Finding You Among The Stars - Eka Annisa | Book Review


Judul: Finding You Among The Stars
Penulis: Eka Annisa
Penerbit: GPU
Tebal Buku: 212 halaman
"Sekecil apapun usaha kita, pasti membuahkan hasil. Jangan mau kalah sama semut, mereka kecil tapi gigih mencari makanan meski punya risiko diinjak manusia."
Kehilangan orang yang sangat dicintai sangat berat bagi Nadhira. Ia menyaksikan sendiri kepergian Reo, kekasihnya, hingga menimbulkan efek traumatis berbulan-bulan kemudian. Bahkan suara ambulans saja dapat membuatnya teringat pada peristiwa yang menimpa Reo. Adel dan Coca, sahabat Nadhira, berusaha untuk selalu menemani Nadhira, sembari mengingatkan Nadhira untuk menerima kenyataan dan membuka hati kepada laki-laki lain. Tetapi hati Nadhira menolak. Gadis itu merasa tak sanggup menggantikan posisi Reo sampai kapanpun.
"Cuma rasa sayang yang bisa nembus ruang dan waktu, meski dimensi itu sulit terjangkau."
Hingga, ia bertemu dengan Haykel. Laki-laki dingin yang secara tak sengaja ditemuinya di perpustakaan. Keramahan Haykel yang ternyata jauh tersembunyi dibalik sika ketusnya, lambat laun membuat Nadhira mempertimbangkan posisi laki-laki tersebut di hatinya. Belum lagi, kesukaan dan pengetahuan Haykel terhadap sosiologi dan astronomi khususnya tentang bintang-bintang, sangat mengingatkannya pada sosok Reo. Nadhira merasa dekat, sekaligus terancam. Ia mulai merasa Haykel memiliki sebagian dari diri Reo.

Sementara itu, Edgar, lelaki berpenampilan 'santai', yang merupakan sahabat dekat Reo selain Amru dan Prasto, mulai menceritakan rahasia terdalamnya kepada Nadhira, membuat gadis itu mulai menyadari bahwa dirinya sudah sangat egois ketika berlarut-larut dalam kesedihan atas kepergian Reo. Tidak hanya itu, Edgar mulai menunjukkan tanda-tanda bahwa ia menyukai Nadhira! Situasi semakin rumit ketika Nadhira memilih untuk menyerahkan hatinya kepada Haykel, sementara di satu sisi, dirinya mulai menyukai keberadaan sosok Edgar di sisinya.
"...belajarlah untuk nggak menyakiti hati orang lain dari perbuatan ataupun perkataan. Nilaimu ada pada akhlakmu, Sayang. Kita nggak bisa mengontrol orang lain untuk bersikap baik sesuai dengan harapan kita, tapi kita bisa mengontrol diri sendiri agar menjadi manusia berjiwa mulia."
***

Yuhuuu, Finding You Among The Stars menjadi a book which got an honour to be the first book i read in 2017! Sebelumnya, saya ingin berkomentar sedikit mengenai cover-nya, yang mengemas Finding You Among The Stars hingga sangat-sangat-sangat cantik! Hal itu juga lah yang membuat mata saya langsung tertuju pada buku ini diantara deretan buku-buku lainnya yang menjadi calon lain untuk dibaca. Cover-nya manis, sangat pas sebagai penggambaran dari lini teenlit novel ini. 

Finding You Among The Stars menceritakan tentang kehidupan Nadhira Almira, beserta orang-orang yang berada di lingkaran kehidupannya. Secara garis besar, saya menangkap novel ini banyak berkisah tentang fenomena-fenomena yang umum ada di kehidupan anak muda. Mulai dari yang positif, seperti siswa berprestasi yang tanpa cela yang benar-benar ada di dunia nyata, hingga yang negatif seperti sosialisasi yang tidak sempurna yang dibentuk dalam keluarganya, hingga lingkungan yang menciptakan kultur buruk di kehidupan para siswa SMA.

Reo, adalah realisasi dari kehidupan anak muda yang positif tersebut. Saya percaya bahwa orang seperti itu ada. Ketika ia tiada, keberadaannya sangat dirindukan, terutama oleh orang terdekat, hingga menyebabkan Nadhira, terus berlarut-larut dalam kesedihan akibat kehilangannya. But somehow, saya menilai rasa kehilangan yang dirasakan Nadhira sedikit berlebihan, bahkan sangat, ketika ia terus menyebut nama Reo berulang kali. Padahal, dalam cerita ini 'hebatnya' dan kedekatannya dengan Reo hanya dijelaskan dalam narasi-narasi, dan sedikit dari potongan adegan nostalgia Reo dengan Nadhira. Entah memang Eka Annisa sengaja membuat pembaca sebal dengan sisi lemah Nadhira ini, atau bagaimana. Kalau iya, penulisnya sudah sangat berhasil. Sosok seperti Nadhira inilah yang saya jamin akan membuat pembaca manapun geregetan sekaligus iri terhadapnya. Yang membuat saya jengah selanjutnya adalah, kegalauan Nadhira yang berlebih justru sangat berbanding terbalik dengan apa yang akhirnya ia lakukan terhadap Haykel dan Edgar. Agak cringey.

Saat membaca, saya berhasil menebak sedikit kemana alur ceritanya hingga ke akhir. Tapi tentu, dalam prosesnya kejadian-kejadian yang cukup mengejutkan saya sebagai pembaca. Bagian yang paling saya sukai adalah ketika Nadhira dihadapkan dengan dua pilihan; Haykel atau Edgar. Bagian inilah yang paling mengaduk-aduk isi hati pembaca ketika membayangkan ada di posisi Nadhira. Haykel, yang ganteng, sabar, ikhlas, serta memiliki kesukaan yang sama seperti Reo, dihadapkan dengan Edgar, sosok yang berkebalikan dengan Reo, namun anehnya dapat membuat hati Nadhira berdebar. Kelebihan Eka Annisa adalah mampu menggambarkan alur cerita melalui kalimat-kalimat yang mengalir, yang tidak membuat pembaca bingung sama sekali. Dialog-dialog, mulai dari yang santai hingga yang serius, dituliskan dengan sangat bagus, juga berhasil menjadi poin plus bagi novel ini. 

Pengetahuan tentang ilmu sosiologi, seperti sisipan teori Sigmund Freud melalui dialog-dialog Reo, serta wawasan tentang ilmu astronomi yang meluncur dari mulut Reo dan Haykel, menjadi bonus bagi pembaca. Banyak hal-hal tentang kedua ilmu tersebut yang mungkin nggak akan kita dapatkan kalau kita nggak mencari tahu sendiri. Meskipu jujur, saya membacanya juga agak sambil lalu karena nggak begitu tertarik.  Eka Annisa cukup pandai menyelipkan trivia ini dalam alur cerita, sehingga nggak sekadar menjadi tempelan untuk menghubungkan isi cerita dengan judul. Favorit saya adalah fakta tentang bintang Regulus dan Aldebaran yang dapat dihubungkan dengan tokoh-tokoh dalam cerita ini. Hanya saja, di awal, menurut saya agak sedikit aneh ketika tiba-tiba Haykel menceritakan kisah tentang rasi bintang cancer. Di benak saya bahkan terlintas, "Loh, ini nggak ada angin nggak ada ujan tiba-tiba bahas bintang, nggak takut dikata aneh apa si Haykel ini?" Dan, menurut saya sikap jutek Haykel di awal cerita sebenarnya nggak begitu perlu, karena nggak berdasar. Untuk apa dia bersikap segitu ketusnya kepada Nadhira? Apalagi jika mengetahui background story Haykel.

Seperti yang sudah saya katakan, ada kejutan-kejutan yang muncul dalam novel ini. Meski yang terakhir itu, membuat saya ingin protes karena agak menjatuhkan mood saya. Tapi ternyata, justru di bagian itulah, pembaca dapat menangkap pesan utama dibalik novel ini, tentang kesetiakawanan, rasa sayang terhadap orang terdekat, rasa tanggung jawab, kesabaran, keikhlasan, serta belajar memahami kisah hidup orang lain meskipun itu buruk. Ini adalah novel Eka Annisa pertama yang saya baca, dan saya cukup dibuat jatuh cinta. Dengan gaya penulisan, kisah yang dibawa, dialognya, serta pesan-pesan yang disampaikan, meskipun beberapa kali saya telah membaca novel dengan tema serupa, Finding You Among The Stars layak masuk dalam jajaran atas.  
"It would be my privilege to find you among the stars." 

Share:

5 comments

  1. Terima kasih Mbak Lala.
    Rangkaian katanya indah dan positif sekali, hingga pesannya dapat terima sebagai kritik dan saran yang membangun.

    Barakallah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih banyak, Kak Eka, udah menyempatkan baca dan berkomentar :D Maaf kalau ada yang kurang.. Aku nunggu buku barunya terus, ya :D

      Delete
  2. Review yg bagus n menarik. Mengundang orang untuk segera baca bukunya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih banyak :D Terus baca review-ku yaa :)

      Delete