Dan benar saja, ketika saya mengecek sosial media penulis, ternyata Achi Narahashi memang seorang fangirl Korea.

Kisah Julia, Meisha, dan Octa juga terasa spesial karena beragamnya kisah cinta yang mereka alami. Saya paling menyukai kisah Julia, yang meski cukup ringan, tetapi sisi romansa sangat terasa. Karakter Julia sebagai gadis kekanakan yang sedikit manja juga membantu penulis dalam membangun kisah cinta yang manis. Dixon, yang menjadi tokoh favorit saya dalam novel ini juga tergambar dengan sangat baik. Pembaca akan dibuat penasaran dengan sikap dinginnya, dan akan dibuat terkesan dengan apa yang akan dilakukannya pada Julia, bagaimana sebenarnya cara dia menyampaikan rasa sayangnya dengan sesuatu yang berbeda. Saya dapat merasakan keraguan hati Julia tentang Dixon dan Joshua, mana yang harus dipilihnya. Cerita ini cukup realistis, dan saya bisa menempatkan diri di posisi Julia. Itu yang saya sukai.

Kisah Meisha, saya tidak begitu menyukainya, karena pergantian karakter dan adegan yang terasa terlalu cepat. Saya tidak bisa merasakan chemistry yang terbangun antara Ken dan Meisha, meskipun Ken sudah menunjukkan apa yang bisa dilakukannya untuk melindungi Meisha. Mungkin juga, karena aura penulisan fiksi Korea yang terasa cukup kental, yang tidak cocok dengan cerita. Meski begitu, penggambatan dunia modelling cukup baik, kesibukan dan dunia malam yang erat kaitannya dengan model menjadi salah satu latar yang menunjang cerita. Kisah Meisha sendiri, menjadi kisah paling sederhana, dengan hanya menyelipkan Bayu sebagai tokoh antagonis dengan porsi yang cukup sedikit.

Sementara kisah Octarina adalah kisah paling kompleks. Dengan kenyataan bahwa Octa menanggung masa lalu yang cukup berat, yang membuatnya menjadi sosok perempuan yang kelewat mandiri dan kuat. Terlebih lagi, pembawaan Octa yang memang paling dewasa digambarkan dengan sangat baik oleh Putu Felisia melalui tulisannya. Karakter Octa sangat related dengan feel yang saya dapatkan dari tulisan Putu Felisia, yang berbeda dengan dua penulis lainnya. Belum lagi, adanya tokoh Arjun yang duda, yang menjadikan kisah ini terasa paling "matang" dan rumit diantara yang lainnya. 

Perfect Wedding adalah media perkenalan saya terhadap karya tiga penulis di atas. Putu Felisia, saya sudah pernah mendengar namanya, sementara dua yang lainnya belum sama sekali. Setelah membaca novel ini, saya mendapatkan kesan bagus, terlebih lagi banyaknya kutipan tentang pernikahan yang mewarnai setiap bab, membuat cerita ini terasa semakin manis. Terkhusus untuk Catz Link, saya sangat tertarik untuk membaca karya-karyanya yang lain. Bagi pembaca yang mencari kisah cinta yang dengan feel berbeda-beda hanya dalam satu buku, novel ini sangat tepat dijadikan salah satu pilihan. :) 
"Pernikahan adalah sebuah ikataj indah yang terbentuk dalam hubungan saling mengasihi. Menerima kelebihan dan kekurangan. Saling mengisi. Saling membutuhkan. Saling bekerjasama melewati cobaan kehidupan. Berbagi senang, atau bersama-sama menanggung duka. Itulah pernikahan."

Share:

4 comments

  1. Covernya cantik banget.. :3
    Wah ternyata ini ada 3 penulis dan.3 cerita ya :D
    Makasih infoya :D jadi penasaran juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, warnanya soft banget soalnya. Sama-sama Hana. ;)

      Delete
    2. Terima kasih sudah membaca Perfect Wedding ^^

      @catz

      Delete
    3. Terima kasih sudah membaca Perfect Wedding ^^

      @catz

      Delete