Mermaid Fountain - Dyah Rinni | Ask Author, Giveaway


Halo, guys

Sudah membaca review Mermaid Fountain sebelumnya? Sudah? Nah, seperti yang aku janjikan, kali ini aku akan mengadakan giveaway berhadiah satu eks Mermaid Fountain untuk satu orang yang beruntung! Penasaran bagaimana cara mendapatkannya? Simak dulu #AskAuthor di bawah ini ya. Psst.. Penting loh, tentang proses penerbitan. Bagi teman-teman yang penasaran, harus banget disimak supaya nggak bertanya-tanya lagi di dalam hati perihal seluk beluk dunia penerbitan! ;D

1. Di penerbit mayor, saat naskah dikirim, penerbit akan butuh waktu berbulan-bulan untuk menyeleksi naskah. Apakah penerbit indie juga membutuhkan waktu sekian lama? Bagaimana detail proses penerimaan naskah di penerbit indie, Kak?

Hai Lala. Untuk penerbitan indie, kelebihannya memang ada di waktu seleksinya. Yaitu, nggak ada. Jadi, naskah bisa langsung cetak. Bahkan sebenarnya perbedaan utama indie dengan mayor adalah siapa yang menanggung biaya. Kalau di penerbit mayor, semua biaya cetak dan distribusi ditanggung penerbit. Sebaliknya, di penerbitan indie, kita menanggung semua biaya dari A-Z
Nah untuk penerbitan indie ini, kalau aku perhatikan ada dua jenis. Yang pertama adalah penulis mencetak sendiri bukunya dalam jumlah banyak dan kemudian menjualnya sendiri, baik lewat online atau toko buku. Ini model yang kulakukan. Prisca Primasari juga melakukannya di buku Love Theft. Hanya saja, risikonya adalah jika buku tidak laku, maka penulis akan menanggung sisa buku yang tidak terjual. Untuk penulis yang masih pemula, hal ini bisa jadi riskan.
Yang kedua adalah bekerja sama dengan penerbit indie dengan sistem print on demand. Print on demand ini gampangnya, kalau ada yang mau, buku akan dicetak dengan digital printing. Ada banyak pilihannya, kok. Kamu tinggal google aja.  Beberapa penerbit indie juga memberikan paket yang sudah memasukkan biaya editing, layout,t dan cover. Untuk masalah penerimaan, naskah pasti diterima kecuali kalau mengandung hal  SARA, ya.

2. Saat masuk ke proses pengeditan, yang lebih berperan sebenarnya penulis ataukah editor? Dan jika editor memberikan saran dan masukan demi kebaikan naskah, penulis harus mengikuti meski mungkin nggak begitu setuju dengan pendapatnya? 
Saat editing, yang lebih berperan adalah editor. Karena tugas editor adalah mewakili kepentingan penerbit dan pembaca untuk memberi masukan kepada penulis. Jadi, editing adalah proses dua pihak. Kalau editor memberi masukan, pasti ada alasannya. Mungkin agar lebih enak dibaca. Mungkin agar lebih disukai pembaca. Penulis juga boleh menolak kok kalau ada alasan yang masuk akal. Intinya sih komunikasi. Cari tahu kenapa editor menginginkan bagian tersebut diubah.

3. Saya selalu penasaran dengan hal ini. Pernahkah naskah Kak Dee ditolak oleh penerbit? Kalau pernah, biasanya kan penerbit memberikan konfirmasi berupa surat yang berisi komentar tentang kekurangan naskah. Setelah membacanya, apakah Kak Dee akan mengubah total jalan cerita dari naskah tersebut dan akan kembali dicoba di penerbit lain? Ataukah ada alternatif lain? Mungkin ini akan jadi jawaban yang ditunggu-tunggu para penulis yang naskahnya baru ditolak. 
Aku Alhamdulillah belum pernah mengalami penolakan. Paling jauh adalah naskahku pernah digantungin selama dua tahun. Ini sudah kejadian dua kali. Tetapi untuk penulis yang mengalami penolakan, aku sarankan untuk mempelajari surat penolakan tersebut. Ada beberapa penerbit yang menolak bukan karena naskah tersebut jelek, tetapi karena tidak sesuai dengan penerbitan mereka. Jika memang ada kekurangan dalam naskah, jadikan itu sebagai masukan agar naskah kita lebih baik di masa depan.

4. Banyak yang berpendapat bahwa penerbit indie adalah jalan termudah untuk menerbitkan sebuah buku ataupun jalan terakhir jika naskah sulit menembus penerbit mayor. Apa Kak Dee setuju dengan opini tersebut?
Nggak begitu juga sih. Karena nyatanya menerbitkan sendiri juga butuh waktu dan kerepotan sendiri. Sebagai contoh, untuk mempersiapkan Mermaid Fountain, aku membutuhkan waktu sebulan. Mulai dari layout, mencari perancang sampul, koreksi isi, dan lain-lain. Ada beberapa hal yang aku pikir gampang ternyata membutuhkan waktu lebih lama dari dugaanku.
Menerbitkan buku via indie juga bukan karena tidak bisa menembus penerbit mayor. Ada beberapa jenis buku yang mungkin dianggap kurang komersil oleh penerbitan mayor. Mungkin genrenya nggak umum atau pasarnya belum terbentuk. Untuk fiksi Indonesia, mungkin genre science fiction atau fantasy. Untuk buku-buku jenis ini, penulis lebih mudah jika melalui penerbit indie.

5. Karena Mermaid Fountain diterbitkan oleh penerbit indie, menurut kakak, apa kelebihan dan kualitas yang dipunya penerbit indie? Dan mengapa, ya, para pembaca banyak yang belum percaya dengan hasil karya dari penerbit indie? Seperti meragukan kalau hasilnya nggak akan sebaik buku yang diterbitkan penerbit mayor, mulai dari hal-hal kecil seperti layout, cover, kertas, editing, bahkan sampai isi bukunya. Boleh di share pengalaman kakak supaya teman-teman pembaca akan lebih mengerti? :)
Kelebihan penerbit indie adalah penulis bisa lebih cepat melahirkan karya. Hasil yang diterima penulis juga relatif lebih besar dibandingkan dengan penerbitan mayor. Untuk royalty, di penerbitan mayor, penulis hanya menerima 10%. Sementara di penerbit indie, keuntungan penulis bisa lebih besar. Tetapi juga perlu diingat, kerepotan yang dilakukan penulis indie juga lebih besar dan penulis harus melawan stigma penerbitan indie.
Kalau aku lihat, sebenarnya kualitas penerbit indie juga beragam. Ada yang mengejar harga murah tetapi ada juga yang memberikan harga lebih mahal tetapi sepadan dengan kualitasnya. Menurutku, penulis yang ingin mengambil jalur indie harus rajin-rajin membandingkan kualitas penerbit indie tersebut. Rajin bertanya-tanya. Ingat bahwa harga biasanya sebanding dengan kualitas.
Memang salah satu kekurangan penerbit indie adalah standar penerbitan indie yang belum sebagus penerbitan mayor. Karena itu, aku nggak menyalahkan pembaca yang belum sepenuhnya percaya pada penerbitan indie. Justru penulis indie yang harus membuktikan bahwa karyanya  layak bersaing dengan penerbit mayor.
Saran aku untuk penulis yang mau mencoba indie adalah, cari tenaga professional. Cari penata letak, perancang sampul yang bagus dan kalau perlu, dan juga, editor yang bagus. Jika kamu memilih penerbitan indie, coba lihat hasilnya. Beli satu atau dua contohnya untuk melihat hasil cetakannya. Memang jadinya repot dan kamu akan mengeluarkan uang lebih, tetapi ini tidak sebanding dengan kepercayaan orang pada kamu. Karena pada akhirnya, orang hanya akan melihat satu hal: kualitas.

6. Terakhir namun yang paling penting, tolong berikan tips menembus penerbit untuk para penulis pemula dong, Kak? :D
Dulu aku bisa menembus penerbit karena kebetulan banyak lomba menulis. Marginalia bisa menang di Qanita dan Beautiful Liar di Gagas Media. Loma menulis itu sebenarnya sangat membantu penulis pemula dalam menembus penerbit. Tapi sekarang, bisa dikatakan nyaris tidak ada lomba menulis ya. Saranku, karena sekarang era digital, cobalah untuk lebih banyak memajang karya kamu di situs seperti wattpad. Harapannya, di sana kamu bisa mulai menjaring pembaca dan pada akhirnya, menarik perhatian penerbit. Oh ya. Coba mulailah rajin nge-blog. Buatlah blog yang bergizi tinggi, berbeda dengan blog yang sudah ada. Kamu akan menarik pembaca dan pelan-pelan juga menarik penerbit.
Cara lain, adalah cobalah sering-seringlah  main ke kantor penerbit atau ngobrol dengan editor. Tanyakan kepada mereka, naskah apa yang sedang dibutuhkan. Terkadang, ada potensi naskah yang tidak kita ketahui kalau tidak bertanya langsung kepada mereka. Dan cobalah terbuka pada beragam jenis buku, termasuk nonfiksi.
Dan kalau jalan itu masih belum terbuka, teruslah rajin menulis. Untuk menjadi penulis terkenal dibutuhkan waktu yang lama. Selama itu, nikmati juga perjalanan menulis kamu. Jadikan menulis sebagai sebuah kesenangan. Karena selama masih di Indonesia, menulis biasanya belum bisa memberikan hasil finansial yang memuaskan. Jadi, paling nggak kamu dapat bagian senangnya. :)
Yup, begitulah sesi #AskAuthor-ku dengan Kak Dyah Rinni. Aku jadi lebih banyak tahu tentang dunia penerbitan, terlebih lagi, dapat tips bagaimana cara menembus penerbit bagi penulis pemula, lho! Pasti itu yang paling ditunggu-tunggu, kan? :p

Sekarang kita masuk ke sesi giveaway. Caranya gampang saja, dan agak sedikit berbeda dengan giveaway yang diadakan di blog-nya Kak Oktabri . Kamu hanya cukup isi pertanyaan dibawah ini:
Kini, Laguna, Mairin, dan [nama kamu] sedang berada di sisi Mermaid Fountain. Laguna memandang Mairin dengan tatapan menyebalkan, sebab sedari tadi ia terus menggoda Laguna, mengira Laguna berencana melakukan mitos yang dipercaya masyarakat sekitar; yakni melempar koin ke dalam kolam, kemudian menyebutkan keinginan terpendam mereka. Mairin masih terkikik, lalu menyenggol [nama kamu] hingga ia tersadar dari lamunannya.  
"Apa?" [nama kamu] menoleh ke arah Mairin, kebingungan. 
Mairin memutar kedua bola matanya. "Jadi kan, kita melempar koin disini?" 
"Yap! Kamu duluan, lalu Mas Laguna, baru aku. Eh, Mas Laguna mau melempar juga, kan?" 
Laguna melengos. "Apa boleh buat, aku ditawari. Masa mau menolak?"  
Kali ini tawa Mairin membuncah. "Gengsi banget, sih, Gun. Apa salahnya mencoba? Barangkali permohonanmu akan jadi kenyataan." Kemudian, gadis itu melempar sekeping koin, mengucapkan harapannya keras-keras. "Aku ingin restoranku bisa sukses!" 
Laguna mengikuti langkah Mairin. "Aku ingin menjadi penyanyi paling hebat!" 
Kesempatan terakhir adalah milik [nama kamu]. Beberapa detik ia terdiam, memikirkan apa yang paling diharapkannya saat ini. Koin pun dilempar, sembari berseru dengan tegas, "[isi dengan permohonan kamu]"
Mudah, kan? Jawab di kolom komentar apa permohonan yang akan kamu ajukan setelah melempar koin (akan lebih baik beserta alasan) ke dalam kolam Mermaid Fountain. Dan, boleh juga kalau mau tanya-tanya singkat ke Kak Dyah seputar Mermaid Fountain ataupun dunia kepenulisan. Tapi sebelumnya, pastikan kamu sudah mengikuti seluruh instruksi dibawah ini ya:

1. Peserta berdomisili di Indonesia
2. Follow blog ini via GFC, Google +, atau email 
3. Follow twitter penulis @deetopia dan follow twitter saya di @fazidaa_
4. Bagikan info tentang blog tour giveaway ini ke sosial media teman-teman, dengan me-mention akun saya saja (@fazidaa_) disertai hashtag #MermaidFountain 
5. Jawab pertanyaan tadi ini disertai nama, akun twitter, link share:
7. Giveaway akan berlangsung selama tujuh hari, terhitung dari tanggal 14 Mei-20 Mei 2016
8. Pengumuman pemenang akan dilakukan paling lambat tiga hari setelah giveaway ditutup, melalui akun twitter dan update postingan. Semoga beruntung, guys! :)

Bagi kalian yang sudah kepo banget dengan isi bukunya, bisa langsung dibeli lewat online bookstore yang tertera di gambar ini ya:


Share:

24 comments

  1. Nama : Pida Alandrian
    Twitter : @PidaAlandrian92
    Link Share : https://twitter.com/PidaAlandrian92/status/731532972084449280

    jawaban:

    “Aku ingin menjadi seorang penulis yg BESTSELLER. Yang bisa mengacuhkan orang2 yg mengucilkan karya-karyaku. Dan membuktikan kepada mereka, kalau aku BISA.”

    Tidak ada alasan khusus bagiku untuk menjadi seorang penulis. Karena aku mulai menyukai dunia penulisan, jadi tidak ada larangan bagiku untuk mencoba terus berlatih diri dan mulai banyak belajar tentang semua hal yang berkaitan dengan dunia tulisan.

    Sekian..

    Salam Pida Alandrian

    ReplyDelete
  2. isi permohonan "semoga aku dipertemukan dengan jodohku "

    nama: siti zulaikhah
    akun twitter: @kimzujonghee
    link: https://mobile.twitter.com/KimZujonghee/status/731535812525887489?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C8073877795

    ReplyDelete
  3. Putri Carera
    @santicar_
    Link share:
    https://mobile.twitter.com/santicar_/status/731705540439482372?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C5885973221

    "Aku ingin saat kuliah nanti biar gak salah pilih jurusan"

    Untuk remaja labil khususnya saya, sekarang ini tuntutannya belajar buat dapet nilai bagus, belum lagi bayang-bayang kuliah yang menyeramkan plus permintaan orang tua yang pengennya saya masuk jurusan yang berbeda dengan kehendak saya.
    Jadi kalo memang bener ada air mancur permintaan kayak di novel Mermaid Fountain, saya ingin pencerahanny (?)*ngaco

    Makasih GAnya kakak^^

    ReplyDelete
  4. nama: Aulia
    twitter: @nunaalia
    link share: https://twitter.com/nunaalia/status/732087452052004864

    "Aku ingin segera bertemu dengan jodoh yg terbaik pilihan Tuhan, jodohku dunia akhirat" ;)

    Itu adalah permohonan terbesarku saat ini yg sudah dikejar deadline menikah namun jodoh tak kunjung datang hahahaaa *curcoldeh! :D

    ReplyDelete
  5. Nama: Aya Murning
    Twitter: @murniaya
    Link share: https://twitter.com/murniaya/status/732106509836947456

    Aku ingin tim bulutangkis Indonesia di Thomas & Uber Cup saat ini (15-22 Mei 2016) dapat memenuhi target, terutama tim Thomas (putera) bisa bawa pulang kembali piala Thomas yang terakhir kali 'menetap' di Indonesia waktu film AADC lagi booming alias tahun 2002.

    Sebagai badminton lover yang saat ini sedang girang-girangnya sekaligus tegang juga atas perhelatan event akbar bagi dunia bulutangkis, Thomas & Uber Cup, tentu saja aku ingin hasil terbaik bagi tim kebanggaan Indonesia. Well, siapa sih yang nggak bahagia kalau wakil Indonesia bisa menang di turnamen besar sekali pun dia bukan pecinta bulutangkis garis keras? Apalagi udah lama banget Indonesia nggak mengangkat tinggi lagi si piala itu. Rindu menggebu. 14 years ago for Thomas, 20 years ago for Uber.

    Ada banyak pemain muda yang debut sebagai skuad Indonesia di tim Thomas & Uber. Terlebih di Thomas, ada 3 pemain muda di sektor tunggal yang sangat menjanjikan untuk masa depan. Thomas & Uber Cup adalah salah satu ajang untuk menambah pengalaman dan rasa percaya diri mereka ke depannya. Aku sangat ingin melihat pemain-pemain muda Indonesia benar-benar membuktikan keseriusan, semangat juang, dan mental juaranya di turnamen ini.

    Mas Thomas, si Rangga yang pergi jauh di tahun 2002 aja udah pulang lagi lho ke Indonesia di 2016 ini. Masa Mas Thomas juga nggak mau ikut pulang? Cinta udah lama menunggu sampe lumutan... :)))

    ReplyDelete
  6. Bintang Permata Alam
    @Bintang_Ach
    https://twitter.com/Bintang_Ach/status/731694458605953024

    B: Permohonannya bole lebih dari 1 ngga La?
    L : Bolee bangeett Biin

    Ok, aku lempar koinnya sekarang ya, Laa!

    *Pluunggg

    “Aku berharap….

    1. Minat baca masyarakat Indonesia meningkat dan dunia literasi kita makin berkualitas.
    2. Tidak ada lagi plagiasi atau penjiplakan karya orang lain. Terutama di dunia literasi, dan…
    3. Di luar dunia literasi, semoga tidak ada kasus kekeraan seksual pada anak di bawah umur.
    Ok, kenapa aku bermohon seperti itu?

    Permohonan yang pertama. Menurut hasil dari pemeringkatan intenasional—Most Literate Nations in the World—yang diterbitkan oleh Central Connecticut State University bulan Maet lalu, INDONESIA menempati peringkat ke 60 dari TOTAL 61 negara dalam bidang Minat Baca. Jadi, bisa disimpulkan kalau minat baca bangsa kita sangatlah buruk! Jadi, tidak ada harapan yang lebih baik selain berharap agar masyarakat Indonesia membudayakan kegiatan membaca. Menyedihkan sekali, kita hanya lebih baik dari 1 negara saja, dan itu bukan sebuah prestasi, tapi menyangkut reputasi. Reputasi Negara ini sebenarnya adalah kita sendiri yang menentukan. Salah satunya ya reputasi di bidang literasi. Semoga dengan adanya ini, mata dan hati kita jadi terbuka lebar untuk meningkatkan kualitas baca bangsa Indonesia. Ngga lucu kan kalo Negara kita disebut sebagai Negara yang miskin edukasi? Semoga saja itu tidak terjadi.

    Permohonan kedua, yang lagi banyak diperbincangkan akhir-akhir ini. Ya, Plagiasi dan Plagiator. Terkadang miris melihat orang yang seenaknya menduplikasi hasil karya orang lain tanpa meminta izin terlebih dahulu. Apalagi karya tsb dilindugi undang-undang. Sebuah pencurian itu namanya. Di bidang literasi pun begitu, kasus ini sudah menjadi momok yang menakutkan bagi para penggiat sastra. Harapannya sih, semoga tangan-tangan jahil para plagiator mulai berhenti melakukan aksinya dan semua orang bisa berkarya dengan bebas tanpa mengkhawatirkan kasus seperti ini. Berkarya adalah berekspresi. Dan, untuk berekspresi, kita butuh sebuah kebebasan :))

    Permohonan ketiga. Ya, mungkin semua orang sudah tau lah ya? Aku kadang ngga habis pikir sama para pelaku kejahatan ini. Ya Allah, ngga tau deh mau ngomong gimana lagi. Permohonan terakhir ini, aku berharap agar anak-anak tidak kehilangan masa bahagianya. Dan anak-anak bisa menjadi golongan yang diprioritaskan dalam segala hal. Dengan begitu, semoga kehidupan mereka bisa terjamin, aamiin.

    ReplyDelete
  7. Putri Prama A.
    @putripramaa
    https://twitter.com/PutriPramaa/status/732423063476658177
    Aku ingin rencanaku untuk mendaftar beasiswa Monbukagakusho terlaksana dan hasilnya sesuai dengan harapanku.
    Aku sering sekali merasa hopeless dengan apa yang akan aku lakukan setelah SMA nanti. Aku bingung harus melakukan apa, menjadi apa, dan melanjutkan ke mana. Aku merasa bersalah sekali pada orang tuaku karena aku masih bingung hingga sekarang. Aku nggak tahu, mungkin orang tuaku nggak percaya aku lagi, mungkin aku terlalu bimbang hingga mereka tidak percaya aku lagi. Tapi, kalau aku boleh berharap berharap lebih dari satu, kan? Aku berharap lagi di air mancur itu, aku ingin orangtuaku tetap percaya padaku bahwa aku bisa membahagiakan dan membanggakan mereka.
    Aku tidak ingin mengecewakan mereka dan aku tidak ingin merepotkan orang tuaku, oleh karena itu aku ingin mengejar beasiswa itu, meskipun bukan cuma itu saja yang ingin kukejar. Aku akan mengambil senshuu dengan jurusan nurse welfare yang mana testnya bahasa Jepang, bahasa Inggris, dan matematika. Kalau aku mendapatkan beasiswa itu, aku akan menetap di Jepang selama 3 tahun (1 satu tahun belajar bahasa dan 2 tahun senshuu), aku harus belajar keras karena setelah lulus senshuu aku ingin melanjutkan beasiswanya menjadi undergraduate yang berarti aku akan menetap di Jepang lebih lama lagi selama dua tahun.
    Aku tahu bahwa belajar itu tidak mudah, tapi aku percaya bahwa Tuhan akan memberikan balasan yang setimpal dengan apa yang kuusahakan selama ini. Aku mohon Tuhan benar-benar mendengar doaku ini. Ya Tuhan, kabulkanlah doaku ini, meskipun aku tahu kalau doaku mungkin 'salah' karena dilakukan di giveaway, tapi bukannya kita bisa berdoa di mana saja? Aku tahu ini permintaan yang egois, tapi aku mohon berikanlah aku kekuatan untuk mengejar impianku ini, Ya Tuhan. :)

    Oh ya, Mbak Dee, aku mau tanya, bagaimana cara mbak Dee menciptakan karakter yang kuat?
    Bagaimana cara memberikan tone yang berbeda dari sudut pandang yang berbeda apabila tulisan ditulis dengan sudut pandang yang berbeda?

    ReplyDelete
  8. Nurul Islamiyah
    @nurullislamiyah
    https://twitter.com/Nurullislamiyah/status/732540382412574720

    Jawaban :
    Keinginanku adalah, aku ingin cepat-cepat wisuda *padahal baru semester 2* cepat-cepat kerja, dan cepat-cepat menikah. Kenapa? Jujur saja saat ini usia orangtuaku sudah menginjak kepala 5. Aku hanya takut bila dalam momen-momen berharga dalam hidupku, orangtuaku tidak lengkap mendampingiku. Aku ingin wisuda, dan disaksikan dengan bangga oleh ayah dan ibu. Aku ingin mendapat pekerjaan yang baik, dan menyisihkan gaji pertamaku untuk ayah dan ibu. Terakhir, aku ingin ayahku menjadi wali di pernikahanku kelak.

    Aku ingin di setiap momen-momen berharga yang kupunya, dapat kulalui bersama orang-orang yang juga berharga. Agar momen itu terasa 2 kali lipat lebih berharga❤❤

    ReplyDelete
  9. Nama : Humaira
    Akun Twitter : @RaaChoco
    Link Share : https://mobile.twitter.com/RaaChoco/status/732607504148922368?p=v

    Aku ingin menjadi designer ternama, mewujudkan cita-citaku juga mamah. Mempunyai karya dan penghasilan sendiri. Selebihnya, aku hanya ingin selalu membahagiakan kedua orang tuaku dan adik juga kakakku. Membuat mereka bangga kepadaku.

    Terimakasih :) :)

    ReplyDelete
  10. Nama : Fitriani Dewi
    Twitter : @fitrianidewi914
    Link share : http://readingvibes.blogspot.co.id/2016/05/mermaid-fountain-dyah-rinni-ask-author.html?m=1

    *Jawaban : Mungkin ini permohonan yang sangat sederhana. Tapi permohonan ini menjadi permohonan yang paling berharga. Karena saya ingin kebahagiaan dan kebersamaan, serta keharmonisan dalam keluarga tetap terjalin dan terjaga dengan baik. Karena berada di tengah-tengah keluarga selalu menciptakan suasana yang menyenangkan, selalu bisa menyalurkan energi yang positif dan karena keluarga adalah sumber kebahagiaan yang tidak akan bisa ditukar dengan apapun.

    ReplyDelete
  11. Nama: Alya Nfz
    Twitter: @Alyanfz
    Link Share: https://twitter.com/Alyanfz/status/732889163947610113

    Harapan terbesarku adalah membuat kedua orangtuaku bahagia

    Terkadang, aku suka membuat orangtuaku susah. Ketika kecil, aku sering membuat ibuku menangis karena sikapku. Jadi ketika besar aku sangat berharap bisa membuat mereka bahagia. Mungkin dengan membuat mereka bahagia bisa menembus semua kesalahanku di masa lalu dan juga kerja keras mereka dalam membesarkanku. Walau aku tahu, semua itu tidak cukup untuk membalas semua kebaikan orangtuaku. Tetapi, aku tetap ingin berjuang untuk semua itu karena bagiku kebahagiaan orangtua itu adalah sesuatu yang indah yang sulit tergantikan dengan yang lain.

    Selain itu, aku juga berharap karyaku bisa segera diterbitkan dan diakui oleh semua orang. Karena dengan itu aku bisa membawa kedua orangtua ke Mekkah. Dan, aku bisa melihat senyuman kebahagiaan yang terukir indah di bibir mereka. Aku tahu, semua itu tidak mudah. Tetapi, aku ingin tetap memperjuangkan semua itu sebelum waktu membawa pergi keinginan tersebut selamanya.

    ReplyDelete
  12. Nama : julia dwu kartikasari
    Twitter : @juliakartika326
    Link share : https://twitter.com/juliakartika326/status/731462913488080896

    Harapanku..., aku ingin masuk sma favorit di daerahku. Aku berharap bisa membuat orang tuaku bangga dan bahagia karena aku bisa masuk sma favorit disini. Aku harap keinginanku diwujudkan oleh Allah, karena aku sudah berusaha, berdoa, dan belajar semaksimal mungkin, dan sekarang, aku hanya tawakal kepadanya, berharap doa yang kupanjatkan setiap selesai sholat terkabul. Dan aku bisa melihat senyum mengembang di bibir kedua orang tuaku dan bisa memotivasi adikku agar lebih giat belajar lagi mulai saat ini.

    Keinginanku tidak muluk muluk. Saat orang disekitarku bahagia dan tidak membuatku terluka, itu sudah suatu kebahagiaan lebih dari semua impian besar dari diriku. Dan aku ingin membahagiakan semua orang dengan caraku sendiri.

    Terima kasih😃

    ReplyDelete
  13. nama : Wulandari
    akun twitter : @wulanchayaank
    link share :

    https://t.co/T5424UiCx2
    Hai @AskiyaTiana @tahrir_fata @FanaFairuz yuk ikutan GA nya
    DL 20 Mei cc: @fazidaa_ #MermaidFountain


    Aku hanyaa ingin memenangkan GA ini itu saja please.. please... tolong dikabulkan :D. *sambil merem

    cliiiiing...

    ReplyDelete
  14. Devie Dwi Anggrainy
    @mahadeviedwi
    Bogor
    Link share : https://mobile.twitter.com/mahadeviedwi/status/732942512193576961

    Kini, Laguna, Mairin, dan Devie sedang berada di sisi Mermaid Fountain. Laguna memandang Mairin dengan tatapan menyebalkan, sebab sedari tadi ia terus menggoda Laguna, mengira Laguna berencana melakukan mitos yang dipercaya masyarakat sekitar; yakni melempar koin ke dalam kolam, kemudian menyebutkan keinginan terpendam mereka. Mairin masih terkikik, lalu menyenggol Devie hingga ia tersadar dari lamunannya.  
    "Apa?" Devie menoleh ke arah Mairin, kebingungan. 
    Mairin memutar kedua bola matanya. "Jadi kan, kita melempar koin disini?" 
    "Yap! Kamu duluan, lalu Mas Laguna, baru aku. Eh, Mas Laguna mau melempar juga, kan?" 
    Laguna melengos. "Apa boleh buat, aku ditawari. Masa mau menolak?"  
    Kali ini tawa Mairin membuncah. "Gengsi banget, sih, Gun. Apa salahnya mencoba? Barangkali permohonanmu akan jadi kenyataan." Kemudian, gadis itu melempar sekeping koin, mengucapkan harapannya keras-keras. "Aku ingin restoranku bisa sukses!" 
    Laguna mengikuti langkah Mairin. "Aku ingin menjadi penyanyi paling hebat!" 

    Kesempatan terakhir adalah milik Devie. Beberapa detik ia terdiam, memikirkan apa yang paling diharapkannya saat ini. Koin pun dilempar, sembari berseru dengan tegas,

    "[Semoga keinginanku untuk menikah tahun ini dikabulkan, usiaku sudah 31 tahun, yang pernah aku dengar, masa kehamilan diusia kepala 3 akan mengalami banyak masalah karena itu aku berharap semoga tahun ini aku bertemu dengan jodoh yang telah disiapkan Tuhan untukku dan segera menikah..Aamiin]"

    ReplyDelete
  15. Nama : Dwita Andhara
    Akun Twitter : @dwitaandhara
    Domisili : Makassar
    Link share : https://twitter.com/dwitaandhara/status/732956797846228992

    Aku berharap bisa mendapatkan gelar sarjanaku di tahun 2017 dan menjadi seorang guru profesional seperti keinginan kedua orang tua ku..



    ReplyDelete
  16. Nama : Rinita
    Twitter : @Rinitavyy
    Link Share : https://mobile.twitter.com/RinitAvyy/status/732973591705223169?p=v

    Aku memohon doa kepada zat yang menciptakan dunia seisinya, yaitu hanya pada Allah SWT aku memanjatkan doa-ku. Aku tidak mau muluk-muluk, hanya meminta satu hal, yaitu menyadarkan orang yang aku kagumi kalau aku juga menyukai bahkan mencintainya. Hanya beberapa baris kata sih, tapi rasanya lidahku kelu kalau mau mengucapkannya langsung atau pun tidak langasung.

    ReplyDelete
  17. Heni Susanti | @hensus91
    Link Share : https://twitter.com/hensus91/status/733110716983468033

    Kini, Laguna, Mairin, dan Heni sedang berada di sisi Mermaid Fountain. Laguna memandang Mairin dengan tatapan menyebalkan, sebab sedari tadi ia terus menggoda Laguna, mengira Laguna berencana melakukan mitos yang dipercaya masyarakat sekitar; yakni melempar koin ke dalam kolam, kemudian menyebutkan keinginan terpendam mereka. Mairin masih terkikik, lalu ia menyenggol Heni hingga tersadar dari lamunannya.
    “Apa?” Heni menoleh ke arah Mairin, kebingungan.
    Mairin memutar kedua bola matanya, “Jadi kan, kita melempar koin disini?”
    “Yap! Kamu duluan, lalu Mas Laguna, baru aku. Eh, Mas Laguna mau melempar juga kan?”
    Laguna melengos. “Apa boleh buat, aku ditawari. Masa mau menolak?”
    Kali ini tawa Mairin membuncah. “Gengsi banget sih, Gun. Apa salahnya mencoba? Barangkali permohonanmu akan jadi kenyataan.” Kemudian, gadis itu melempar sekeping koin, mengucapkan harapannya keras-keras. “Aku ingin restoranku bisa sukses!”
    Laguna mengikuti langkah Mairin. “Aku ingin menjadi penyanyi paling hebat!”
    Kesempatan terakhir adalah milik Heni. Beberapa detik ia terdiam, memikirkan apa yang paling diharapkannya saat ini. Koin pun dilempar, semabari berseru dengan tegas, “Aku ingin semua mimpiku dan keluargaku terwujud, lalu kami bisa hidup bahagia, sehat dan sejahtera bersama. Aamiiin.”
    >>
    Alasannya karena sekarang banyak sekali impian sederhanaku dan keluargaku yang belum terwujud, renovasi rumah, beli tanah di belakang rumah, dan berlibur bersama. Maka aku ingin kami hidup sejahtera dan berkecukupan agar kami bisa memenuhi impian kami dan berbahagia bersama selamanya. Happily ever after. :D Aamiiin.
    >>
    Mau tanya juga buat Mbak Dyah, boleh ya? Penasaran soalnya :D
    Apa sih alasan Mbak Dyah memilih menerbitkan Mermaid Fountain secara indie? Dan apakah Mermaid Fountain sudah pernah diajukan ke penerbit mayor? Terima kasih dan maaf sebelumnya. :)

    ReplyDelete
  18. Eris Andriani
    @RizAnNie88
    https://twitter.com/RizAnNie88/status/733258417746280448

    Aku berharap agar Tuhan selalu menjaga ku, selalu menguatkan ku, dan Tuhan bisa memberikan aku hati yg hebat dan bakat drama yg luar biasa . Sehingga saat Tuhan memberikan ku cobaan seberat apapun aku masih sanggup bersabar dan wajah ku masih berperan sebagai orang yg paling bahagia. Dan dengan kehebatan dan perlindungan dari Tuhan inilah yg nantinya akan mengantarkan ku pada kebahagiaan sesungguhnya yg mampu membanggakan kedua orang tua ku. Amin ^_^

    ReplyDelete
  19. Bintang Maharani
    @btgmr
    https://twitter.com/btgmr/status/733455765202161665

    Harapan:

    Semoga saya, orangtua saya, keluarga terdekaa saya, serta sahabat-sahabat terbaik saya senantiasa sehat selalu dan dilindungi dalam keberkahan Tuhan YME.

    Alasan:

    Sehat itu mahal. Terkadang kita sebagai anak seringnya hanya berdoa untuk diri sendiri dan cuma peduli dengan kelancaran pekerjaan orangtua. Ada pula ketika sekeluarga sedang berada di titik terendah hidup, turning point, kita giat berdoa agar segera dibebaskan dari kesulitan itu. Namun, ketika sudah mencapai kemakmuran hidup, orangtua justru sering sakit-sakitan. Kita lupa berdoa untuk selalu diberi kesehatan, lupa mensyukuri meski sedang susah pun masih diberi sehat.

    Oleh karena itu, bagi saya mendoakan untuk tetap sehat adalah salah satu hal terpenting. Karena melihat orang terdekat yang disayangi mengalami sakit itu bukan sebuah pemandangan indah.

    ---

    Mau tanya sedikit ya. Buat Mbak Dyah, akhir-akhir ini memang sedang banyak retelling dongeng menjadi novel yang lebih modern. Bahkan ada penerbit yang punya seri khusus menerbitkan cerita tentang retelling dongeng bagi author lokal. Apakah sebelumnya novel Mermaid Fountain ini memang ditulis karena ditujukan ke sana atau iseng aja buat coba-coba? Dan untuk proses penerbitan di penerbit indie, apakah memang tidak lebih ketat daripada penerbit mayor sehingga banyak orang yang masih meragukan kualitas hasil akhir?

    Makasih :)

    ReplyDelete
  20. Sari Rahmawati, twitter: rie_bundaAzka
    Link share: https://twitter.com/rie_bundaAzka/status/733484908547444736


    Kini, Laguna, Mairin, dan Sari sedang berada di sisi Mermaid Fountain. Laguna memandang Mairin dengan tatapan menyebalkan, sebab sedari tadi ia terus menggoda Laguna, mengira Laguna berencana melakukan mitos yang dipercaya masyarakat sekitar; yakni melempar koin ke dalam kolam, kemudian menyebutkan keinginan terpendam mereka. Mairin masih terkikik, lalu menyenggol [nama kamu] hingga ia tersadar dari lamunannya.

    "Apa?" Sari menoleh ke arah Mairin, kebingungan.

    Mairin memutar kedua bola matanya. "Jadi kan, kita melempar koin disini?"

    "Yap! Kamu duluan, lalu Mas Laguna, baru aku. Eh, Mas Laguna mau melempar juga, kan?"

    Laguna melengos. "Apa boleh buat, aku ditawari. Masa mau menolak?"

    Kali ini tawa Mairin membuncah. "Gengsi banget, sih, Gun. Apa salahnya mencoba? Barangkali permohonanmu akan jadi kenyataan." Kemudian, gadis itu melempar sekeping koin, mengucapkan harapannya keras-keras. "Aku ingin restoranku bisa sukses!"

    Laguna mengikuti langkah Mairin. "Aku ingin menjadi penyanyi paling hebat!"

    Kesempatan terakhir adalah milik sari. Beberapa detik ia terdiam, memikirkan apa yang paling diharapkannya saat ini. Koin pun dilempar, sembari berseru dengan tegas, "Aq ingin kenaikan gaji di kantorku bulan depan sesuai dengan kinerjaku selama setahun terakhir, semoga memuaskan!"

    Pertanyaan: Mba Dyah lebih suka memberikan ending yang bahagia atau yang sedih? karena terkadang kehidupan nyata seringkali tidak selalu indah. Apakah sebuah cerita terutama dongeng harus selalu berakhir bahagia?

    ReplyDelete
  21. Nama : Dera Devalina
    Twitter : @deradevalina
    Link Share : https://twitter.com/deradevalina/status/733575361082990592

    Harapanku agar aku tidak mengecewakan semua orang tidak bertindak ceroboh yang membuat orang kerepotan, agar semua keluargaku selalu sehat dan bisa melihat kesuksesanku kelak.. amin.

    ReplyDelete
  22. Nama : Asep Nanang
    Twitter : @asepnanang59
    Link Share : https://twitter.com/asepnanang59/status/733628424535703553
    Jawaban:
    Harapan saya setelah melempar koin adalah supaya diberikan kesehatan dan kebahagiaan bagi segenap keluarga saya. Dengan begitu setiap anggota keluarga saya dapat menyebarkan sejuta kebahagiaan bagi orang-orang sekitar.

    ReplyDelete
  23. Nama : Ana Bahtera
    Twitter : @anabahtera
    Link share : https://mobile.twitter.com/anabahtera/status/733661311758802944

    Jawaban :

    "semoga aku bisa menjejakkan kaki di liverpool bersama org tersayang"

    kenapa?
    karena liverpool negara prtama yg ingin aku kunjungi dari zaman aku mash SMP..you`ll never walk alone.

    ReplyDelete
  24. Rini Cipta Rahayu
    @rinicipta
    https://twitter.com/RiniCipta/status/733664366172594176

    Semoga saya nggak lupa untuk selalu bersyukur pada Tuhan dalam keadaan apapun. Tetap berada di jalan-Nya dan tidak pernah kehilangan semangat untuk menjalani hidup.

    ReplyDelete