Double Spin Round - Shoji Yukiya, Miyashita Natsu | Book Review, Giveaway


Judul: Double Spin Round
Penulis: Shoji Yukiya, Miyashita Natsu
Penerbit: Penerbit Haru
Tebal Buku: 268 halaman
Buntelan dari @penerbitharu
"...percaya kalau suatu saat akan menjadi seperti itu, itulah yang disebut harapan. Dan berharap dengan sangat kuat, akan membawamu sampai ke tempat itu."
Anak yang bahagia. Setidaknya itulah yang Madoka harapkan. Namanya konon berasal dari kudapan manis kesukaan sang ibu. Anak perempuan itu memiliki dua pusaran rambut di kepalanya, yang menurut orang-orang membawa bahagiaan. Madoka mencoba menjadi pembawa kebahagiaan. Keluarganya sangat lengkap, harmonis, dan Madoka menyayangi mereka semua.
Ada ayahnya yang bekerja di perusahaan di Tokyo, Komiya Yumiko, ibunya yang pandai membuat kudapan manis, kakeknya yang memiliki dojo dan klinik tulang, serta Yuichi, kakak laki-lakinya yang jago main piano. Madoka bercita-cita menjadi penerus kakeknya, menjadi yang nomor satu di dojo. Tetapi Aikihiro membuat mimpinya itu sedikit tergeser, meski begitu, Madoka tetap mendukung keahlian judo anak laki-laki itu sepenuh hati.
"Bela diri itu tidak boleh dilakukan atas dasar kebiasaan. Seringan apapun latihannya, orang tidak akan bisa berkembang kalau tidak ada niat untuk melakukan hal yang baru. Katanya, sama saja dengan musik."
Berbeda dengan Madoka dan kakeknya, Yuichi punya ketertarikan besar di dunia musik. Laki-laki itu sudah berhenti bermain piano, dan kini punya sebuah band bersama teman-temannya. Band yang dinamakan Double Spin Round itu telah bertahan selama beberapa tahun, sampai kini mereka berada di bangku kelas 2 SMA. Yuichi, Zaki, Naruchon, dan Masaya berencana untuk melebarkan sayap mereka di dunia musik, mencoba konsisten berkarya sampai karya mereka di kenal orang. Pada suatu hari, Madoka menerima telefon dari seseorang bernama Ashida Nobuko yang menanyakan ibunya. Setelah Madoka memberi tahu sang Ibu, reaksi yang diperlihatkan wanita itu tak terduga. Sang ayah mengaku bahwa Ashida Nobuko adalah teman lamanya, bahkan wanita itu, menurut ayahnya, menyukai musik DSR. Madoka mencoba bercerita pada Yuichi, hingga kedua anak itu membangun hipotesa masing-masing dalam pikiran mereka, termasuk dugaan bahwa ayahnya punya hubungan khusus dengan Ashida-san. Satu hal yang Yuichi dan Madoka ketahui pasti, ibunya punya sebuah rahasia.
"Nggak ada orang yang bisa berpikir objektif soal keluarga mereka sendiri."
Madoka tak pernah mengira keluarganya punya rahasia. Madoka kembali bertemu dengan Ashida-san, di festival kembang api suatu malam. Selain melihat rupa Ashida-san, Madoka juga menangkap sosok Yuichi sedang berdua bersama seorang gadis ber-yukata bernama Sayumi. Madoka mulai menyadari bahwa kini kakaknya telah dewasa, menaruh hati kepada lawan jenis. Yuichi memang menyukai gadis itu, dia bahkan juga membagi kisah tentang tawaran rekaman yang diperoleh band-nya. Ishiguro-san dari Ishiguro Production, tiba-tiba datang ke tempat DSR menggelar konser, menawarkan sesuatu yang menggiurkan bagi keempat anak muda itu. Kontrak rekaman agar mereka bisa debut dan menembus ranah musik Jepang. Berbagai pertimbangan sudah dipikirkan, ketika akhirnya Yuichi mantap bercerita kepada sang Ibu, penolakan mentah-mentah justru didapatkan Yuichi tepat setelah sang ibu memberitahu bahwa Ishiguro Production-lah calon label musiknya. Padahal selama ini sang ibu selalu mendukungnya.
"Berkiprah sebagai seorang profesional memang harus begitu. Kalau terjun benar-benar lakukan sebaik-baiknya. Meskipun harus bertengkar dengan orangtua, seorang profesional harus berjalan di jalan yang dipilihnya. Sikap ragu-ragu, yang memilih keduanya dan berusaha untuk menjalankan keduanya dengan baik, itu cuma mimpi muluk-muluk. Cuma sebuah pelarian."
Madoka dan Yuichi mencoba mencari tahu apa yang tersembunyi di dalam keluarga mereka. Madoka yang merasa ada yang aneh dengan sang ibu, apalagi semenjak mengetahui ibunya berteman dengan Sakurai Hanako yang terkenal. Ibunya kerap bersikap aneh. Madoka tidak mengerti mengapa ada hal-hal yang perlu disembunyikan ibunya kepada dirinya dan Yuichi. Ayahnya juga tak membantu banyak. Berhasilkah Yuichi dan Madoka mencari tahu apa yang sebenarnya tersimpan di sudut hati ibu mereka? Apa kenyataan yang coba disembunyikan sang ibu dari anak-anaknya sendiri?
"Aku tidak butuh apa-apa selama keluargaku bahagia."
***

Double Spin Round punya kisah yang bercerita tentang sebuah keluarga. Keluarga yang terlihat harmonis, tanpa ada celah untuk sebuah rahasia di dalamnya. Ternyata, apa yang terlihat, tidak seperti yang sebenarnya. Ada sesuatu yang tidak diketahui, yang perlu digali, untuk menunjukkan bahwa kau adalah benar-benar salah satu bagian dari lingkaran kecil tersebut. Dari sebuah keluarga. Seberapa dalam kau mengenal dan mengetahui seluk belum keluargamu sendiri?

Kisah ini dibuka dengan introduksi tentang Madoka, anak perempuan kelas 4 SD berumur sepuluh tahun. Madoka anak yang cukup ceria, punya teman dekat yang tak kalah manis bernama Minami-chan. Madoka punya dua buah pusaran rambut di kepalanya, yang kadang tak dia sukai, sebelum dia mengetahui bahwa dua pusaran rambut dapat membawa kebahagiaan bagi pemiliknya. Kemudian, perkenalan tentang siapakah Yuichi, sekeren dan sehebat apa dia. Sebesar apa bakatnya dalam dunia musik, hingga banyak sekali anak gadis yang menyukai laki-laki itu.

Di awal, cerita bergulir dengan alur cukup lambat. Pembaca perlu mengetahui bagaimanakah aura yang terasa di keluarga Komiya, siapa saja kah anggota keluarga Komiya, bagaimana karakter mereka masing-masing, apa hobi dan kesukaan mereka. Dengan POV 1, bergantian dari sisi Madoka dan Yuichi, pembaca lebih kurang dapat menangkap seberapa besar pengetahuan dua tokoh utama tersebut tentang keluarganya, yang menurut saya lebih berat ke arah Madoka. Meskipun Yuichi tidak kalah pedulinya, bahkan anak laki-laki itu selalu memperhatikan dan bersikap manis pada adik perempuannya.

Pembaca dibuat mengerti seberapa dekat dan hangatnya keluarga Komiya. Bahkan, merasa bahwa tidak mungkin ada masalah sekecil pun di keluarga itu. Orangtua yang tidak pernah bertengkar, pekerjaan ayahnya yang cukup bagus, hobi ibunya yang membuat semua orang senang. Tetapi tiba-tiba, pembaca dibuat penasaran dengan petunjuk-petunjuk yang diungkap penulia secara perlahan-lahan. Kemunculan Ashida Nobuko yang misterius dan tidak disukai ibu Madoka, tetapi dikenal baik oleh ayahnya, yang juga membuat saya berpikir jika ayah Madoka punya affair dengan wanita itu. Kehadiran Ishiguro-san yang tiba-tiba menawarkan bantuan lewat Ishiguro Production-nya, tetapi ibu Yuichi malah menolaknya setelah mengetahui kenyataan tersebut. Serta petunjuk-petunjuk lainnya yang nantinya akan menjadi kunci bagi pertanyaan saya, Madoka, dan Yuichi. Semuanya tentu memiliki benang merah. Hal itu semakin membuat saya ingin mengetahui apa yang sebenarnya sedang terjadi.

Tidak hanya tentang keluarga, jalinan persahabatan dan pertemanan pun saya temui disini. Pertemanan antara Madoka dan Minami di usia mereka yang masih amat muda, membuat saya tersenyum. Di seusia tersebut, mereka sudah benar-benar mengetahui apa arti persahabatan, mungkin juga karena sosok mereka yang masih polos dan tidak mengetahui bahwa banyak persahabatan yang bisa menyakiti. Saya menyukai karakter Madoka, meski di beberapa bagian cerita anak itu terlihat sedikit kasar ucapannya. Madoka adalah gadis kecil yang beranjak dewasa, bukan karena umur, tetapi lebih kepada cara dia menyikapi sesuatu. Anak sekecil itu sudah mengerti kalau ada yang salah dengan keluarganya, sudah punya pikiran bahwa suatu saat dia juga harus melindungi keluarganya. Walau awalnya dia sangat sedih dan kecewa ibunya menyembunyikan sesuatu, pada akhirnya dia akan bisa mengerti. Persis seperti Yuichi. Yang juga bersikap dewasa dalam menghadapi sesuatu. Pertemanannya dengan para anggota band cukup membuat saya salut. Yuichi tidak merasa dia-lah yang paling menonjol meskipun semua orang berkata begitu, Yuichi tidak segan-segan memuji yang lainnya. Meskipun di beberapa bagian, Yuichi menunjukkan sifat remaja pada umumnya, tidak lagi terlalu terikat social ties dengan keluarga sendiri, terbukti saat dia memilih tidak datang ke festival bersama keluarganya. Mimpi Yuichi juga dapat memotivasi pembaca, walau beberapa menilai akan sulit untuk digapai, jika mau, pasti akan ada jalan yang ditunjukkan.

Menurut persepsi saya, sesuatu tentang keluarga-lah yang saya dapatkan disini. Kehangatan dan interaksi antara keluarga. Seberapa kamu mengetahui hal-hal umum bahkan hal terkecil tentang keluarga sendiri. Seberapa kamu menjadikan orang-orang terdekatmu, termasuk sahabat dan kekasih, sebagai orang yang kamu percayai untuk berbagai rahasia. Apa sih rahasia itu? Apa memang ada hal-hal yang tidak bisa diceritakan kepada keluarga dan orang terdekat sendiri?

Terjemahan Double Spin Round cukup kaku, khas J-Lit lainnya. Di bagian narasi, beberapa kali saya agak kesulitan untuk memahami maksud kalimat. Tetapi saat bagian dialog, saya dapat mencerna dengan cukup baik. Beberapa istilah dalam bahasa Jepang juga cukup banyak tersebar, tentu dilengkapi dengan footnote agar pembaca mengerti. Dari novel ini, saya tahu ada beberapa hal yang harus dikorbankan untuk sesuatu. Mungkin saat mengorbankannya kamu seperti jatuh ke dalam jurang, putus asa atau kecewa berat. Tetapi, apa yang kamu korbankan itu bisa jadi tidak sia-sia. Mungkin ada sesuatu yang tidak kalah baik yang menunggu di depan sana. Anyway, ending-nya cukup mengejutkan, loh! :)
"Pasti ada saatnya aku yang melindungi mereka. Rasanya seperti permainan gelas putar di taman bermain. Kami berputar-putar, mengganti posisi, mengganti arah. Saat menyadarinya, posisi kami sekeluarga sedikit demi sedikit berganti, kemudian berputar satu kali lagi ke posisi yang sama. Meskipun demikian, keluarga itu duduk dengan senang dan menikmati permainannya."
(sebenarnya rating-nya 3,5, tapi nggak ada pic-nya) 

***

GIVEAWAY ALERT!

Halooo! Seperti yang sudah saya janjikan, akan ada satu eks Double Spin Round yang akan dibagikan disini yang akan dikirimkan langsung oleh @penerbitharu. Syaratnya masih sama seperti giveaway yang sudah pernah saya langsungkan sebelumnya, ya.

1. Peserta berdomisili di Indonesia
2. Follow blog ini via GFC, Google +, atau email 
3. Follow twitter @penerbitharulike page Penerbit Haru, follow instagram penerbitharu (bagi yang punya) dan follow twitter saya di @fazidaa_
4. Bagikan info tentang blog tour giveaway ini ke sosial media teman-teman, sertakan link menuju postingan ini dengan me-mention @penerbitharu dan @fazidaa_, disertai hashtag #DoubleSpinRound
5. Jawab pertanyaan dibawah ini dengan nama, akun twitter, link share:

"Jika kamu punya rahasia, siapakah orang pertama yang akan kamu percayai untuk berbagi hal tersebut? Kenapa?"

7. Giveaway akan berlangsung selama 5 hari, terhitung dari tanggal 2 April-6 April 2016
8. Pengumuman pemenang akan dilakukan paling lambat tiga hari setelah giveaway ditutup, melalui akun twitter dan update postingan. Semoga beruntung! :)


***UPDATE***

Hai! Sudah menunggu pengumuman pemenang giveaway Double Spin Round? Alhamdulillah, giveaway Double Spin Round telah diikuti oleh 31 orang peserta. Sebelumnya, saya mohon maaf untuk yang belum beruntung. Tetap semangat dan terus ikuti giveaway di blog saya, ya. Langsung saja saya umumkan pemenangnya, dia adalah..


@SulhanHabibi
M. Sulhan Habibi

Kalau itu adalah rahasia pribadi yang menyangkut nama baik, harga diri, kebaikan diri sendiri dan orang-orang di sekitarku tentu saja aku akan memilih untuk menyimpan rahasia itu untuk diriku sendiri.

Namun, rahasia itu tentu saja pasti informasi yang akan menimbulkan dampak yang tidak diinginkan makanya bernama rahasia. Kalau kabar gembira, tentu akan disebarkan dan bukannya dipendam.

Nah, berkaitan dengan rahasia tersebut, bukankah kalau keburukan itu sebaiknya tidak untuk disebarkan, simpan untuk diri sendiri. Tuhan pun telah menutup aib kita, sungguh sangat bodoh jika kita sendiri yang mengungkapkan keburukan diri sendiri.

Terkait rahasia juga, selama ini aku tidak memiliki rahasia yang harus aku tutupi karena sebisa mungkin aku tetap melakukan kebaikan dan tidak merugikan siapapun. Apapun yang aku lakukan biasanya aku ceritakan kepada keluargaku dan juga pasangan (istriku). Tidak ada rahasia yang harus kami tutupi karena kami selalu bertukar informasi dan berita, baik kabar baik maupun kabar yang kurang menyenangkan.

Hidup ini serasa lebih indah bila tidak ada rahasia yang harus kita sembunyikan setengah mati. Lagipula, menyimpan rahasia itu hanya menghabiskan energi.

Intinya adalah keterbukaan, saling memahami, dan selalu menjadi yang terbaik dengan melakukan kebaikan sekecil apapun, kapanpun, di manapun, mulai dari diri sendiri dan mulai dari sekarang.


Selamat kepada pemenang! Mohon mengirimkan nama lengkap, alamat, dan no. telepon ke email fabizdihar@gmail.com. Ditunggu secepatnya ya!

Bagi yang belum beruntung, jangan patah semangat yaa! Saya doakan semoga dapat kesempatan untuk membaca Double Spin Round! :)

Share:

31 comments

  1. Zarinkha Azizah
    @haelianthus
    https://mobile.twitter.com/haelianthus/status/716472461886271488?p=v
    Kalau saya punya rahasia, orang pertama yang akan saya beritahu adalah mama.Saya adalah tipikal orang yang cenderung tidak ingin membagi suatu rahasia, baik yang kecil hingga yang besar sedikitpun kepada orang lain.Namun, Mama adalah sosok yang menurut saya dapat menyimpan rahasia dengan baik serta dapat mendengarkan keluh kesah saya tanpa lelah. Meskipun saya mungkin telah banyak berbuat salah kepada mama, Mama tidak pernah sekalipun mengungkit-ungkit rahasia yang pernah ia dengar dari saya. Yang membuat saya terkadang, merasa bersalah akan hal itu. Bagi saya, mama merupakan sahabat sekaligus orangtua yang bisa memberikan solusi agar saya tidak merasa terbebani dengan rahasia yang saya miliki.

    ReplyDelete
  2. Nama: Hanum Bella
    Twitter : @Hanumbellaa
    Link : https://twitter.com/Hanumbellaa/status/716478009838952451

    Jika saya punya rahasia, saya tidak akan mempercayakannya pada siapapun. Karena sejatinya, rahasia tetaplah rahasia. Jika ada orang yang sudah tahu rahasia kita, maka itu sudah tidak menjadi rahasia lagi. Dan pada dasarnya, saya hanya percaya pada Allah swt. Yang dimana Dia Maha Tahu segala yang saya sembunyikan. :)

    ReplyDelete
  3. Nama : Humaira
    Akun Twitter : @RaaChoco
    Link Share : https://mobile.twitter.com/RaaChoco/status/716498280721440769?p=v


    "Jika kamu punya rahasia, siapakah orang pertama yang akan kamu percayai untuk berbagi hal tersebut? Kenapa?"

    Kalau aku tergantung rahasianya. Terkadang bercerita rahasia kepada orang yang tak tahu dan tak ada sangkut pautnya dengan rahasia tersebut membuat aku lebih tenang dan lega. Orang pertama itu biasanya kepada mamah, setelah itu baru sahabat. Tapi, jika aku memiliki rahasia yang tak bisa dibagi pada mereka. Jalan satu-satunya hanya mengadu, bercerita dan berserah diri kepada Allah. Meski tak langsung mendengar jawaban-Nya, tapi Allah pasti memberikan jalan keluar yang paling tepat untuk rahasia dan masalah yang aku hadapi.

    ReplyDelete
  4. Nama : Daivara Rezuki Wijaya
    Akun Twitter : @dairezuki
    Link Share : https://twitter.com/dairezuki/status/716581018262573057

    "Jika kamu punya rahasia, siapakah orang pertama yang akan kamu percayai untuk berbagi hal tersebut? Kenapa?"

    Jadi inget kata-kata ini, sekalian flashback sama kartun di masa kecil.

    “Kalau kamu memberitahukan rahasia kepada seseorang, maka itu namanya bukan rahasia lagi.” [Spongebob Squarepants]

    Aku setuju dengan perkataan Spongebob, jika aku memberitahukan rahasiaku, itu bukan rahasia lagi namanya. Berarti dengan kata lain, jika aku memberitahukan seseorang mengenai rahasiaku, rahasia itu akan menjadi sebuah cerita dan bukan hanya aku saja yang mengetahuinya. Menurutku, yang mengetahui rahasiaku seharusnya hanya aku dan Tuhan yang tahu, bukan karena aku menceritakannya namun karena dia Yang Maha Mengetahui. Rahasia kan memiliki ciri khusus, yaitu bersifat pribadi dan bukan untuk umum apalagi di bicarakan.

    Tetapi, jika aku sudah tidak tahan dengan segala rahasiaku. Orang yang pertama kali aku kasih tahu adalah sepupu perempuanku yang merangkap sebagai sahabatku. Karena, jika aku ingin berbagi rahasia, aku harus hati-hati dan aku lebih menyukai seseorang yang sebaya untuk menceritakannya. Jika aku memberitahukan ke seseorang yang lebih tua, biasanya mereka akan terus membicarakannya di hadapan orang lain:v dan tentunya di hadapanku, selalu di ungkit-ungkit uwuwuwu:') tapi tetap saja, rahasia yang sudah ku ceritakan bukan lagi sebuah rahasia, tetapi sebuah cerita. Lebih baik, jika memang rahasia, hanya diriku dan Tuhan yang tahu. Karena, suatu saat, seseorang yang kita percayai bisa saja membocorkan segalanya:)

    Sekian, terima kasih:)

    ReplyDelete
  5. Rima Dwi Andina - @andinarima - https://twitter.com/andinarima/status/716610572045791232

    Tergantung rahasianya.

    - Kalau rahasia itu masalahku sendiri
    Well, karena aku tipe orang yang tertutup, jadi semua rahasia ((atau masalah aku)) biasanya aku pendam. Bukannya enggak percaya sama orang lain, masalahnya kalau aku cerita terkadang mereka tidak akan peduli. Lebih kepada cuma pengin tahu aja masalahnya, selebihnya? Nothing! Ngasih solusi nggak. Jadi daripada sakit hati mending dipendam. Tapi ada satu orang yang selalu tahu kalau aku ada masalah. DIa sahabat baiiik banget, enggak pernah bisa nyembunyiin sesuatu dari dia.

    -Kalau rahasianya itu tidak menyangkut diriku
    Aku akan cerita ke sahabat baikku itu. Karena seperti yang aku bilang, aku enggak pernah bisa menyembunyikan sesuatu dari dia.

    ReplyDelete
  6. Nama: Famia Kamilia
    Twitter: @amifamia
    link share: https://mobile.twitter.com/amifamia/status/716626699136274437?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C4727886479

    jawaban:
    Jika saya punya rahasia, saya hanya akan membagikannya dengan alam... berbicara di tengah ilalalang dan dedaunan sambil menikmati angin dan senja. Karena hanya alam yang tidak akan pernah membagikan rahasia saya... karena alam adalah teman setia yang tak lekang oleh waktu.

    ReplyDelete
  7. Bintang Maharani
    @btgmr
    https://twitter.com/btgmr/status/716669994604609537

    Tidak ada, tidak kepada seorang pun.

    Rahasia adalah rahasia. Memang seharusnya sebuah rahasia itu disimpan sendiri karena nanti bukan rahasia lagi namanya kalau sudah dikasih tahu ke orang lain. Apalagi jika rahasia itu merupakan sebuah amanah yang harus dijaga. Jika sampai dibocorkan berarti kita dapat dosa karena sudah melanggar amanah/janji itu. Kalau sampai bocor lagi, ya nanti orang itu tidak akan mau percaya pada kita lagi. Dicap mulut ember. Sekali pun rahasia itu menyangkut diri sendiri atau keluarga yang biasanya terkait sebuah aib. Ketika Allah sudah bantu menutupi rahasia/aib itu dan tidak ada yang tahu, maka tidak seharusnya jika kita sendiri yang malah membeberkannya. Karena prinsip saya adalah "jangan sampai kita merasa bangga pada kekurangan diri dan/atau keburukan keluarga sendiri".

    ReplyDelete
  8. Fitra Aulianty
    @fira_yoopies
    https://twitter.com/fira_yoopies/status/716234353613778945

    Untuk seorang introvert kelas berat, semua hal adalah rahasia. Apa yang aku pikirkan, apa yang aku kerjakan, aku rencanakan itu semua rahasia. Karena aku gak mau bikin orang-orang yang dengarin rahasia aku malah jadi ikut down atau terphp.

    Tapi kalau aku harus bilang, harus bongkar sekua rahasia aku karena rasanya nyesek cuma nyimpan sendirian, aku lebih milih bilang ke sahabat.
    Kenapa ke sahabat? Karena beda umur gak jauh dan itu bikin alur pikiran nyambung. Kenapa bukan ke orangtua atau saudara kandung? Karena aku takut mereka sedih dan marah, beban mereka udah cukup banyak jadi mereka gak perlu ngeluarin banyak tenaga lagi cuma buat mikirin rahasia aku.

    ReplyDelete
  9. Asri
    @princessashr
    https://twitter.com/PrincessAshR/status/716875954610577408

    Untuk aku yang jarang banget curhat, karena menganggap bisa nyelesaiin masalah sendiri *sok idih banget*.. Maka kalau ditanyain kayak gini, bingung juga.. Jadi, aku pilih cerita sama Ibu. Karena kalau cerita sama ibu rasanya adem, berasa tenang. Dan walaupun kadang cuma didengerin aja, tanpa dikasih solusi, tapi setidaknya udah bikin lega.. Lagian aku sama Ibu ceritanya soal masak memasak.. Hihi..

    ReplyDelete
  10. Eka Sasining Putri
    @cha_ichie
    https://twitter.com/cha_ichie/status/716936971289911297

    Secara umum dan khusus, tidak ada. Aku hanya berbagi rahasia dengan diriku sendiri. Sejauh yang bisa kunalar, aku sudah tidak bisa menyebut suatu hal adalah rahasia jika hal itu telah diketahui orang lain. Bahkan, kupikir ada pula rahasia yang kusembunyikan dari diriku sendiri.
    Jika aku memiliki rahasia, mungkin aku akan menelannya, hingga diriku sendiri tidak mengingat rahasia itu. Atau aku akan menghadapi cermin, mematut wajahku sendiri dan berkata, "Kau punya rahasia. Mari kita lupakan."
    Tidak ada orang yang benar-benar kupilih untuk kupercayai.

    ReplyDelete
  11. Arie Pradianita | @APradianita
    https://twitter.com/APradianita/status/717003763739811844

    KAKAK LAKI-LAKI SAYA, karena:

    1. Dia bisa menjaga rahasia.
    2. Dia bisa membantu mencarikan solusi/jalan keluar.
    3. Dia peduli dengan masalah saya.
    4. Dia memiliki banyak waktu luang untuk mendengarkan curhatan rahasia-rahasia saya.
    5. Kami berdua memiliki hubungan jangka panjang antara adik dan kakak.
    6. Kami berdua saling terbuka, komunikasi dua arah.
    7. Dia tidak keberatan mendengar keluh kesah saya.
    8. Dia bisa membuat hati saya tenang.
    9. Dia baik kepada saya.
    10. Dia memiliki kemampuan komunikasi yang baik.

    I LOVE MY BIG BROTHER SO MUCH.. ^_^

    ReplyDelete
  12. Eris Andriani
    @RizAnNie88
    https://twitter.com/RizAnNie88/status/716999992603336708

    Bagiku kadang sedikit berbagi rahasia dengan seseorang itu perlu, karena kalau dipendam sendiri, dipikir sendiri malah bikin penyakit.
    Sampai saat ini aku lebih suka berbagi rahasia ku dengan sahabat cowok yg udah aku kenal dengan baik sejak SMA dulu (bukan pacar lho ya masih Friendzone doain aja ada kemajuan *ehh), entah kenapa tiap cerita ataupun sekedar curhat sama dia tuh rasanya nyaman, plong, ada solusi yg baik, lebih bebas berekspresi dan yg paling penting dia nggak ember. Hehehe

    ReplyDelete
  13. Nama: Cahya
    Twitter: @chynrm
    Link tweet: https://twitter.com/chynrm/status/716967699075575808

    Kalau aku jawab kepada Allah, well, tanpa harus aku ceritakan pun Allah sudah tahu duluan toh. Jadi aku pilih jawaban lain saja. Uhmm, ini bukan ke orang sih, tapi aku akan mempercayakan rahasiaku pada... kucingku.

    Kadang aku merasakan jika aku menyimpan sesuatu (tidak melulu sebuah rahasia) maka rasanya nggak lega kalau belum dikeluarkan melalui verbal. Daripada ngoceh di sosmed, aku kadang berlagak seperti orang gila yang ngobrol sama kucingku dengan suara sepelan mungkin dan tanpa sepengetahuan orang di rumah ya, biar nggak ada yang tahu.

    Aku cukup tahu kalau kucingku itu sebenarnya selalu setia mendengarkan dan mengerti apa yang aku katakan dan ceritakan, eventhough he was pretending like yawning and sleeping on my belly. Alasanku mengapa aku cerita padanya karena dia nggak akan bisa bocorkan pada siapa pun, kecuali kalau dia lagi nge-date sama pacarnya, si kucing tetangga, dan cerita-cerita ke pacarnya kalau si tuannya ini lagi begini begitu. Ah sutralah, toh dia ceritanya dengan sesama kucing juga. Kucing yang nggak akan bisa ngomong ke manusia. Jadi insya Allah rahasiaku aman aja sama dia ehehe~

    ReplyDelete
  14. Nama : Rinita
    Akun twitter : @RinitAvyy
    Link share: https://mobile.twitter.com/RinitAvyy/status/717155625386397696?p=v

    "Jika kamu punya rahasia, siapakah orang pertama yang akan kamu percayai untuk berbagi hal tersebut? Kenapa?"

    Sahabat baikku, Rani. Kenapa dia? Karena kami terbiasa untuk saling menjadi teman curhat. Entah itu berbagi curahan hati bahagia maupun sedih. Aku percaya bila mengatakan hal apapun padanya--(tapi enggak semuanya yang curahkan, mungkin ada bagian yang tak perlu orang lain tahu)--pasti bakalan aman, dan enggak akan ada yang tahu. Karena dia juga percaya kalo aku juga akan merahasiakan curahan hatinya. Yah, intinya saling percaya sajalah. Lagipula, udah terbukti kok. Selama bersahabat dengannya tiga tahun, selama itu juga enggak ada tuh yang tahu-menahu tuh dengan curahan hatiku ku yang pernah aku katakan padanya.

    ReplyDelete
  15. Rini Cipta Rahayu
    @rinicipta
    https://twitter.com/RiniCipta/status/717179043460743169

    Aku tipikal orang yang introvert sih, gak bisa cerita heboh. Jadi kalau dalam lingkaran pertemanan, aku lebih sering jadi pendengar aja. Sebelum menceritakan apapun, aku akan mempertimbangkan apakah aku membagikan kepada orang yang tepat atau tidak? Tidak semua hal harus kita ceritakan, dan juga tidak semua hal cocok diceritakan pada orang terdekat. Rahasia yang memang bersifat personal tidak pernah aku ceritakan pada siapapun, termasuk menuliskannya. Hanya aku dan Tuhan yang tau hal itu. Apalagi jika rahasia itu akan berdampak bagi diriku, orang/suatu hal terkait rahasia itu. Aku belajar untuk percaya dan tidak ragu pada diriku sendiri.
    Tapi biasanya kalau curhat tentang kejadian sehari-hari aku suka cerita sama mama. Beliau kadang hanya diam atau berkomentar sekenanya. Tapi entah kenapa, aku merasa lega setelah bercerita. Kalau soal lovelife, aku lebih nyaman cerita sama temen deketku. Belum siap aja kalau cerita sama keluarga terutama ortu hahaha..

    ReplyDelete
  16. Nama : Lutfi A
    Twitter @lutfixx
    l share https://twitter.com/lutfixx/status/717181845801009152

    Orang pertama untuk berbagi rahasia? aku sedang berusaha menjadikan ibuku jadi orang pertama yang tau segalanya tentang aku. Meskipun jarak zaman (ew XD) yg berbeda, tapi dengan ..komunikasi dan bicara baik-baik ibu juga bisa mengerti ^^ Karena, aku gak mau aku jadi orang yang berbeda di depan/belakang ibu aku. Aku mau ibuku percaya ma aku.

    Semoga beruntung +++++ (^_-)v

    ReplyDelete
  17. Khoyul
    @Jkhoyul
    https://twitter.com/JKhoyul/status/717197460146237440

    Kalau aku punya rahasia pribadi, kalau nggak ada yang curiga dan kemudian bertanya, aku lebih suka menyembunyikannya sendiri. Bukan nggak percaya orang lain, kebanyakan dari orang-orang yang dekat denganku nggak begitu peka soal rahasia atau masalahku. Mereka mau didengarkan tanpa mau mendengarkan, apalagi aku introvert.

    Tapi karena pertanyaannya kepada siapa aku mau membagi rahasia, aku lebih memilih cerita pada orang antah berantah yang nggak kenal saling kenal. Paling mereka akan menganggap ceritaku bukanlah hal penting, kemudian mengabaikannya.

    ReplyDelete
  18. Nama: Vinia Dayanti
    Akun Twitter: @viniapurba
    Link Share: https://twitter.com/viniapurba/status/717232834340134912?s=17

    "Jika kamu punya rahasia, siapakah orang pertama yang akan kamu percayai untuk berbagi hal tersebut? Kenapa?"

    Tentunya aku akan berbagi ke sahabat aku yang udah aku percayai sejak lama. Alasannya karna lebih nyaman cerita ke sahabat sendiri dan mereka bakalan bisa kasih solusi kalo emang rahasia itu butuh solusi dan bantuan. Lagian juga mereka ga akan tega cerita ke siapa2 dan intinya ya aku udah percaya sama dia dan dia pun percaya sama aku.. ^^

    ReplyDelete
  19. Nama : Adnan Arbyazhaar
    Twitter : @arbyazhaar
    Link Share : https://twitter.com/arbyazhaar/status/717263747329359873

    "Jika kamu punya rahasia, siapakah orang pertama yang akan kamu percayai untuk berbagi hal tersebut? Kenapa?"

    Kakek! Karena semua rahasiaku akan menjadi rahasia kakekku. Kami telah berjanji bahwa tidak akan ada rahasia di antara kami. Janji antara lelaki:v

    Alasannya karena saya sangat mempercayai beliau, dan beliau selalu menceritakan rahasianya kepadaku. Seperti rahasia dia sewaktu muda dan nenek juga tidak mengetahuinya. Ini seperti halnya timbal-balik, saya menceritakan dan beliau menceritakan rahasiannya juga. Yang jelas, beliau tidak akan membocorkan setiap rahasiaku di depan orang tuaku. Saya takut mereka akan shock dengan kelakuan anak mereka:v

    Terima kasih atas kesempatannya:3

    ReplyDelete
  20. Nama: Farikhatun Nisa
    Twitter: @littlepaper93
    Link share: https://mobile.twitter.com/Littlepaper93/status/717321368006737920?p=v

    Jawaban: Tuhan. Iya sih, Tuhan itu Maha Tahu. Kita nggak cerita Tuhan pasti tahu. Tapi rahasia akan tetap menjadi rahasia jika mempercayai Tuhan akan selalu menjaga kerahasiaannya. Karena semuanya emang harus diserahin ke Tuhan. Aku suka membagi rahasiaku dengan Tuhan lewat doa-doa. Capek percaya sama makhluk ciptaan-Nya. Sudah dengan sepenuh hati memeberi kepercayaan, tetep aja diingkari.

    ReplyDelete
  21. Tri
    @tewtri
    https://mobile.twitter.com/tewtri/status/717338641840779264

    Saya tidak terlalu suka bercerita, bukan tipekal orang terbuka sebenarnya. Andai pun harus menceritakan sebuah rahasia, satu-satunya orang pertama yang terlintas mau saya ajak berbagi adalah ayah. Yah, karena sedari kecil saya bisa lancar berbicara itu di depan ayah. Beliau selalu mendukung apa pun yang saya lakukan atau putuskan meski semua tentu diiringi nasihat-nasihat luar biasa ala ayah. Ayah memberi saya kebebasan meski begitu, ia melindungi saya dengan tameng transparan. Sejauh ini, orang paling bisa dipegang omongannya ia adalah ayah. Saya tidak pernah ragu buat jujur. Karena ayah percaya pada saya sepenuhnya. Jangankan rahasia, saya saja dijaganya dengan segala cara. Terima kasih untuk semuanya. Dan sukses untuk GA-nya.

    ReplyDelete
  22. Nama: Ananda Nur Fitriani
    Twitter: @anandanf07
    Link share: https://twitter.com/anandanf07/status/717463541654138880

    Tergantung apa rahasianya. Jika rahasia itu hanya mempunyai sangkut paut dengan diri saya sendiri, maka saya akan menyimpannya untuk diri saya sendiri. Jika rahasia itu mempunyai sangkut paut dengan orang lain, maka saya akan berbagi rahasia itu dengan orang yang saya anggap bijak dalam menerima rahasia tersebut, seperti Ibu saya, Ayah, dan juga kedua kakak saya. Bercerita kepada sahabat juga saya akan pilih-pilih, karena walaupun mereka dekat dengan saya, bukan berarti saya harus menceritakan semua rahasia kepada mereka. Tapi ya, kalau mau rahasianya aman banget sih, jangan cerita ke siapa siapa, hehehe :p namanya juga manusia, pasti ada aja yang khilaf sehingga menceritakan rahasia seseorang kepada orang lain. Jadi cukup Allah yang tau :D

    ReplyDelete
  23. nama: Kitty
    akun twitter: @womomfey
    Link share: https://twitter.com/WoMomFey/status/717470494262321153


    "Jika kamu punya rahasia, siapakah orang pertama yang akan kamu percayai untuk berbagi hal tersebut? Kenapa?"


    Sebenarnya selama ini jika aku punya rahasia, yang pertama kuberitahu bukan manusia sih, melainkan Tuhan dan buku harianku.

    Kenapa?

    Well, menurutku keduanya tidak akan pernah mengkhianati kepercayaan kita ketika kita berbagi rahasia. Memang sih, mungkin curhat ke Tuhan dan buku harian tidak serta merta kita mendapatkan feedback atas curhatan rahasia kita, tapi buatku itu tidak masalah sama sekali. Bukankah tujuanku sharing rahasia adalah karena ingin meringankan sedikit beban pikiran yang sedang menggelayut? Yang penting saat berbagi rahasia, aku bisa merasa yakin bahwa rahasiaku akan aman ditangan keduanya.

    Meski aku yakin bahwa di mata Tuhan tidak ada yang tersembunyi (yang artinya Dia sudah mengetahui rahasiaku sebelum aku menceritakannya), tapi ada kelegaan tersendiri yang melingkupi saat aku dapat berbagi rahasia denganNya. Sedangkan dengan buku harian, aku sudah sejak kecil terbiasa juga mensharingkan hampir semua hal padanya. Dan tak ada satu pun rahasiaku yang bocor.


    Makasih ya untuk kesempatan ini. Tak terhitung sudah berapa kali aku ngikutin GA #DoubleSpinRound karena memang tertarik banget sama tema keluarga yang diangkat novel ini. Semoga kali ini bisa berjodoh dengan Madoka dan Yuichi :)

    ReplyDelete
  24. April Silalahi / @aprlboanarges
    Link Share: https://twitter.com/aprlboanarges/status/717519706400231424

    Hanya satu tempat untuk berbagi rahasia yang aman dan tidak akan menghakimiku yaitu Tuhan. Curhat sama manusia memang akan membuatmu lega karena berhasil mengeluarkan beban pikiranmu. Tapi hal itu tidak akan menjamin rahasiamu aman. Manusia tetap mempunyai unsur lemah dalam menjaga rahasia dan pikiran kotornya.
    Beda jika kamu curhat dengan Tuhan. Kamu hanya perlu berdoa, apapun permasalahanmu dapat kamu sampaikan padaNya. Dia tidak menghakimi rahasiamu. Dia tidak akan membocorkan rahasiamu. Kamu juga dapat menjadi lebih baik setelah berdoa padaNya.
    :)

    ReplyDelete
  25. nama: Aulia
    twitter: @nunaalia
    link share: https://twitter.com/nunaalia/status/717570471730917377

    "Jika kamu punya rahasia, siapakah orang pertama yang akan kamu percayai untuk berbagi hal tersebut? Kenapa?"

    Aku sebenarnya orang yg tertutup, lebih banyak menyimpan rahasia sendiri, terutama rahasia diri sendiri, dan biasanya hanya curhat sama Sang Pencipta karena Dia memang Maha Tahu.
    Jika aku mengetahui rahasia orang lain, aku akan tetap menyimpan rahasia itu sendiri, istilahnya aku cukup tahu saja, tidak perlu berbagi lagi dengan orang lain. Jika orang lain akhirnya tahu juga, yg penting mereka tahu bukan dari aku. Aku hanya tidak ingin menyebarkan rahasia orang lain, biarlah tangan Tuhan yg bekerja jika rahasia itu memang harus terungkap pada akhirnya.

    ReplyDelete
  26. Reny Kartika
    @Renyykaa
    https://mobile.twitter.com/Renyykaa/status/717589400570310657?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C2254969574
    Setiap saya memiliki rahasia, saya selalu memikirkan dulu apakah rahasia ini pantas diceritakan atau tidak. Kan setiap orang punya hak dan privasi tersendiri. Dan jika menurut saya ini pantas diceritakan maka orang pertama yang saya beritahu tentang hal ini adalah teman yang bisa membuat saya nyaman dan teman yang sudah bisa memberi saya rasa aman jika saya menceritakan hal ini dan teman yang bisa memberi saran yg baik.
    Terimakasih atas pertanyaannya :)

    ReplyDelete
  27. nama: Visca Apriliyanti
    twitter: @Visca_Apr
    link share: https://twitter.com/Visca_Apr/status/717604584097644544
    "Jika kamu punya rahasia, siapakah orang pertama yang akan kamu percayai untuk berbagi hal tersebut? Kenapa?"
    saya termasuk orang yang susah percaya kepada orang lain. saya tidak pernah mengalami sebuah kejadian dimana kepercayaan saya dikhianati seseorang, tidak pernah. saya dari dulu memang sulit untuk percaya kepada seseorang dan saya juga sulit untuk mengekspresikan apa yang tengah saya rasakan. saya biasanya menyimpan rahasia atau masalah sendiri. memang sih bagi sebagian orang kalau mereka sedang mengalami masalah setidaknya diceritakan dengan orang terdekat mereka. tapi yah itu tidak berlaku bagi saya, saya lebih senang menyimpannya sendiri. jadi intinya saya tidak akan menceritakan rahasia tersebut kepada orang lain, cukuplah saya saja tau

    ReplyDelete
  28. Nama : Nova Indah Putri Lubis
    Twitter : @n0v4ip
    Link Share : https://twitter.com/n0v4ip/status/717639042020474880

    "Jika kamu punya rahasia, siapakah orang pertama yang akan kamu percayai untuk berbagi hal tersebut? Kenapa?"

    Saya bukanlah orang yang cenderung dengan mudah membagi setiap rahasia yang saya miliki. Selama saya masih bisa memendam rahasia tersebut, saya lebih memilih memendam sendiri rahasia tersebut. Bukan karena tidak percaya pada siapapun, tapi namananya juga rahasia, cukup saya aja yang tahu. Karena terkadang bahkan orang terdekatmu bisa saja membocorkan rahasiamu secara tidak sengaja bahkan tanpa disadarinnya. Jadi, lebih baik disimpan sendiri saja. Dengan begitu saya tidak menambah dosa karena bisa saja nanti jadi berburuk sangka pada orang lain, dan orang lain pun tidak menambah dosanya karena mengungkapkan rahasia orang.... :D

    Terima kasih Lala ^^

    ReplyDelete
  29. Esti
    @estiyuliastri
    https://twitter.com/estiyuliastri/status/717671296524427264

    Aku lebih suka menyimpan rahasiaku sendiri dan lebih nyaman menceritakan segala macem rahasia plus uneg2 pada tembok kamarku. Hihi percaya gak sih? Udah kayak buku harian nih tembok kamar, meskipun dia gak bisa ngomong dan ngerespon segala macem rahasia & permasalahanku, rasanya lega aja. Plonggg~
    Bener-bener pendengar yg baik. Aku senyam-senyum, ketawa ketiwi, sampe ngomel2 gak jelas. Sekalipun bendungan air mata ini jebol, esok harinya aku lebih tenang ngelewatin hariku, dan yg paling penting rahasia tersebut kesimpen rapih, amann terkendalih~
    Bukannya gak percaya sama orang lain, tapi tiap kali mau menceritakan rahasiaku pada orang lain, aku ngerasa belum tentu bakal direspon dengan baik oleh si pendengar. Belum tentu dapet masukan. Belum tentu mulut dia gak bocor. Dan banyak banget keraguan2 lain yg muncul di pikiranku.
    Jadi sampe sekarang aku berusaha sebisaku keep sendiri apapun itu rahasianya, dan curhat sama si dia :)

    ReplyDelete
  30. Nama : Shiela Hartiningtyas
    Twitter : @ruth_shiela
    Link share : https://mobile.twitter.com/ruth_shiela/status/717719417090510848?p=v
    Email : yskasim@gmail.com
    Domisili : Cirebon

    Jika kamu punya rahasia, siapakah orang pertama yang akan kamu percayai untuk berbagi hal tersebut? Kenapa?

    Jika memiliki rahasia, orang pertama yang akan aku beritahu adalah pasanganku.
    Alasannya adalah dia telah menemaniku selama bertahun-tahun dan begitu memahami diriku.
    Rasanya tidak ada yang lebih memahami diriku selain dirinya, apalagi sekarang aku harus tinggal jauh dari orangtuaku.
    Otomatis hanya dialah yang menjadi tempat curhatku.
    Lagipula dalam suatu hubungan, prinsipku adalah saling terbuka dan tidak ada yang disembunyikan.
    Itu sebabnya pasanganku merupakan orang yang sangat aku percayai untuk berbagi segala hal.:)

    ReplyDelete
  31. Nama : M. Sulhan Habibi
    Twitter : @SulhanHabibi
    Link share : https://twitter.com/SulhanHabibi/status/717723085768564737

    "Jika kamu punya rahasia, siapakah orang pertama yang akan kamu percayai untuk berbagi hal tersebut? Kenapa?"

    Jawaban:

    Kalau itu adalah rahasia pribadi yang menyangkut nama baik, harga diri, kebaikan diri sendiri dan orang-orang di sekitarku tentu saja aku akan memilih untuk menyimpan rahasia itu untuk diriku sendiri.
    Namun, rahasia itu tentu saja pasti informasi yang akan menimbulkan dampak yang tidak diinginkan makanya bernama rahasia. Kalau kabar gembira, tentu akan disebarkan dan bukannya dipendam.

    Nah, berkaitan dengan rahasia tersebut, bukankah kalau keburukan itu sebaiknya tidak untuk disebarkan, simpan untuk diri sendiri. Tuhan pun telah menutup aib kita, sungguh sangat bodoh jika kita sendiri yang mengungkapkan keburukan diri sendiri.

    Terkait rahasia juga, selama ini aku tidak memiliki rahasia yang harus aku tutupi karena sebisa mungkin aku tetap melakukan kebaikan dan tidak merugikan siapapun. Apapun yang aku lakukan biasanya aku ceritakan kepada keluargaku dan juga pasangan (istriku). Tidak ada rahasia yang harus kami tutupi karena kami selalu bertukar informasi dan berita, baik kabar baik maupun kabar yang kurang menyenangkan.

    Hidup ini serasa lebih indah bila tidak ada rahasia yang harus kita sembunyikan setengah mati. Lagipula, menyimpan rahasia itu hanya menghabiskan energi.

    Intinya adalah keterbukaan, saling memahami, dan selalu menjadi yang terbaik dengan melakukan kebaikan sekecil apapun, kapanpun, di manapun, mulai dari diri sendiri dan mulai dari sekarang.

    **

    Btw, terima kasih atas kesempatan GA-nya

    ReplyDelete